Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Proyek Sampah untuk Listrik, Bekasi-Jogja- Bogor-Denpasar Siap Grounbreaking

badge-check


					Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq. Foto: antara Perbesar

Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq. Foto: antara

Penulis: Yusran Hakim   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Empat wilayah aglomerasi di Indonesia —Bogor Raya, Yogyakarta Raya, Bekasi, dan Denpasar Raya— siap melakukan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik mulai Maret 2026.

Demikian pernyataan Menteri LHK Hanif Faisol Nurofiq pada Senin, 26 Januari 2026, dalam rapat kerja dengan Komisi XII DPR RI di Jakarta.

Nilai investasi proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Indonesia bervariasi tergantung skala, dengan estimasi Rp 2-3 triliun per unit PLTSa.

Untuk 34 proyek PSEL di berbagai wilayah, total investasi mencapai Rp 600 triliun, dipimpin Danantara. Sementara untuk target 452,7 MW hingga 2034, diperlukan Rp 45,4 triliun.

Proyek di Legok Nangka, Jawa Barat, bernilai sekitar Rp 4 triliun. Keempat lokasi siap groundbreaking (Bogor, Jogja, Bekasi, Denpasar) mengikuti kisaran Rp 2,5-3,2 triliun per proyek.

Proyek ini didasarkan pada Perpres Nomor 109 Tahun 2025 tentang pengolahan sampah perkotaan menjadi energi terbarukan, dengan Danantara sebagai pemegang saham utama.

Proses lelang telah selesai untuk keempat lokasi tersebut, melibatkan lebih dari 200 perusahaan lokal dan asing.

Pembangunan diperkirakan memakan waktu 1,5-2 tahun, berkontribusi mengelola sebagian dari 14.000 ton sampah harian di 10 aglomerasi prioritas (termasuk Tangerang, Semarang, Medan).

Meski hanya menyumbang 13% pengurangan sampah nasional, proyek ini dorong ekonomi hijau, lapangan kerja, dan energi ramah lingkungan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Hanif Faisol Nurofiq menjadi narasumber utama yang memberikan keterangan terkait kesiapan groundbreaking proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Bogor Raya, Yogyakarta Raya, Bekasi, dan Denpasar Raya mulai Maret 2026.

CEO Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, juga menyampaikan update soal proses lelang cepat dan minat investor untuk proyek waste-to-energy ini.

Direktur Jenderal EBTKE Eniya Listiani Dewi membahas potensi 452 MW listrik dari sampah dalam RUPTL 2025-2034.

Keterangan mereka muncul dalam konferensi pers, forum investasi, dan diskusi publik akhir Januari 2026, menekankan dukungan regulasi Perpres 109/2025. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menteri PKP Pastikan Tak Ada Kenaikan Bunga KPR Subsidi Meski BI-Rate Naik

19 Juni 2026 - 21:37 WIB

Listrik Sebagian Jawa Padam Lagi, PLN Singgung Kendala Pembangkit

19 Juni 2026 - 21:18 WIB

Diskon Tarif 30% Kereta Ekonomi Berlaku Mulai Besok

19 Juni 2026 - 20:58 WIB

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di News