Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Pria Tiongkok Kena Penyakit Pemakan Daging setelah Minum Coca-Cola Setiap Hari

badge-check


					Minum Coke perlu pembatasan Perbesar

Minum Coke perlu pembatasan

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Seorang pria berusia 31 tahun di Guangzhou yang minum tiga kaleng Coke sehari selama bertahun-tahun hampir kehilangan kakinya setelah asam urat yang tidak diobati memicu infeksi pemakan daging.

Pria yang hanya diidentifikasi dengan nama belakangnya Wu ini memang gemar minum minuman manis sejak kecil. Saat dewasa, menenggak Coca-Cola menjadi kebiasaan, meskipun kesehatannya mulai menunjukkan tanda-tanda peringatan. Di usia 20 tahun, ia didiagnosis menderita asam urat tinggi dan gout, suatu bentuk artritis yang disebabkan oleh kristal asam urat berlebih dalam darah. Namun, ia mengabaikan saran medis dan tetap mengonsumsi soda setiap hari, lapor Mothership .

Seiring waktu, kondisinya memburuk. Benjolan keras kristal asam urat, yang dikenal sebagai tofi, terbentuk di persendiannya, termasuk tangan dan kakinya. Meskipun terlihat, Wu mengatakan benjolan tersebut tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak mengganggu kehidupan sehari-harinya, sehingga ia memilih untuk tidak berobat, lapor Guangzhou Daily .

Kepuasan diri itu terbukti berbahaya. Baru-baru ini, tofi di tangan dan kaki kanannya pecah, menimbulkan borok yang menyakitkan. Situasi semakin memburuk ketika tulang di jari kaki kanannya menembus kulit, membuka jalan bagi necrotising fasciitis: infeksi bakteri langka dan agresif yang lebih dikenal sebagai penyakit pemakan daging.

Dokter di Pusat Perawatan Luka Langka dan Sulit di Rumah Sakit Palang Merah Guangzhou mengatakan kondisi Wu kritis, dan kaki kanannya berisiko diamputasi untuk mencegah penyebaran infeksi. Ia dirawat untuk operasi darurat dan perawatan intensif.

Setelah 27 hari perawatan, yang meliputi pengendalian infeksi bakteri, pembedahan untuk mengangkat tophi dan memberikan Wu diet rendah purin yang ketat untuk menurunkan kadar asam urat, dokter berhasil menyelamatkan kakinya.

Menurut Sistem Kesehatan Universitas Nasional Singapura, asam urat biasanya dimulai dengan artritis mendadak yang nyeri pada tungkai bawah, yang menyebabkan sendi menjadi bengkak, merah, dan nyeri. Pada tahap awal, asam urat memengaruhi satu sendi, tetapi jika tidak diobati, dapat menyebar ke beberapa sendi dan menyebabkan kerusakan permanen.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style