Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Kepada Dapur SPPG Miftahul Ulum Akui Terjadi Kesalahan: Seluruh Paket MBG Kesamben Ditarik

badge-check


					Kepala Dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum mengakui terjadi kesalahan, beberapa sampel makanan bau. Ia kemudian menarik seluruh paket makanan di sekolah seluruh Kesamben, Jombang, 20 Januari 2026. Foto: kredonews.com/elok apriyanto Perbesar

Kepala Dapur SPPG Yayasan Miftahul Ulum mengakui terjadi kesalahan, beberapa sampel makanan bau. Ia kemudian menarik seluruh paket makanan di sekolah seluruh Kesamben, Jombang, 20 Januari 2026. Foto: kredonews.com/elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG–  Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Miftahul Ulum Dero, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, mengakui adanya kesalahan dalam penyediaan paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke SMPN 2 Kesamben.

Kesalahan tersebut berujung pada penarikan seluruh paket makanan yang telah terdistribusi.

Kepala Dapur SPPG Miftahul Ulum Dero, Fahmy Ardy Anyah, mengatakan penarikan dilakukan setelah evaluasi internal dan uji sampel menunjukkan sebagian makanan tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.

“Setelah dilakukan uji sampel, memang ada beberapa makanan yang tidak sesuai standar. Itu menjadi kesalahan kami, sehingga sesuai juknis seluruh paket kami tarik,” ujar Fahmy saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

Dari hasil pengecekan lanjutan, pihak SPPG menemukan beberapa paket makanan mengeluarkan bau kurang sedap. Meski sebagian lainnya masih dinilai layak konsumsi, SPPG memilih menarik seluruh paket sebagai bentuk tanggung jawab dan upaya pencegahan risiko.

“Ada yang baunya kurang sedap, ada juga yang masih bagus. Tapi karena ini kesalahan di pihak kami, semua kami tarik agar tidak menimbulkan risiko,” jelasnya.

Fahmy menegaskan kejadian tersebut menjadi evaluasi serius bagi pengelolaan dapur SPPG, khususnya terkait pengawasan internal.

Ia mengakui sistem kontrol mutu belum berjalan optimal sehingga makanan yang tidak sesuai standar sempat terdistribusi ke sekolah.

“Ini menjadi koreksi besar bagi kami. Pengawasan harus lebih ketat agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Selama ini, SPPG Miftahul Ulum Dero telah memiliki prosedur pengecekan bahan baku dan proses pengolahan makanan. Namun dalam kasus ini, mekanisme pengendalian mutu dinilai belum maksimal.

Saat ini, SPPG Miftahul Ulum Dero Kesamben melayani 44 sekolah dari jenjang TK hingga SMA dengan total 2.864 porsi Makan Bergizi Gratis setiap hari. Distribusi MBG dilakukan sejak pagi hari menyesuaikan jadwal masing-masing sekolah.

Penarikan MBG dari SMPN 2 Kesamben ini menjadi perhatian dalam pelaksanaan program makan bergizi gratis di Jombang, sekaligus menjadi catatan penting bagi peningkatan pengawasan di tingkat dapur penyedia.

Seperti diberitakan sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan.

Sejumlah wali murid mengeluhkan kualitas makanan MBG yang diterima anak-anak mereka, bahkan diduga tidak layak konsumsi karena basi.

Keluhan tersebut disebut tidak hanya terjadi di satu sekolah, melainkan merata di beberapa wilayah penerima program MBG di Kecamatan Kesamben.

Salah satu wali murid berinisial LF mengungkapkan, menu MBG yang disuplai oleh SPPG Yayasan Miftahul Ulum menuai banyak protes dari orang tua siswa.

“Iya mas, menu MBG dari SPPG Miftahul Ulum banyak dikeluhkan. Tidak hanya di Desa Dero, Kedungbetik, atau Kesamben saja, tapi merata,” ujar LF saat dikonfirmasi, Selasa (20/1/2026).

LF menuturkan, anaknya yang bersekolah di SD Candisari memilih tidak mengonsumsi makanan MBG karena mengaku makanan tersebut sudah dalam kondisi basi.

“Anak saya bilang nasinya dan lauknya basi, jadi tidak dimakan. Tidak mungkin anak kecil mengada-ada,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, sebagian siswa memilih untuk makan di rumah. Para wali murid pun berharap adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas dan keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG yang menyasar anak-anak sekolah tersebut. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Kemnaker Buka Pelatihan Kaigo dan Magang di Jepang

14 Juni 2026 - 20:28 WIB

Trending di Nasional