Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Keluarga Mendiang Mukhamad Alfan Minta Pembongkaran Kubur untuk Otopsi Ulang

badge-check


					Keluarga mendiang Mukhamad Alfan, 18, didamping pengacara Ahmad Mukhlisin SH mendatangi Polres Mojokerto, untuk mengajukan permohonan ekshumasi (pembongkaran kubur) agar dilakukan otopsi ulang kepada jasad Mukhamad Alfan yang ditemukan jasadnya 5 Mei 2025. Instagram@kabarterdepanmopjokerto Perbesar

Keluarga mendiang Mukhamad Alfan, 18, didamping pengacara Ahmad Mukhlisin SH mendatangi Polres Mojokerto, untuk mengajukan permohonan ekshumasi (pembongkaran kubur) agar dilakukan otopsi ulang kepada jasad Mukhamad Alfan yang ditemukan jasadnya 5 Mei 2025. Instagram@kabarterdepanmopjokerto

Penulis: Wibisono   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Keluarga mendiang Mukhamad Alfan (18), siswa kelas 2 SMK asal Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, mendatangi Polres Mojokerto untuk memohona dilakukan ekshumasi (pembongkaran kubur) dengan tujuan otopsi ulang,  dunia di aliran Sungai Brantas mengajukan permohonan pembongkaran makam untuk dilakukan otopsi ulang.

Keluarga Mukhamad Alfan bersama kuasa hukumnya, Ahmad Muhlisin, S.H., mendatangi Polres Mojokerto dan secara resmi mengajukan permohonan ekshumasi makam pada Rabu, 4 Juni 2025.

Permohonan ini diajukan karena keluarga menilai kematian Alfan penuh kejanggalan dan tidak menerima hasil autopsi awal yang menyatakan kematian akibat kecelakaan air atau tenggelam.

Setelah terbit otopsi korban,  berkoordinasi dengan dokter forensik Rumah Sakit dr Soetomo Surabaya dan ditemukan beberapa kejanggalan dalam hasil otopsi sebelumnya. Hasil pemeriksaan lanjutan mengindikasikan ada luka lebam dan bekas kekerasan tumpul di area dagu korban.

“Ternyata ditemukan bekas kekerasan benda tumpul di dagu dan luka-luka lebam yang dicurigai akibat benda tumpul,” ujarnya.
.
Sebelumnya, hasil otopsi awal yang dilakukan oleh tim forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong menyimpulkan bahwa Alfan meninggal dunia murni akibat tenggelam.

Sebelumnya, dokter Spesialis Forensik, dr Deka Bagus Binarsa, menyatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaanya, tidak  tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban saat dilakukan pemeriksaan luar.
.
“Yang kami temukan dalam pemeriksaan fisik dan pemeriksaan luar kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” kata dr Deka dalam keterangan, Kamis (23/5/2025).

Penasihat hukum dan keluarga mendiang Mukhamad Alfan (18), siswa kelas 2 SMK, mengajukan permintaan untuk melakukan ekshumasi makam. Ekshumasi adalah proses penggalian kembali jenazah yang telah dikubur dengan tujuan untuk pemeriksaan lanjutan, biasanya untuk kepentingan medis atau hukum dalam mengungkap kebenaran penyebab kematian.

Proses ekshumasi ini biasanya melibatkan tim dokter forensik dan pengawasan dari pihak kepolisian serta lembaga terkait lainnya.

Contohnya, dalam kasus Afif Maulana, jenazah diekshumasi untuk dilakukan otopsi ulang guna memastikan penyebab kematian yang dipertanyakan oleh keluarga dan kuasa hukumnya. Proses tersebut juga melibatkan pendampingan dari lembaga perlindungan saksi dan korban serta pengawasan dari Kompolnas.

Dalam ekshumasi, jenazah diangkat dengan hati-hati dari makam, kemudian dilakukan pemeriksaan forensik secara mendalam untuk mencari keadilan dan mengungkap fakta-fakta yang mungkin tidak ditemukan pada autopsi awal.

Keluarga dan penasihat hukum mendiang Mukhamad Alfan berharap dengan ekshumasi ini dapat mengungkap kebenaran dan ketidakadilan yang dialami almarhum.

Singkatnya, keluarga dan penasihat hukum Mukhamad Alfan mengajukan permintaan ekshumasi makam sebagai langkah untuk mencari keadilan dan memastikan penyebab kematian secara forensik, mengikuti prosedur yang sudah umum dilakukan dalam kasus-kasus yang memerlukan pemeriksaan ulang jenazah.

Kronologi:

* Sabtu, 3 Mei 2025: Alfan berangkat sekolah dan dijemput temannya. Pada hari itu, Alfan dijemput oleh RO (paman dari RF, teman sekaligus adik kelas Alfan) saat pulang sekolah sekitar pukul 13.00 WIB. Tas dan sepatu Alfan ditemukan di pinggir Sungai Brantas oleh KR (ayah RF).

* Senin, 5 Mei 2025: Warga menemukan jasad Alfan mengapung di Sungai Brantas Desa Bulang, Prambon, Sidoarjo. Kepala Desa Kedungmungal menerima kabar penemuan mayat tersebut dari warga sekitar pukul 16.00 WIB. Jasad Alfan ditemukan masih mengenakan seragam sekolah.

* Selasa, 6 Mei 2025: Jenazah Alfan dimakamkan sekitar pukul 03.00 WIB di rumah duka Dusun/Desa Kaligoro, Kutorejo, Mojokerto.

* Rabu, 7 Mei 2025: Kakak Alfan, Diki Sukono, melaporkan kematian Alfan ke Polres Mojokerto karena menemukan sejumlah kejanggalan, termasuk luka lebam di dada dan potongan rambut yang tidak wajar.

* Kamis, 22 Mei 2025: Hasil autopsi dari RS Bhayangkara Pusdik Sabhara menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad Alfan. Ditemukan lumpur di saluran pernapasan bawah, yang mengindikasikan Alfan meninggal karena tenggelam. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Balik Nama Kendaraan Bekas di Jatim  Bebas Bea

21 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Segini Ancar-ancar Harga Motor Listrik Nasional

21 Agustus 2026 - 18:58 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Warga RI Simpan 1.800 Ton Emas di Bawah Bantal, Nilainya Tembus Rp 4.460 T

20 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Guru PPPK Bisa Ikut Seleksi PNS, Purbaya Jamin APBN Aman

20 Agustus 2026 - 18:43 WIB

Siap-siap Kuota BBM Subsidi Turun Tajam Tahun 2027, Ini Alasannya

19 Agustus 2026 - 21:31 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Trending di News