Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Kapal Induk USS Gerald Ford Sudah Merapat di Pantai Haifa Israel, Angkut Persenjataan Mutakhir

badge-check


					Kapal induk USS Gerald Ford, kapal terancggih di dunia, saat ini telah tiba di pantai utara Haifa, Israel. Foto: ist Perbesar

Kapal induk USS Gerald Ford, kapal terancggih di dunia, saat ini telah tiba di pantai utara Haifa, Israel. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, HAIFA- Kapal induk USS Gerald R. Ford dilaporkan telah tiba di lepas pantai Israel, tepatnya di perairan dekat Haifa di pesisir utara, wilayah Israel.

Rute membentuk garis lengkung timur laut: Karibia → Azores (potensial) → Gibraltar → Kreta (32.2°N, 24.9°E) → Haifa (32.8°N, 35.0°E), jarak total sekitar 10.000 km laut selama 3 minggu.

Jalur ini peta dari Mediterania timur dengan garis tebal dari barat (Gibraltar) melewati Yunani ke pantai Israel utara.

Kapal ini bergerak dari Karibia, melintasi Atlantik ke Selat Gibraltar, lalu ke Laut Mediterania timur, singgah di Teluk Souda, Yunani, sebelum menuju Israel.

Pada akhir Februari 2026, USS Gerald R. Ford dijadwalkan merapat di Haifa sekitar 27 Februari untuk mendukung operasi militer AS di tengah ketegangan dengan Iran; kini kemungkinan masih di area tersebut atau baru ditarik pulang. Kehadirannya merupakan bagian dari strategi Presiden Donald Trump untuk memperkuat posisi AS di Timur Tengah.

Spesifikasi

USS Gerald R. Ford adalah kapal induk tercanggih di dunia berkat teknologi generasi baru yang menggantikan sistem lama kelas Nimitz.

Kapal ini menggunakan EMALS (Electromagnetic Aircraft Launch System), ketapel elektromagnetik yang lebih efisien, presisi tinggi untuk pesawat berat seperti F-35C, serta meningkatkan sortie hingga 33% dibanding sistem uap tradisional.

Dilengkapi Advanced Arresting Gear (AAG) untuk pendaratan lebih aman, plus Dual Band Radar (DBR) yang mengintegrasikan radar X-band AN/SPY-3 dan S-band untuk deteksi rudal serta pesawat musuh dari jarak jauh.

Ditenagai dua reaktor nuklir A1B yang efisien 25% lebih tinggi, memungkinkan kecepatan >30 knot tanpa batas jarak; otomasi mengurangi kru hingga 4.500 orang, plus kapasitas 75+ pesawat termasuk drone MQ-25.

Sistem SSDS terintegrasi dengan rudal ESSM, RAM, Phalanx CIWS, dan senapan mesin untuk lindungi dari ancaman udara, rudal, serta kapal musuh.

Kronologi Pergerakan

  • Awal Februari 2026: Berangkat dari Karibia menuju timur melintasi Atlantik.

  • Pertengahan Februari: Melintasi Selat Gibraltar memasuki Laut Mediterania.

  • 23-25 Februari: Tiba dan singgah di Teluk Souda dekat pulau Kreta, Yunani, untuk pengisian logistik.

  • 26 Februari: Berlayar dari Kreta menuju utara Israel.

  • 27 Februari: Tiba di lepas pantai Haifa, pesisir utara Israel (tidak merapat langsung ke pelabuhan). **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Diduga Peras Warga Terkait Judol, Dua Oknum Polisi Diamuk Warga di Gresik

17 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Insiden di Rolak 9 Sidoarjo, Motor Sudah Ditemukam tapi Korban Masih Hilang

17 Agustus 2026 - 16:00 WIB

ASN Wonosobo Sembunyikan 600 Kartu PKH dan Kuasai Uang Bansos 2018-2026

17 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Update Gempa Flores: 47 Korban Tewas, 5.000 Orang Mengungsi

16 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

Dapur SPPG Puri Mojokerto Meledak dan Terbakar, 5 Orang Terluka

16 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Massa Pesilat Serang Desa Plumbon Gambang, Dua Warga Lukaluka Kaca Mobil Kades Pecah

16 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Gempa Mag 7,7 Guncang Flores, Pemerintah: Waspadai Tsunami

15 Agustus 2026 - 09:15 WIB

Iran Mampu Bikin Dunia Krisis Teknologi bagi Dunia: Helium dan Hormuz

14 Agustus 2026 - 23:10 WIB

Trending di News