Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Headline

Jelang Waisak 12 Mei 2025, Memandikan Patung Budhha Tidur di Trowulan Mojokerto

badge-check


					Jelang peringatan dan perayaan hari Waisyak, pimpinan Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, memandikan patung Budhha Tidur, Rabu, 7 Mei 2025. Instagram@kabarmojokerto.id Perbesar

Jelang peringatan dan perayaan hari Waisyak, pimpinan Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, memandikan patung Budhha Tidur, Rabu, 7 Mei 2025. [email protected]

Penulis: Saifudin   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, MOJOKERTO- Tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025, mulai sekitar pukul 10.30 WIB sebagai rangkaian persiapan menyambut Hari Raya Waisak yang jatuh pada 12 Mei 2025. Tradisi ini rutin digelar setiap tahun menjelang Waisak.

Tradisi memandikan Patung Buddha Maha Paranibbana kembali digelar di Maha Vihara Mojopahit, Trowulan, Mojokerto. Prosesi ini bukan sekadar ritual, tapi juga lambang penyucian diri—pengingat agar manusia tak lupa membersihkan batinnya dari debu duniawi.

Patung Buddha Tidur, yang dibangun pada 1993 dan diakui sebagai terbesar di Indonesia, dibersihkan dengan air sabun, dibilas air bersih, dan disiram air kembang berisi mawar, melati, dan kenanga—simbol kesucian dan penghormatan.

Tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Maha Vihara Mojopahit, Mojokerto, merupakan ritual tahunan yang digelar menjelang perayaan Waisak. Patung ini dikenal sebagai rupang Buddha Maha Paranibbana dan menjadi salah satu ikon spiritual serta destinasi wisata religius di Indonesia.

Ritual diawali dengan pembacaan doa, lalu patung Buddha raksasa disiram air bunga yang disebut Kembang Macan Kerah-campuran mawar, melati, dan kenanga, yang melambangkan penyucian batin.

Prosesi ini melibatkan lima orang, termasuk warga muslim sekitar vihara, sebagai simbol harmoni antarumat beragama.

Setelah disiram air bunga, patung dibersihkan dengan kain lap, sikat, dan air bersih, termasuk relief pondasi patung.

Tradisi ini bukan sekadar membersihkan fisik patung, tetapi juga menjadi simbol penghormatan kepada Sang Buddha dan ajakan untuk membersihkan diri dari kekotoran batin menjelang Waisak.

“Filosofinya bahwa setiap manusia juga harus membersihkan batinnya sendiri,” jelas Pandita Maha Vihara Mojopahit, Saryono.

Tradisi ini menegaskan pentingnya penyucian batin dan kebersamaan lintas agama dalam menyambut hari suci Waisak di Mojokerto.

Tradisi ini menegaskan pentingnya penyucian batin dan kebersamaan lintas agama dalam menyambut hari suci Waisak di Mojokerto.

Air dan kembang yang digunakan dalam tradisi memandikan Patung Buddha Tidur di Mojokerto memiliki syarat khusus:

  • Air yang digunakan adalah air bersih, biasanya ditempatkan dalam beberapa ember untuk prosesi penyiraman.
  • Kembang yang dipakai adalah campuran bunga mawar, melati, kenanga, kantil, dan kembang Macan Kerah.
  • Fungsi utama kembang ini sebagai wewangian dan simbol ketidak-kekalan, serta sebagai persembahan sakral dalam ritual penyucian.
  • Kombinasi air bersih dan bunga-bunga tersebut menjadi syarat utama dalam pelaksanaan tradisi ini.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Trending di News