Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Iran Tunda Eksekusi Gantung, Setelah Ancaman dari AS, Ini Kata Donald Trump

badge-check


					Iran Tunda Eksekusi Gantung, Setelah Ancaman dari AS, Ini Kata Donald Trump Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TEHRAN, Pada hari Rabu, Presiden Donald Trump mengaku mendapat kabar bahwa Iran mulai menahan diri. Menurutnya, negara tersebut tidak lagi bertindak kasar pada pendemo dan menunda jadwal hukuman mati.

Kabar ini dilihat sebagai tanda meredanya suasana panas antara Amerika Serikat dan Iran yang hampir saja memicu perang.

Trump berkata di Kantor Oval pada 14 Januari, “Kami diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang berhenti. Pembunuhan itu telah berhenti, sedang berhenti, dan tidak ada rencana untuk eksekusi atau sebuah eksekusi atau eksekusi-eksekusi,”

Seperti diberitakan ABC News, Trump menyebut kabar itu datang dari “sumber-sumber yang sangat penting dari pihak lain.” Meski begitu, ia belum yakin sepenuhnya dan bilang, “Saya harap itu benar. Siapa yang tahu, kan?”

Ucapan Trump ini keluar tak lama setelah pejabat hukum Iran memberi sinyal bahwa pendemo yang ditangkap bakal segera diadili dan dihukum mati. Hal itu seolah melawan ancaman Trump sebelumnya yang menjanjikan “tindakan yang sangat tegas” jika hukuman mati tetap jalan.

Sementara itu, kelompok HAM Hengaw dari Norwegia memastikan bahwa Erfan Soltani belum jadi dieksekusi. Pemuda 26 tahun ini sebelumnya ditangkap saat ikut demo pada 8 Januari.

Menurut Amnesty International, Soltani divonis mati tanpa didampingi pengacara, dan keluarganya baru tahu soal rencana hukuman itu empat hari usai ia ditahan.

Hengaw menyebut hukuman itu “belum dilaksanakan dan telah ditunda,” walaupun banyak pihak masih sangat cemas memikirkan nasibnya.

Poin Penting

* Fakta Kasus: Erfan Soltani (26 tahun) ditangkap karena meneriakkan “Freedom” saat demo anti-pemerintah. Ia dijatuhi hukuman gantung tanpa kesempatan membela diri secara hukum. Eksekusi yang dijadwalkan Rabu, 14 Januari 2026, kini tertunda.

* Situasi Politik: Kasus ini terjadi di tengah gelombang protes besar yang memakan ribuan korban jiwa di Iran. Soltani adalah pendemo pertama yang divonis mati dalam kerusuhan terbaru ini. Dunia menilai proses hukum yang tertutup ini melanggar hak asasi manusia.

* Dampak: Hukuman mati tanpa sidang yang adil melanggar aturan dunia. Hal ini berisiko memicu kemarahan yang lebih besar dari rakyat Iran dan mengundang tekanan keras dari negara-negara Barat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News