Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Harga Memori Naik, Industri Ponsel dan Laptop Tertekan Mulai 2026

badge-check


					Bakal naik harga Perbesar

Bakal naik harga

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kabar kurang menyenangkan bagi calon pembeli ponsel dan laptop pada 2026. Laporan TrendForce, perusahaan riset pasar global, menyebut kenaikan harga memori akan menekan industri perangkat elektronik mulai awal 2026.

Kenaikan ini menjadi masalah besar. Bukan hanya karena harga perangkat bisa ikut naik, tetapi juga karena spesifikasi yang ditawarkan bisa diturunkan, terutama pada ponsel kelas menengah dan kelas bawah.

Saat ini, biaya memori memakan porsi yang semakin besar dari total biaya produksi atau Bill of Materials (BOM), karena itu, banyak merek mulai mempertimbangkan untuk menurunkan spesifikasi agar harga jual tetap terjangkau.

TrendForce memperkirakan bahwa sepanjang 2026, biaya DRAM (RAM) akan terus mengambil porsi yang lebih besar dari biaya produksi. Bahkan iPhone, yang dikenal memiliki margin keuntungan tinggi, juga akan terdampak tren ini.

Namun, produsen Android berada dalam posisi yang lebih sulit. Banyak merek Android menjadikan kapasitas RAM besar, seperti 12GB, sebagai nilai jual utama di ponsel kelas menengah.

Hal ini sangat terasa pada Xiaomi, karena 12GB RAM sudah menjadi konfigurasi umum di lini ponsel menengah mereka yang populer. Dengan naiknya harga memori, fitur unggulan ini berpotensi dikurangi atau bahkan dihilangkan.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa perusahaan seperti Xiaomi akan kesulitan mempertahankan harga yang kompetitif. Saat harga DRAM terus naik, produsen hanya punya dua pilihan utama: menaikkan harga ponsel baru, atau menurunkan spesifikasi perangkat.

Para analis memperkirakan bahwa segmen populer yang saat ini menggunakan RAM 8GB dan 12GB bisa kembali ke spesifikasi yang lebih rendah dan standar. Ini dianggap sebagai langkah mundur yang cukup besar.

Dampak paling besar akan dirasakan di pasar ponsel kelas bawah. Model-model murah diperkirakan akan kembali menggunakan RAM 4GB pada 2026, yang merupakan penurunan signifikan bagi konsumen dengan anggaran terbatas.

Masalah ini tidak hanya menimpa ponsel. Produsen laptop juga harus menyesuaikan lini produknya. Laptop dengan RAM yang disolder permanen, seperti ultrabook kelas atas, tidak bisa dengan mudah mengurangi kapasitas memori. Akibatnya, model-model ini diperkirakan akan mengalami kenaikan harga paling cepat dan paling besar.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

RI Dinobatkan Negara Paling Ramah ke-4 Dunia

29 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Rhoma Irama Siap Guncang Panggung Konser Guns N’ Roses

23 Oktober 2026 - 19:08 WIB

Totalitas Caitlin Halderman Bawa ‘The Hidden Hand’ Jadi Nomor Satu di Viu

22 Oktober 2026 - 19:09 WIB

Cerita Beragam Ini Deretan Dracin Pantas Ditonton

18 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Trending di Life Style