Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Hadapi Anomali Cuaca Disperta Jombang Hadirkan Ahli BMKG, Maksum Purwanto Beri Enam Saran untuk Petani Tembakau

badge-check


					Menghadapi anomali cuaca, Dispertan Jombang melakukan terobosan mengundang ahli dari BMKG, Ploso, Malang, untuk memberikan solusi  para petani tembakau di wilayah Jombang, Rabu 30 Juli 2025. Foto: Jombangkab.go.id Perbesar

Menghadapi anomali cuaca, Dispertan Jombang melakukan terobosan mengundang ahli dari BMKG, Ploso, Malang, untuk memberikan solusi para petani tembakau di wilayah Jombang, Rabu 30 Juli 2025. Foto: Jombangkab.go.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwanro

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Dinas Pertanian (Disperta)  Kabupaten Jombang menggelar kegiatan Pelatihan Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) Tembakau,  Rabu, 30 Juli 2025, pelatihan dilaksanakana di kantor dinas.

Tercatat sebanyak 250 petani tembakau dari lima kecamatan sentra tembakau, yaitu Kabuh, Ploso, Plandaan, Kudu, dan Ngusikan.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani dalam hal pengendalian dan penanganan serangan OPT pada tanaman tembakau, sekaligus memberikan informasi penting mengenai mitigasi dampak perubahan iklim terhadap budidaya tembakau.

Sebagai wujud kolaborasi lintas lembaga, Dinas Pertanian Jombang menggandeng dua institusi strategis, yaitu Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan (BBTP) Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian serta BMKG Karangploso, Malang.

Maksum Purwanto adalah seorang meteorolog dan pengamat geofisika di BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Indonesia). Ia memegang posisi sebagai PMG Muda (posisi profesional meteorologi) dan memiliki latar belakang pendidikan S.Si (Sarjana Sains).

Ia sering menjadi narasumber BMKG dalam berbagai kesempatan, termasuk penjelasan mengenai fenomena cuaca seperti “kemarau basah” di Jawa Timur, yaitu kondisi saat curah hujan tetap tinggi meskipun memasuki musim kemarau.

Maksum Purwanto menjelaskan bahwa fenomena ini bukan disebabkan oleh El Nino atau La Nina, melainkan dipengaruhi oleh gelombang atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation dan Equatorial Rossby Waves.

Selain itu, ia juga memberikan wawasan meteorologi terkait gangguan atmosfer dan pola hujan di Jawa Timur, seperti penjelasan tentang hujan yang terjadi karena gelombang Rossby di wilayah Malang.

Singkatnya, Maksum Purwanto adalah meteorolog BMKG yang kredibel dan aktif dalam komunikasi publik serta analisis fenomena cuaca dan iklim di Indonesia.

Dalam sesi pemaparan, Maksum Purwanto, narasumber dari BMKG Karangploso, menyampaikan bahwa tanaman tembakau secara alami tumbuh optimal pada musim kemarau, karena karakteristiknya yang tidak membutuhkan banyak air.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim kemarau tahun ini mengalami kemunduran akibat dampak El Nino, sehingga membutuhkan penyesuaian strategi budidaya.

Ia menyampaikan enam langkah strategis dalam menghadapi anomali cuaca:

  • Penggunaan teknologi irigasi untuk efisiensi air,
  • Pemilihan varietas tembakau yang toleran terhadap stres lingkungan,
  • Pengelolaan tanah secara optimal,
  • Penggunaan mulsa untuk menjaga kelembaban tanah,
  • Pemantauan kondisi cuaca secara berkala, dan
  • Koordinasi intensif dengan penyuluh pertanian guna mendapatkan rekomendasi teknis yang tepat.

Sementara itu, Asri Wuryati, POPT dari Balai Besar Perbenihan dan Proteksi Perkebunan Provinsi Jawa Timur, menekankan pentingnya pengamatan lapangan secara rutin untuk mencegah serangan OPT.

“Petani harus aktif melakukan pengendalian sesuai arahan dari POPT dan PPL untuk menekan risiko gagal panen,” ujarnya.

Dengan memahami dan menerapkan strategi yang telah disampaikan, diharapkan para petani dapat tetap memperoleh hasil panen tembakau yang optimal meskipun menghadapi tantangan dari cuaca ekstrem dan serangan OPT.

Dinas Pertanian Jombang berharap pelatihan ini menjadi langkah awal dalam penguatan ketahanan petani tembakau menghadapi dinamika iklim dan tantangan teknis di lapangan.

Produksi

Produksi tembakau di Kabupaten Jombang pada tahun 2025 diperkirakan akan mendekati atau sedikit meningkat dari capaian tahun 2024. Data tahun 2024 menunjukkan luas lahan tanam tembakau mencapai sekitar 6.154 hektar dengan produktivitas daun basah antara 17 hingga 20 ton per hektar. Total produksi pada 2024 tercatat sekitar 91.667 ton daun basah.

Dukungan dari Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian, termasuk alokasi anggaran APBD untuk sarana budidaya dan peningkatan kapasitas petani, serta bantuan pupuk NPK sebanyak 350 ton untuk petani tembakau di tahun 2025, diharapkan dapat menjaga atau meningkatkan produksi ini.

Belum ada angka mutakhir spesifik tahun 2025 yang sudah pasti, berdasarkan tren dan dukungan pemerintah, produksi tembakau Jombang tahun 2025 diperkirakan berada di kisaran sekitar 90.000 ton daun basah atau lebih. **

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Korban PHK Masih Dapat Gaji Selama 6 Bulan, Ini Syaratnya

16 Juni 2026 - 20:36 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

KA Pandalungan 2 Relasi Gambir-Jember Mulai 18 Juni, Diskon 30 Persen

15 Juni 2026 - 20:32 WIB

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Harga BBM Pertamina, Shell, dan BP Pekan Ketiga Juni 2026, Ini Daftar Lengkapnya

15 Juni 2026 - 20:18 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Trending di News