Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Ganjuran Tradisi Wanita Melamar Pria di Lamongan Ada Sejak Pertengahan Abad 17

badge-check


					Tradisi ganjuran, pihak wanita melamar pria calon pengantin. Foto: unair.ac. Perbesar

Tradisi ganjuran, pihak wanita melamar pria calon pengantin. Foto: unair.ac.

Penulis: Agus Adi Santoso | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, LAMONGAN – Desa Ngambeg, Kecamatan Pucuk, Lamongan, Jawa Timur, masih mempertahankan tradisi ganjuran, dari pertengahan abad 17.hingga sejaara,  tradisi wanita melamar mempelai pria.

Tradisi ini merupakan warisan dari masa pemerintahan Raden Panji Puspokusumo pada abad ke-17, yang mengedepankan peran perempuan dalam proses lamaran.

Masyarakat setempat percaya bahwa Ganjuran mencerminkan identitas dan kearifan lokal mereka, serta berfungsi sebagai alat pendidikan dan pengawasan sosial.
Selain itu, tradisi ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antar keluarga dan komunitas.
Tokoh adat yang dapat menjelaskan tradisi Ganjuran di Lamongan adalah Muhammad Navis Abdurrouf, seorang pemerhati sejarah Lamongan. Ia menguraikan asal-usul tradisi ini yang berakar dari kisah Raden Panji Puspokusumo dan putra kembarnya, Panji Laras dan Panji Liris, yang menolak lamaran dari putri kembar Bupati Wirosobo.
Tradisi Ganjuran di Lamongan berasal dari kisah Raden Panji Puspokusumo, Bupati Lamongan III (1640-1665), yang memiliki dua putra kembar, Panji Laras dan Panji Liris. Keduanya terkenal tampan dan menarik perhatian dua putri kembar dari Bupati Wirosobo, Andanwangi dan Andansari.
Ketika lamaran ditolak karena keinginan kedua pangeran untuk tetap melajang, Bupati Lamongan memberikan syarat berat agar para putri membawa gentong sebagai syarat lamaran.
Cerita ini berkisar pada dua pangeran kembar, Panji Laras dan Panji Liris, yang menjadi idola banyak gadis dari berbagai kalangan. Proses lamaran dalam tradisi ini melibatkan keluarga perempuan yang mengunjungi keluarga laki-laki untuk menyatakan niat baik mereka.Njaluk: Keluarga perempuan mendatangi keluarga laki-laki untuk menanyakan niat baik mereka.

Ngganjur: Setelah disetujui, keluarga perempuan kembali untuk meminang secara resmi.

Penutupan: Menentukan hari baik pernikahan dan membagikan jajanan kepada tetangga sebagai tanda bahwa lamaran telah diterima.

Tradisi Ganjuran memiliki makna simbolik yang dalam, termasuk mempererat tali silaturahim antar keluarga dan mengikat hubungan antara dua keluarga. Ini juga mencerminkan kekuasaan perempuan dalam konteks sosial di Lamongan.

Ubarampe atau perlengkapan dalam tradisi Ganjuran mencakup berbagai makanan dan barang simbolis seperti: gula dan kopik, ketan salak, pisan, roti, kalender. Pelestarian tradisi Ganjuran dilakukan melalui pewarisan turun-temurun dan pemanfaatan media sosial untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang tradisi ini kepada generasi muda.

Meskipun saat ini tradisi ini mulai tergerus oleh perkembangan zaman, keunikan dan nilai-nilai yang terkandung dalam Ganjuran tetap menjadi bagian penting dari budaya masyarakat Lamongan.
Tradisi ini pernah ditulis dalam  jurnal Morfologi, Fakultas Sastra dan Seni Universitas Negeri Surabaya, berjudul: Tradisi Ganjuran di Desa Ngambeg Kecamatan Pucuk Kabupaten Lamongan (Teori Folklor) ditulis oleh Vina Tri Agustiningrum dan Sukarman.**
Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Mobil Peserta Drag Rage Hilang Kendali, Enam Penonton Tewas Tertabrak 11 Lukaluka di Kotamobagu

9 Agustus 2026 - 21:10 WIB

300 Ojol Kota Malang Antusias Sambut Pembebasan Tunggakan PKB

9 Agustus 2026 - 19:53 WIB

Menelisik Akar Terorisme (47): Hector Pahlawan Troya Mati Ketakutan

9 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Ilustrasi. Foto: ist

PPh 22 Ditunda, Tokopedia Refund Dana Pajak Penjual Paling Lambat 30 September

9 Agustus 2026 - 19:34 WIB

Beroperasi Pakai Ambulans, Petugas Satpol PP Tangkap Pencuri Bangku di Taman Mundu Surabaya

9 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Deposit Judol Saat Piala Dunia Tembus Rp 1,02 Triliun

9 Agustus 2026 - 19:24 WIB

Diduga Praktek Mafia Hukum, Istri Cari Keadilan Tiba-tiba Jadi Pengaju Gugatan Cerai di PA Karawang

9 Agustus 2026 - 18:44 WIB

OTT KKP Banjarmasin, KPK Dapat Setoran Rp8,3 M dari Saksi yang Namanya Dirahasiakan

8 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Semburan Lumpur Pekat di Oro-oro Kesongo Blora Bergemuruh Mencapai 20 Meter

7 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Trending di News