Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Fenomena Cagongjok di Korea, Bikin Starbucks Ambil Langkah Tegas

badge-check


					Ilustrasi nongkrong di Cafe, Perbesar

Ilustrasi nongkrong di Cafe,

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SEOUL– Cagongjok adalah istilah Korea yang menggabungkan kata “kafe”, “gongbu” (belajar), dan “jok” (suku), yang berarti “suku orang yang belajar atau bekerja di kafe.” Istilah ini merujuk pada individu yang menghabiskan waktu lama di kafe, seringkali memperlakukan ruang-ruang ini seperti kantor pribadi.

Tren ini menjadi sangat menonjol di Korea Selatan selama dan setelah pandemi COVID-19, karena semakin banyak orang bekerja jarak jauh dan sering mengunjungi kafe untuk bekerja atau belajar.

Fenomena cagongjok telah menyebabkan masalah di mana beberapa pelanggan membawa peralatan kerja yang besar seperti komputer desktop, printer, dan partisi monitor sehingga mengubah kafe menjadi kantor darurat.

Penggunaan yang ekstrem ini telah memicu keluhan dari pemilik kafe dan pelanggan lain karena mengurangi tempat duduk dan sumber daya yang tersedia, seperti listrik, yang oleh beberapa kritikus disebut sebagai “pencurian listrik”.

Karena kekhawatiran ini, Starbucks Korea telah menerapkan kebijakan yang melarang pelanggan membawa perangkat besar seperti komputer desktop dan printer untuk menjaga lingkungan yang seimbang dan nyaman bagi semua pelanggan.

Meskipun laptop, tablet, dan ponsel masih diperbolehkan, peralatan besar yang mendominasi ruang dilarang untuk menjaga suasana kafe sebagai “ruang ketiga” antara rumah dan tempat kerja tempat untuk bersantai dan bersosialisasi santai.

Cagongjok menyoroti pergeseran yang lebih luas dalam pasar tenaga kerja, biaya perumahan, dan budaya kerja Korea Selatan, termasuk terbatasnya ketersediaan ruang kantor di Seoul, kenaikan sewa kantor, dan semakin diterimanya kerja jarak jauh atau coworking di lingkungan nontradisional seperti kafe.

Singkatnya, cagongjok merepresentasikan tren budaya dan sosial suku-suku yang bekerja atau belajar di kafe di Korea Selatan, yang telah menyebabkan perubahan kebijakan kafe yang bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan pekerja jarak jauh dan pelanggan lainnya.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Sydney Sweeney Masuk Favorit Bond Girl 2026

9 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Facebook Berubah Jadi Mirip TikTok, Isinya Video Semua

7 Oktober 2026 - 21:28 WIB

Tulisan Angelina Jolie Bikin Pusing Netizen

5 Oktober 2026 - 20:03 WIB

“The Lisa Effect”: Strategi Ekonomi Pariwisata Thailand Hasilkan Nilai Publisitas Rp258 Miliar

1 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Jatim Park Group dan Investor Malaysia Bangun Aquarium Underwater Senilai Rp120 Miliar

24 September 2026 - 20:11 WIB

Adegan Berani Nana di “The Scandal” Picu Perdebatan Netizen

22 September 2026 - 19:55 WIB

Solar MAMAMOO Jadi Korban Teror Kursi Terbang di Los Angeles

20 September 2026 - 18:10 WIB

Baifern Pimchanok Siap Menghibur di Film Action-Romance Terbaru ‘My Dearest Assassin’

15 September 2026 - 18:07 WIB

Miss Indonesia Audrey Bianca Raih Prestasi di Panggung Dunia

8 September 2026 - 18:59 WIB

Trending di Life Style