Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Internasional

FBI Tawarkan Hadiah Rp1,6 miliar untuk Informasi Pembunuh Charlie Kirk

badge-check


					Terduga pembunuh Charle Kirk Perbesar

Terduga pembunuh Charle Kirk

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Biro Investigasi Federal (FBI) menawarkan hadiah hingga US$100.000 atau lebih dari Rp1,6 miliar bagi siapa pun yang bisa memberikan informasi keberadaan pelaku penembakan aktivis sayap kanan Amerika Serikat, Charlie Kirk. Langkah ini ditempuh karena hingga kini tersangka masih buron.

Penyidik merilis foto dan rekaman video sosok yang diduga adalah pelaku. Dalam rekaman yang dipublikasikan Departemen Keamanan Publik (DPS) Utah, terlihat seseorang berlari di atas atap gedung sekolah sebelum turun dan masuk ke area berhutan.

Komisaris DPS Utah Beau Mason mengatakan, tersangka meninggalkan bekas telapak tangan, noda yang berpotensi berisi DNA, serta jejak sepatu Converse.

Senapan yang diyakini digunakan dalam penembakan ditemukan di area berhutan tersebut. Namun, keberadaan pelaku masih misterius.

“Kami tidak tahu apakah tersangka masih di Utah atau sudah menyeberang ke negara bagian lain,” kata Mason kepada NBC News.

Gubernur Utah Spencer Cox meminta publik turut membantu penyelidikan. “Kami tidak bisa melakukan pekerjaan kami tanpa bantuan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Cox, FBI sudah menerima lebih dari 7.000 laporan dan petunjuk. Ini adalah informasi dari publik terbesar sejak peristiwa pengeboman di Boston Marathon 2013.

Charlie Kirk ditembak mati pada Rabu lalu (10/9) saat berbicara di Utah Valley University, Orem, dalam acara yang dihadiri sekitar 3.000 orang.

Pendiri Turning Point USA yang juga loyalis Presiden AS Donald Trump itu tengah menjalani tur bertajuk American Comeback Tour ketika peluru yang ditembakkan dari atap sebuah gedung mengenai lehernya.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Luana Lopes Lara, Mantan Balerina ke Miliarder Paling Tajir, Kalahkan Taylor Swift

6 September 2026 - 18:16 WIB

Google Lakukan Ribuan Perubahan Sistem Setiap Tahun, Siapa Diuntungkan?

3 September 2026 - 19:28 WIB

Bill Gates Peringatkan, AI Dapat Membuat Bencana Ekonomi

28 Agustus 2026 - 19:07 WIB

Ratu Suthida Bikin Sejarah, Jalani Latihan Solo dengan Jet Tempur JAS 39 Gripen

27 Agustus 2026 - 19:08 WIB

Era Baru Robotika: Ketika Kecepatan Lari Robot Salip Rekor Usain Bolt

23 Agustus 2026 - 19:21 WIB

Ilmuwan Tiongkok Menciptakan Berlian yang Tak Bisa Dihancurkan

19 Agustus 2026 - 21:42 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Kereta Cepat Tiongkok Pecahkan Rekor Akselerasi dari 0 hingga 800 km/jam dalam 5 detik

16 Agustus 2026 - 18:47 WIB

PM Australia Minta Maaf karena Mengatakan Akan ‘Berhubungan Seks’ dengan Kylie Minogue

7 Juli 2026 - 19:22 WIB

Trending di Internasional