Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Efek Mengerikan di Otak Usai 4 Hari Makan Junk Food

badge-check


					Junkfood mengacaukan otak (IST) Perbesar

Junkfood mengacaukan otak (IST)

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Kabar buruk buat para pencinta cheeseburger dan kentang goreng: otakmu bisa terkena dampak yang lebih mengerikan dari sekadar timbangan yang terus naik. Studi terbaru menunjukkan bahwa hanya empat hari konsumsi junk food sudah cukup untuk memicu perubahan signifikan di pusat kendali otak.

Peringatan ini datang dari penelitian terbaru tim ilmuwan di University of North Carolina (UNC) School of Medicine. Mereka menemukan bahwa pola makan tinggi lemak dapat “mengubah neuron” di bagian otak yang berfungsi sebagai pusat memori, yaitu hippocampus.

Perubahan ini meningkatkan risiko gangguan kognitif jangka panjang seperti demensia dan Alzheimer.

Tim riset yang dipimpin oleh profesor farmakologi Juan Song, PhD, bersama Taylor Landry, PhD sebagai penulis pertama, melakukan uji coba terhadap tikus percobaan diberi pola makan tinggi lemak yang meniru pola makan junk food, sebelum kemudian menjalani serangkaian tes perilaku.

Hasilnya, hanya dalam empat hari menjalani diet tersebut, para peneliti menemukan bahwa sekelompok neuron tertentu yang disebut CCK interneurons di pusat memori otak (hippocampus) menjadi luar biasa aktif setelah terpapar pola makan tinggi lemak (high-fat diet atau HFD).

Peningkatan aktivitas ini terjadi karena otak kehilangan kemampuan untuk menyerap glukosa (gula) dengan baik. Bahkan setelah hanya beberapa hari menjalani pola makan khas Barat, seperti cheeseburger dan kentang goreng, proses memori di hippocampus sudah terganggu.

Studi ini juga menyoroti peran penting protein PKM2, yang mengatur bagaimana sel otak menggunakan energi, dalam memicu efek berbahaya tersebut.

“Kami sudah tahu bahwa pola makan dan metabolisme bisa memengaruhi kesehatan otak, tapi kami tidak menyangka akan menemukan kelompok sel otak yang begitu spesifik dan rentan, yaitu CCK interneurons di hippocampus, yang langsung terganggu hanya karena paparan diet tinggi lemak jangka pendek,” kata Song, yang juga anggota UNC Neuroscience Center.

“Hal yang paling mengejutkan bagi kami adalah seberapa cepat sel-sel ini berubah aktivitasnya saat suplai glukosa ke otak menurun, dan bagaimana perubahan itu saja sudah cukup untuk merusak daya ingat,” tambahnya.
Ilustrasi anak muda mengkonsumsi junk food seperti burger dan ketang goreng. (Foto: iStock/gmast3r)

Temuan ini menunjukkan bahwa makanan berlemak tinggi dapat mulai mengubah fungsi otak hampir seketika, jauh sebelum muncul tanda-tanda kenaikan berat badan atau diabetes.

Penelitian ini juga menekankan betapa sensitifnya sirkuit memori terhadap pengaruh makanan, dan menyoroti betapa pentingnya peran nutrisi dalam menjaga kesehatan otak.

Lebih lanjut, para peneliti menemukan bahwa intervensi melalui berbagai tipe diet, seperti puasa intermiten maupun diet tinggi lemak, cukup untuk menormalkan aktivitas CCK interneurons dan meningkatkan fungsi memori.

“Dalam jangka panjang, strategi seperti ini bisa membantu mengurangi beban kasus demensia dan Alzheimer yang terkait gangguan metabolik, sekaligus menawarkan pendekatan yang lebih menyeluruh untuk menjaga tubuh dan otak tetap sehat,” ujar Song.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style