Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Dolar Sentuh Rp 17.000 Minyak US$112/ Barel, Purbaya: Ekonomi Masih Ekspansif, Daya Beli Terjaga

badge-check


					Menteri Keuangan,  Purbaya Yudhi Sadewa . Foto: kredonews.com/dok Perbesar

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa . Foto: kredonews.com/dok

Penulis: Tanasyafira L. Tirani |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA–  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan komentar terkait pelemahan rupiah mendekati atau tembus Rp17.000 per dolar AS  9 Maret 2026,

Purbaya menyatakan pelemahan rupiah ke Rp17.000 disebabkan sebagian ekonom mengklaim Indonesia sedang resesi seperti 1997-1998, sehingga daya beli dianggap hancur.

Ia menyampaikan ini saat ditemui wartawan di Tanah Abang, Jakarta, menanggapi depresiasi 0,31% ke Rp16.953 per US$ pada pukul 14:14 WIB.

Ia menegaskan ekonomi masih ekspansi, daya beli terjaga, dan kondisi jauh dari krisis saat ditemui di Pasar Tanah Abang, Jakarta.

Optimisme

Pada Januari 2026 saat rupiah di Rp16.955, Purbaya optimistis rupiah segera menguat karena fundamental ekonomi kuat, IHSG capai all-time high 9.133, dan aliran dana asing masuk.

Ia menolak spekulasi soal independensi BI dan yakin pertumbuhan ekonomi capai 6% tahun ini.

Kurs

Nilai tukar dolar AS yang mencapai Rp17.000 dan harga minyak dunia di kisaran US$112 per barel menandakan tekanan ekonomi signifikan bagi Indonesia saat ini.

Rupiah melemah tajam akibat penguatan dolar global, sementara kenaikan harga minyak memicu inflasi impor yang lebih parah.

Status Nilai TukarPada 9 Maret 2026, dolar AS menguat 0,50% ke level Rp17.009 menurut data Bloomberg, setelah sebelumnya ditutup di Rp16.925 pada 6 Maret.

Bank-bank besar seperti Mandiri, BNI, BRI, dan BCA juga menjual dolar di kisaran Rp17.000 pada awal Maret.

Pelemahan ini sempat menyentuh Rp17.000 di pasar awal pekan, dipicu sentimen risk-off global.

Dampak Harga MinyakHarga minyak Brent mencapai US$112 per barel memperburuk situasi karena Indonesia bergantung pada impor energi.

Ini memicu imported inflation, terutama untuk BBM, LPG, dan bahan baku industri.

Biaya logistik serta harga bahan pokok impor seperti gula dan daging berpotensi naik pasca-Lebaran 2026

Inflasi meningkat karena biaya impor melonjak, erosi daya beli kelas menengah bawah.

Harga barang elektronik, obat-obatan, dan pangan impor naik, tanpa kenaikan pendapatan seimbang.

Pertumbuhan ekonomi berisiko di bawah target 5,2%, dengan suku bunga BI potensial naik.

Pemerintah dan BI diantisipasi intervensi melalui kebijakan devisa hasil ekspor (DHE) serta diversifikasi impor untuk stabilisasi. **

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

KH Nurul Huda Djazuli Pimpin AHWA: Putuskan KH Miftachul Akhyar Kembali Duduki Rais Aam PB NU 2026-2031

31 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Bahar Smith Tantang Duel Hercules: Memperkusut Kasus Hukum Tewasnya Bambang Setiawan

30 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Elon Musk: Blindsight Implant bagi Penyandang Kebutaan Bisa Melihat

30 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Travel ITS Group Telantarkan 196 Jamaah Umrah di Juanda dan Jombang

30 Agustus 2026 - 17:51 WIB

Ricuh 30 Menit di Muktamar NU, Massa Pakai Kaos Gambar Bakal Calon Terbalik

30 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Warga Wonorejo Temukan Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Sungai

30 Agustus 2026 - 14:38 WIB

13 Pelanggaran yang Masuk RUU Perampasan Aset

30 Agustus 2026 - 13:57 WIB

Berdasarkan CCTV, Netizen Menduga Kelompok GRIB Pelaku Penganiayaan Bambang Setyawan

29 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Diduga Preman Mengeroyok secara Sadis Bambang Setyawan dalam Kericuhan Aksi Unjuk Rasa

29 Agustus 2026 - 11:01 WIB

Trending di News