Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Dokter Tegas Bantah Isu Vaksin HPV Bikin Mandul hingga Menopause

badge-check


					Vaksin lindungi wanita dari kanker leher rahim Perbesar

Vaksin lindungi wanita dari kanker leher rahim

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ketua Umum Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Prof Dr dr Yudi Mulyana Hidayat, dengan tegas membantah isu yang menyebut vaksin human papillomavirus (HPV) dapat menyebabkan kemandulan dan menopause dini.

“Apakah vaksin HPV itu dihubungkan dengan kemandulan atau dengan menopause dini dan sebagainya, semua itu hanya mitos. Tidak fakta,” kata Prof Yudi dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta, Rabu (25/6/2025).

Ia menekankan, hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah yang mendukung anggapan jika vaksin HPV menyebabkan gangguan kesuburan.

Terkait waktu pemberian vaksin, Prof Yudi menjelaskan vaksin HPV sebaiknya diberikan setelah melahirkan. Bukan tanpa alasan, hal ini karena untuk memastikan pembentukan antibodi atau perlindungan yang maksimal. Bukan karena akan menganggu perkembangan janin yang dikandung.

“Kenapa tidak diberikan pada wanita hamil, karena pada wanita itu sistem kekebalan tubuhnya sedang jelek. Sehingga kalau diberikan vaksin, nanti antibodi terbentuknya tidak optimal,” jelasnya.

Terkait vaksin HPV yang dinilai sangat penting, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan, sebab kematian akibat kanker leher rahim atau kanker serviks dapat dicegah, salah satunya melalui imunisasi HPV.

Mengutip siaran resmi Kementerian Kesehatan, kanker serviks adalah jenis penyakit kanker dengan kasus terbanyak kedua di Indonesia. Setiap tahun diperkirakan ada lebih dari 36.000 kasus baru, dengan 70% di antaranya ditemukan sudah dalam stadium lanjut.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style