Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

China Batasi Drama Romansa CEO, Dorong Konten Lebih Realistis

badge-check


					Drama CEO Perbesar

Drama CEO

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA-
Otoritas China baru saja mengeluarkan pedoman baru untuk mengatur drama pendek romansa bertema CEO. Aturan ini menegaskan larangan menampilkan pernikahan dengan orang kaya atau keluarga berkuasa sebagai sesuatu yang patut diagungkan.

Kreator diingatkan agar tidak menonjolkan kekayaan, kekuasaan, atau gaya hidup hedonis demi menciptakan daya tarik, sebagaimana dilaporkan akun WeChat Guangdianshijie yang berafiliasi dengan China Press and Publishing Media Group.

Administrasi Radio dan Televisi Nasional (NRTA) menekankan prinsip realisme dalam produksi drama pendek, terutama yang menggambarkan dunia bisnis. Kreator diminta tidak menyamarkan cerita absurd dengan dalih realisme atau memakai teknik artistik berlebihan untuk membangun plot aneh yang minim nilai, karena dapat menyesatkan persepsi publik tentang pengusaha China dan merusak citra komunitas tersebut.

NRTA mendorong agar kisah pengusaha, baik tokoh sejarah maupun kontemporer, lebih diangkat dibandingkan cerita romansa, konflik keluarga, atau pernikahan demi kekayaan. Pengawasan juga diperketat dengan mengurangi jumlah produksi, meningkatkan kualitas, serta melarang judul sensasional seperti “CEO dominan” untuk menarik penonton.

Drama pendek dilarang mempromosikan materialisme, kesuksesan instan, kekayaan mendadak, atau pandangan “mendapatkan sesuatu tanpa usaha”. Tema dan karakter utama harus selaras dengan nilai arus utama masyarakat.

Pembatasan ini muncul karena genre romansa CEO dianggap terlalu fantasi dan tidak realistis, serta berpotensi menumbuhkan ekspektasi berbahaya di kalangan muda, misalnya anggapan bahwa kekayaan bisa menyelesaikan semua masalah atau membawa kemewahan instan lewat hubungan romantis. Kritik juga menilai genre ini mendorong konsumerisme dan memengaruhi pandangan tentang cinta, mobilitas sosial, hingga nilai pernikahan.
Sejak 2024, drama romansa CEO sempat meledak di platform digital dengan format episode pendek yang adiktif. Namun, pengulangan plot klise miliarder tampan jatuh cinta pada perempuan sederhana memicu pengawasan ketat. Kini, industri hiburan China mulai menyesuaikan diri dengan membatasi trope tersebut, menandai pergeseran menuju konten digital yang lebih realistis dan membumi.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style