Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Bawa Golok Tantang Duel Warga Geram Lalu Mengakhiri Hidup Samson

badge-check


					Petugas kepolisian Sukabumi, Jawa Barat, melakukan evakuasi jasad Samson, 33, yang tewas dikerayok masaa di Kampung Cihurang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (21/2) malam. Insgtagram@info.negri Perbesar

Petugas kepolisian Sukabumi, Jawa Barat, melakukan evakuasi jasad Samson, 33, yang tewas dikerayok masaa di Kampung Cihurang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat (21/2) malam. [email protected]

Penulis: Adi Wardhono   |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SUKABUMI-  Pria bernama Samson, 33, seorang preman di Kampung Cihurang, Kabupaten Sukabumi, tewas dikeroyok oleh massa pada malam Jumat, 21 Februari 2025. Peristiwa ini terjadi setelah Samson berperilaku mengancam warga sambil membawa golok dan mondar-mandir di sekitar permukiman, yang membuat warga merasa resah dan terancam.

Sebelum kejadian, Samson sempat meninggalkan anaknya yang berusia dua tahun dan pergi ke masjid untuk pamit3. Ketika warga mencoba menegurnya, ia tidak mengindahkan dan malah menyatakan bahwa ia sedang mencari seseorang untuk duel.

Situasi semakin memanas ketika tindakan provokatifnya memicu kemarahan warga, yang akhirnya bersatu untuk melawan setelah merasa terancam.

Setelah dikeroyok, jenazah Samson ditemukan dalam kondisi penuh luka di dekat selokan dan sudah dievakuasi ke rumah sakit untuk diautopsi. Kasus ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian yang berupaya mengembangkan informasi lebih lanjut mengenai insiden tersebut

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi mengembangkan kasus tewasnya seorang Samson,  preman akibat dikeroyok massa di Kampung Cihurang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat pada Jumat malam, 21 Februari 2025.

“Kami masih mengembangkan kasus tewasnya Samson akibat aksi massa di Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan,” kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Iptu Hartono di Sukabumi, Sabtu, 22 Februari 2025.

Menurut Hartono, saat ini jenazah Samson sudah dievakuasi ke RSUD Palabuhanratu dan rencananya akan dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati Jakarta untuk dilakukan autopsi.

Informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, aksi massa yang mengakibatkan tewasnya preman kampung ini berawal ulah Samson yang membuat resah warga.

Di mana pria yang juga tinggal di Kampung Cihurang ini mondar-mandir sembari menenteng golok di sekitar permukima warga. Bahkan, pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor yang berpapasan dengan Samson memilih untuk menjauh khawatir menjadi sasaran kemarahan Samson.

Beberapa warga pun mencoba menegur preman kampung ini, namun bukannya mendengar teguran tersebut, Samson dengan santai menjawab bahwa dirinya sedang mencari seseorang yang baru saja duel dengannya.

Diduga lawan duel Samson bukan merupakan warga kampung setempat.

Pemuda yang sering berurusan dengan hukum ini juga meminta kepada masyarakat untuk tidak ikut campur dan lebih baik diam karena itu bukan urusan warga

Diduga aksi Samson yang semakin membuat resah warga, kemudian tiba-tiba datang massa yang langsung mengeroyoknya. Beberapa warga sekitar yang menyaksikan peristiwa itu melihat Samson dikeroyok oleh puluhan orang bahkan bertambah

Samson yang terdesak mencoba melawan, tetapi karena jumlah massa yang banyak akhirnya ia pun terkapar di aspal dekat selokan dengan kondisi tubuhnya penuh dengan luka

Tidak berselang lama personel Satreskrim Polres Sukabumi bersama Polsek Simpenan tiba di lokasi untuk memeriksa kondisi Samson, namun ternyata sang preman ditemukan sudah tidak bernyawa.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Banyak Polemik, Pemerintah Akan Kaji Ulang Penentuan Desil

21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

KPK Angkut Rektor dan Wakil ke Gedung Jakarta, Hasil OTT di Unsoed Purwokerto

21 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Sadis Bully Pelajar di Kebumen: Pelaku Simpan 15 Rekaman, Motif Cemburu

21 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Ferry Irwandi & Ekspedisi KitaBisa Tiba di Flores: Salurkan Donasi Rp4 Miliar untuk Korban Gempa

19 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Rumahmu Bisa Jadi Server Dunia, Pasif Income Rp393 Juta/ Tahun

19 Agustus 2026 - 20:29 WIB

RS Terapung Ksatria Airlangga Galang Dana Bantuan Korban Gempa Flores

19 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Menelisik Akar Terorisme (49): Perang Zuku, Hingga Manusia Terakhir

19 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Sidang Daycare Little Aresha, Jaksa: Bayi Diikat, Makanan Sisa Dibubur Kembali

19 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Upacara 17 Agustusan Paling Nyeleneh: Kursi VIP di Gedung Sate untuk Petani, Nelayan, Tukang Sapu dan Rakyat Jelata

18 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Trending di News