Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Batalkan Beli Black Hawk, Raja Malaysia Sebut Mantan Jenderal Jadi Salesman

badge-check


					Raja Malaysia Perbesar

Raja Malaysia

Penulis: Satwiko Rumekso : Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, SURABAYA-Raja Malaysia Sultan Ibrahim Sultan Iskandar telah memerintahkan Kementerian Pertahanan untuk membatalkan rencana pengadaan helikopter Black Hawk yang berusia lebih dari 30 tahun, menyamakannya dengan “peti mati terbang”.

Dalam komentarnya yang tajam pada hari Sabtu (16/8), Raja juga mengecam “agen dan penjual” di Kementerian Pertahanan, memperingatkan mereka untuk tidak menipu dirinya.

Raja berpidato di sebuah parade di Mersing, Johor, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-60 Resimen Layanan Khusus Malaysia.

Sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Malaysia, Sultan Ibrahim mengingatkan Kementerian Pertahanan untuk “tidak mengulangi kesalahan masa lalu” dalam pengadaan.

Ia mencontohkan pembelian pesawat SkyHawk oleh Malaysia pada tahun 1980-an.

Malaysia dilaporkan telah membeli 88 jet era Perang Vietnam dari Amerika Serikat, yang hanya 40 unit yang diperbarui dan dioperasikan.

Kantor berita negara Bernama melaporkan bahwa jet-jet tersebut kemudian dipensiunkan karena tingkat kecelakaan yang tinggi.

“Apakah kita akan menempatkan pilot kita di ‘peti mati terbang’? Pikirkan sendiri,” kata Sultan Ibrahim.

“Saya yakin semua ini terjadi karena Kementerian Pertahanan penuh dengan agen atau mantan jenderal yang menjadi salesman. Bahkan ada perusahaan tekstil yang ingin menjual drone kepada kami.”

“Jika kita harus mengikuti harga perantara (yang meningkat) dalam setiap pengadaan, maka alokasi yang ada tidak akan mencukupi. Jadi jangan coba-coba membodohi saya.”

“Jika Anda tidak mau mendengarkan saya, saya tidak akan menegur Anda lagi setelah ini,” ujarnya dalam komentar yang diunggah di laman Facebook resminya.

Putra raja, Putera Mahkota Johor Tunku Ismail, serta Menteri Pertahanan Mohamed Khaled Nordin, Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia Mohd Nizam Jaffar, dan Panglima Angkatan Darat Muhammad Hafizuddeain Jantan juga hadir dalam acara hari Sabtu tersebut, lapor Bernama.

Laporan media menyebutkan bahwa Malaysia telah menandatangani kesepakatan pada Mei 2023 untuk membeli empat helikopter Black Hawk dari perusahaan lokal bernama Aerotree Defence and Services senilai RM187 juta (US$44,4 juta) selama lima tahun.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa Kementerian Pertahanan Malaysia membatalkan kontrak tersebut pada November tahun lalu setelah Perusahaan gagal mengirimkan pesawat meskipun telah tiga kali revisi tanggal.

Pada bulan Maret tahun ini, Wakil Menteri Pertahanan Adly Zahari dilaporkan mengatakan bahwa kementeriannya sedang mengevaluasi kembali pendekatan pengadaan terbaik untuk helikopter Black Hawk.

Ia menambahkan bahwa evaluasi tersebut akan mempertimbangkan model pembelian sebelumnya atau perjanjian antarpemerintah, dengan keputusan yang akan diambil tahun ini.

“Kita perlu meninjau proses saat ini, terutama dalam hal penetapan harga, karena kami menyadari hal ini sebagai kebutuhan bagi kementerian,” katanya seperti dikutip oleh outlet berita New Straits Times.

Pada hari Sabtu, raja mengatakan bahwa mereka yang terlibat dalam pengadaan militer harus memastikan bahwa evaluasi dilakukan secara transparan, dan bukan hanya berdasarkan saran agen atau pihak-pihak yang memiliki kepentingan pribadi.

“Jangan buang waktu membeli omong kosong yang tidak sesuai dengan kebutuhan militer. Kalau tidak tahu harga (pasaran) sebenarnya, tanya saya dulu,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa lima tahun lalu, ia mempertanyakan pembelian kapal serbu rigid untuk pasukan komando seharga RM5 juta, padahal ia bisa mendapatkan kapal yang lebih baik dengan harga di bawah RM2 juta.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional