Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Aksi Demo Aliansi Santri Jalanan Imbau Presiden Prabowo Tolak Pengunduran Diri Gus Miftah

badge-check


					Massa aksi mengatasnamakan Aliansi Santri Jalana mendesak Presiden Prabowo menolak pengunduruan diri Gus Miftah, di Jogjakarta, Senin 9 Desember 2024. instagram@ctd.insider Perbesar

Massa aksi mengatasnamakan Aliansi Santri Jalana mendesak Presiden Prabowo menolak pengunduruan diri Gus Miftah, di Jogjakarta, Senin 9 Desember 2024. [email protected]

Penulis: Priyo Suwarno | Editor: Ipong D Cahyono

KREDONEWS.COM, JOGJAKARTA– Massa mengatasnamakan Aliansi Santri Jalanan melakukan demo di Titik Nol Jogja menolak dengan tegas pengunduran diri Miftah Maulana Habiburrahman alias Gus Miftah dari Utusan Khusus Presiden. Mereka menolak Gus Miftah mundur karena menganggapnya bisa mengayomi orang-orang jalanan dan hal tersebut merupakan kebiasaan Gus Miftah saat berdakwah.

“Kami santri jalanan mendukung Abah (Gus Miftah) karena beliau mengayomi kami orang-orang jalanan. Bahasa terkait ceramah itu memang dari dulu. Intinya kami menolak pengunduran diri abah. Lihat ini sekarang, banyak mantan narapidana, orang bertato, bertindik yang pernah mendengar tausiah beliau. Kami berada di belakang abah untuk berada di pemerintahan. Kami akan tetap di sini hingga pengunduran diri abah ditolak,” ungkap salah satu simpatisan yang enggan disebutkan namanya, Senin, 9 Desember 2024.

Mereka juga meminta Presiden Prabowo Subianto untuk mempertimbangkan pengunduran diri Gus Miftah. Sebab, mereka mengatakan bahwa Gus Miftah adalah sosok yang tepat untuk mengisi jabatan tersebut.

“Harapan saya Presiden menolak terkait hal itu. Karena apa gimana-gimana beliau juga presiden pernah diwawancara mau melindungi kaum wong cilik. Itu semua karena kesalahan kecil beliau. Wong beliau juga bukan koruptor. Kami ingin Pak Presiden mendengar kami untuk menolak surat pengunduran diri beliau,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan dari berbagai media, aksi yang dimulai pukul 10.30 WIB itu berlangsung damai. Aksi ini hanya berlangsung sekitar 20 menit. Massa meninggalkan lokasi pukul 11.00 WIB dengan tertib.

Senada dengan aksi yang dilakukan oleh Aliansi Santri Jalanan, Sunhaji, penjual es teh juga muncul di media sosial sambil menangis. Dalam video tersebut, ia menyampaikan penolakannya terhadap keputusan Gus Miftah untuk mundur dari posisi Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan. Kendati begitu, video tersebut justru menuai kritikan dari warganet. Beberapa warganet curiga bahwa video tersebut merupakan suruhan dari orang lain.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Praktek Goreng Saham, OJK Jatuhkan Sanksi Denda Rp2,1 Triliun kepada DSSA, BREN dan CUAN

17 Oktober 2026 - 08:41 WIB

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Penutupan Jombang Fest, Bupati Warsubi Bagikan Penghargaan Juara dan Santunan untuk Yatim Piatu

16 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Bupati Warsubi dan Danrem 082 Tinjau Operasi 8 Gerai KDKMP di Mojoagung dan Mojowarno

16 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Tibatiba Angin Berbalik Arah, Empat Relawan Tewas Terbakar Saat Padamkan Kebakaran Hutan Bromo

16 Oktober 2026 - 14:15 WIB

OTT ke 23 KPK Ringkus Bupati Klaten, Wajar Ismoyo: Warga Masyarakat Saya Mohon Maaf

16 Oktober 2026 - 10:57 WIB

Terlibat Kasus OTT ATR/BTN Bogor, Hercules Serahkan Rp800 Juta kepada KPK

16 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Lantik Empat Wamen Baru, Kabinet Prabowo 112 Orang tapi Kabinet Dwikora Bung Karno Sebanyak132 Orang

15 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hakim Fitrizal Lahirkan Yurisprudensi Baru: Yogi Mentawai Divonis Bersalah, tetapi Dimaafkan

15 Oktober 2026 - 19:21 WIB

Trending di News