Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Aksi Bakar Foto Khamenei Oleh Wanita Tanpa Jilbab dan Merokok, Jadi Simbol Perlawanan

badge-check


					Aksi Bakar Foto Khamenei Oleh Wanita Tanpa Jilbab dan Merokok, Jadi Simbol Perlawanan Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, TEHRAN– Video yang menampilkan seorang perempuan muda Iran melepas hijab, membakar foto Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, lalu menyalakan rokok dari api tersebut, viral dan menjelma simbol perlawanan global di tengah gelombang protes anti-pemerintah terbesar Iran dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi berani itu menyita perhatian internasional dan mendapat dukungan dari sejumlah tokoh dunia, termasuk penulis seri Harry Potter, J.K. Rowling. Perempuan tersebut diketahui menggunakan akun X bernama “Morticia Addams”, berusia 25 tahun, dan bermukim di Kanada, sebagaimana dilaporkan Iran International. Ia disebut pernah ditangkap saat protes di Iran pada November 2019.

Dalam wawancara dengan CNN-News18, ia menjelaskan bahwa aksinya dilakukan “untuk menarik perhatian global terhadap krisis yang sedang berlangsung di Iran dan untuk menunjukkan solidaritas dengan teman-teman dan sesama pengunjuk rasa”.

Gestur tersebut memadukan tiga tindakan yang dianggap tabu sekaligus ilegal menurut hukum Iran: tampil tanpa hijab, membakar gambar Pemimpin Tertinggi, serta perempuan merokok di ruang publik. Sejak Revolusi Islam 1979, seluruh perempuan berusia sembilan tahun ke atas diwajibkan mengenakan hijab di tempat umum. Sementara itu, perusakan foto Pemimpin Tertinggi dikategorikan sebagai tindak pidana berat dengan ancaman hukuman serius.

Pada November 2025, Omid Sarlak, pemuda asal Iran bagian barat, ditemukan tewas dengan luka tembak tak lama setelah mengunggah video dirinya membakar foto Khamenei. Kepolisian Iran menyatakan kematiannya sebagai bunuh diri, namun klaim tersebut dibantah keluarga serta aktivis hak asasi manusia. Saat pemakamannya, para pelayat meneriakkan “mereka membunuhnya” dan “matilah Khamenei”.

Gelombang protes yang pecah sejak 28 Desember 2025 dipicu anjloknya nilai tukar rial Iran dan lonjakan inflasi. Aksi tersebut dengan cepat meluas ke lebih dari 100 kota di 31 provinsi. Situasi ini dinilai sebagai tantangan paling serius terhadap sistem teokrasi Iran sejak pemberontakan “Perempuan, Kehidupan, Kebebasan” pada 2022, yang dipicu kematian Mahsa Amini.

Menurut Human Rights Activists News Agency (HRANA), hingga hari Minggu atau hari ke-15 protes, sedikitnya 544 orang dilaporkan tewas. Namun sejumlah perkiraan menyebutkan angka korban bisa jauh lebih besar. Iran International melaporkan bahwa sekitar 2.000 pengunjuk rasa diduga tewas hanya dalam 48 jam setelah pemadaman internet diberlakukan pada 8 Januari.

Pemerintah Iran memblokir akses internet dan komunikasi telepon sejak 8 Januari, sehingga verifikasi independen menjadi sangat terbatas. Meski demikian, berbagai rekaman tetap beredar, memperlihatkan massa meneriakkan slogan-slogan yang sebelumnya dianggap tabu, termasuk tuntutan pergantian rezim.

Selain korban jiwa, laporan juga menyebutkan pembakaran tempat ibadah. Belum ada satu angka nasional yang pasti, namun berbagai sumber melaporkan puluhan masjid dibakar atau dirusak. Dinas pemadam kebakaran Teheran mencatat 34 masjid terbakar di ibu kota. Media resmi Iran melaporkan sedikitnya 11 masjid dibakar di Isfahan dan Mashhad.

Berdasarkan kompilasi laporan yang tersedia, termasuk laporan lapangan, setidaknya sekitar 40 hingga 50 masjid tercatat dibakar atau diserang. Jumlah sebenarnya secara nasional diperkirakan bisa lebih tinggi, mengingat keterbatasan akses informasi dan pemadaman komunikasi yang masih berlangsung.****

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News