Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Internasional

Hidung Pesawat Hancur, Berlumuran Darah Akibat Ditabrak Burung Beberapa Saat Setelah Lepas Landas

badge-check


					Hidung Pesawat Hancur, Berlumuran Darah Akibat Ditabrak Burung Beberapa Saat Setelah Lepas Landas Perbesar

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM-Penerbangan Latam LA3367 baru saja lepas landas dari Rio de Janeiro menuju São Paulo di Brasil pada hari Kamis (20/2) ketika ditabrak burung, memaksanya untuk berbalik dan melakukan pendaratan darurat, Agencia Brasil melaporkan.

Foto-foto menunjukkan hidung jet Airbus itu hancur — dengan lubang besar — ​​dan darah berlumuran di sekitar penyok lainnya.

Tidak ada yang terluka, tetapi penerbangan akhirnya dibatalkan — membuat CEO LATAM, Jerome Cadier marah.

“Saya melampiaskannya!” tulis CEO itu dalam posting LinkedIn yang frustrasi tentang insiden itu.

“Terjadi lagi tabrakan burung. Pesawat kembali dengan selamat, tetapi penerbangan itu jelas dibatalkan, mengganggu kehidupan semua penumpang, dan tentu saja maskapai juga,” tulis eksekutif itu.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah penerbangan Latam 3319 dari Bandara Fortaleza ke Bandara Internasional Guarulhos di São Paulo ditabrak burung beberapa menit setelah lepas landas pada hari Senin (17/2), Diario de Nordeste melaporkan.

Penerbangan itu juga terpaksa melakukan pendaratan darurat di bandara Fortaleza, kata media tersebut.

Timbulkan Kerusakan Fatal

FAA mencatat, sebesar 61% tabrakan burung dengan pesawat sipil terjadi selama fase pendaratan, 36% terjadi selama lepas landas, dan 3% terjadi saat penerbangan.

Menurut dosen senior operasi penerbanga di Buckinghamshire New University, Marco Chan, dikutip dari The Guardian, bahaya tabrakan dengan burung terhadap pesawat tergantung dari faktor ukuran burung, kecepatan pesawat, lokasi tabrakan, dan desain mesin.

Burung dengan berat hingga satu kilogram, kata Chan, jarang menyebabkan kerusakan fatal, tetapi dapat merusak bilah mesin atau komponen penting lainnya. Sedangkan burung yang beratnya lebih dari tiga kilogram, menimbulkan risiko tertinggi.

“Terutama jika tertelan ke dalam mesin,” kata Chan.

Chan menambahkan, burung yang lebih kecil juga bisa menyebabkan masalah yang signifikan pada kecepatan tinggi, terutama bila kawanan ini menabrak beberapa sistem.

FAA mencatat, sebesar 61% tabrakan burung dengan pesawat sipil terjadi selama fase pendaratan, 36% terjadi selama lepas landas, dan 3% terjadi saat penerbangan.

Menurut dosen senior operasi penerbanga di Buckinghamshire New University, Marco Chan, dikutip dari The Guardian, bahaya tabrakan dengan burung terhadap pesawat tergantung dari faktor ukuran burung, kecepatan pesawat, lokasi tabrakan, dan desain mesin.

Burung dengan berat hingga satu kilogram, kata Chan, jarang menyebabkan kerusakan fatal, tetapi dapat merusak bilah mesin atau komponen penting lainnya. Sedangkan burung yang beratnya lebih dari tiga kilogram, menimbulkan risiko tertinggi.

“Terutama jika tertelan ke dalam mesin,” kata Chan.

Chan menambahkan, burung yang lebih kecil juga bisa menyebabkan masalah yang signifikan pada kecepatan tinggi, terutama bila kawanan ini menabrak beberapa sistem. ***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Chee Kit Chong WN Australia Dinyatakan Bersalah Memperbudak Lansia Indonesia

28 Mei 2026 - 21:45 WIB

Partai Kecoak Merayap ke Politik India

22 Mei 2026 - 18:17 WIB

Komputer Tak Laku, Terancam Tak Ada Orang Mau Beli Laptop

10 Mei 2026 - 19:12 WIB

Naskah Alkitab Perjanjian Baru 42 Halaman yang Hilang Ditemukan

3 Mei 2026 - 19:02 WIB

Pakar Estetik Bedah Plastik, Dr Sophia Heng: Penyempurnaan, Bukan Perubahan Total

26 April 2026 - 10:40 WIB

KPJ Sabah Specialist Hospital, Pusat Perawatan Kesehatan yang Makin Mendunia Pilihan Pasien Indonesia

22 April 2026 - 11:39 WIB

Kabar Baik 2 Kapal Pertamina Bersiap Melintas Selat Hormuz

19 April 2026 - 19:52 WIB

Ke Sabah, Merawat Kesehatan Sekaligus Berwisata

19 April 2026 - 16:43 WIB

Kutu Pembunuh Menyerang Korea Selatan, 422 Orang Meninggal

15 April 2026 - 19:06 WIB

Trending di Internasional