Menu

Mode Gelap

News

Menderita Cyclopia, Lahir Bayi Babi Bermata Satu di TTU Hanya Bertahan 15 Menit

badge-check


					Samuel Ledo warga Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menunjukkan seekor babi lahir dengan bermata satu yang terjadi pada pagi hari, Sabtu, 15 Februari 2025. Tangkap layar video Instagram@info_newsantara Perbesar

Samuel Ledo warga Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, menunjukkan seekor babi lahir dengan bermata satu yang terjadi pada pagi hari, Sabtu, 15 Februari 2025. Tangkap layar video Instagram@info_newsantara

Penulis: Eko Wienarto  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, TIMOR– Warga Desa Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), dikejutkan oleh kelahiran seekor anak babi bermata satu yang terjadi pada pagi hari, Sabtu, 15 Februari 2025.

Persitiwa ini menarik perhatian, karena anak babi tersebut lahir dengan kelainan genetik yang menyebabkan hanya memiliki satu mata dan wajah yang mirip manusia.

Anak babi tersebut adalah salah satu dari tiga ekor yang dilahirkan oleh seekor babi betina milik Samuel Ledo. Dua dari anak babi itu lahir dalam kondisi normal, sementara satu lainnya mengalami kelainan yang sangat langka. Tetapi, anak babi bermata satu itu hanya bertahan hidup selama 15 menit setelah dilahirkan sebelum akhirnya dikuburkan.

Kapolsek Miomaffo Timur, Iptu Aris Salama, menegaskan bahwa kejadian ini murni disebabkan oleh kelainan genetik dan meminta agar masyarakat tidak mengaitkan peristiwa ini dengan isu-isu yang tidak benar. Kelahiran unik ini langsung menjadi viral di media sosial dan menarik perhatian banyak orang.

Kejadian ini memang aneh, tapi bukan hal mistis. Anak babi ini diduga menderita Cyclopia, kondisi medis langka akibat gagalnya pembentukan dua belahan otak, yang menyebabkan mata tunggal, bentuk kepala tidak normal, dan gangguan organ lainnya.

Cyclopia adalah kelainan langka yang terjadi pada bayi baru lahir, di mana bayi terlahir dengan satu mata dan tanpa hidung, atau dengan struktur wajah yang sangat tidak normal. Kondisi ini merupakan bentuk paling parah dari holoprosencephaly, yang terjadi ketika bagian depan otak tidak terbagi menjadi dua bagian, yaitu belahan kanan dan kiri.

Penyebab pasti dari cyclopia sering kali sulit untuk ditentukan. Namun, beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya kondisi ini meliputi. Banyak kasus cyclopia terkait dengan kelainan kromosom, seperti trisomi.

Faktor pendukung, karena paparan zat berbahaya seperti alkohol, obat-obatan tertentu, dan racun selama kehamilan dapat meningkatkan risiko.  Infeksi pada ibu hamil, termasuk infeksi TORCH, juga dapat berkontribusi terhadap perkembangan cyclopia. Ibu yang memiliki riwayat keguguran atau menderita diabetes gestasional berisiko lebih tinggi.

Gejala utama dari cyclopia adalah mata terletak di tengah wajah atau dua mata yang sangat dekat sehingga tampak seperti satu.

Tidak ada hidung atau hidung yang berbentuk seperti belalai. Masalah lain pada struktur wajah dan otak yang dapat menyebabkan komplikasi serius.

Diagnosis biasanya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) saat kehamilan untuk mendeteksi tanda-tanda kelainan pada janin.

Sayangnya, bayi yang lahir dengan cyclopia sering kali tidak bertahan hidup lama. Kebanyakan bayi dengan kondisi ini meninggal dalam waktu beberapa jam hingga beberapa bulan setelah lahir. Oleh karena itu, fokus utama perawatan adalah memberikan dukungan kepada keluarga.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Disebut Mantan Napi, Wabup Lebak Amir Hamzah Ngambek Tinggalkan Acara Halalbihalal Pemkab

30 Maret 2026 - 22:34 WIB

KPK Menambah Koleksi Dua Tersangka Kuota Haji: Ketua Umum Kesthuri Asrul Azis Taba dan Ismail Adham dari Maktour

30 Maret 2026 - 21:47 WIB

Pelayanan Medis Tetap Berjalan, Angin Puting Beliung Merusak Bangunan RSUD Ploso Jombang

30 Maret 2026 - 21:06 WIB

Penggelapan Dana Paroki Rp 28 Miliar, Imigrasi Menahan Andi Hakim dan Istri saat Tiba di Kualanmu

30 Maret 2026 - 18:31 WIB

Rekor Baru: Rupiah Sentuh Rp 17.224 Intraday, Tertekan Krisis Energi Global

30 Maret 2026 - 18:23 WIB

Korban Mutilasi Disimpan Dalam Freezer Warung Ayam Geprek, Polisi Bekasi Meringkus Dua Tersangka Pelaku

30 Maret 2026 - 17:12 WIB

Pria ODGJ Bawa Parang Mengamuk, Satu Korban Jiwa Lima Lainnya Dirawat di Rumah Sakit Grobogan

30 Maret 2026 - 16:29 WIB

Diisukan Selingkuh Ustad Digerebek dan Dianiaya, Warga NSP Tuntut Polisi Pengeroyok Diproses Hukum

30 Maret 2026 - 15:37 WIB

Indikator Pembangunan Moncer, Mojokerto Catat Prestasi 2025

30 Maret 2026 - 14:37 WIB

Trending di News