Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Sinar Matahari di Indonesia Tak Sampai 70 Derajat Celcius, Galon Isi Ulang Aman

badge-check


					Galon isi ulang aman/Ist Perbesar

Galon isi ulang aman/Ist

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Pakar polimer memastikan bahwa sinar matahari di Indonesia tidak akan memicu migrasi Bisphenol A (BPA) pada galon polikarbonat atau galon isi ulang. Hal ini dikarenakan suhu cuaca di Indonesia tidak pernah mencapai 70 derajat Celsius, batas suhu yang dapat menyebabkan migrasi BPA.

“Kecuali nanti suhu di dunia pada siang hari mencapai 70 derajat, itu lain persoalan. Tapi sampai saat ini, suhu maksimum di Indonesia hanya 40 derajat Celsius,” ujar Ahli Polimer dari University of Applied Science Darmstadt, Jerman, Oka Tan.

Menurut Oka, migrasi BPA hanya terjadi jika kemasan terkena suhu lebih dari 70 derajat Celsius. Artinya, meskipun galon terkena sinar matahari saat didistribusikan atau terjemur di siang hari, migrasi BPA tidak akan terjadi selama suhu masih di bawah ambang batas tersebut.

Oka juga menegaskan bahwa cara distribusi galon polikarbonat di Indonesia sudah sesuai standar. Sebagai kemasan air minum dalam kemasan (AMDK), galon polikarbonat telah melalui berbagai pengujian ketahanan, termasuk pemanasan untuk memastikan keamanan kemasan pangan ini.

“Dalam suhu tertentu di bawah 70 derajat Celsius, galon polikarbonat tetap aman,” jelasnya.

Selain faktor suhu, Oka menambahkan bahwa migrasi BPA juga bisa terjadi akibat benturan atau gesekan keras yang menyebabkan kerusakan pada kemasan pangan. Namun, penggunaan galon isi ulang dinilai lebih cocok untuk iklim tropis dibandingkan galon sekali pakai karena ketahanan materialnya yang lebih baik.

Keamanan galon polikarbonat juga diperkuat oleh penelitian dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Kepala Laboratorium Teknologi Polimer dan Membran ITB, Akhmad Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa penelitian mereka tidak menemukan adanya migrasi BPA dari galon polikarbonat ke air minum.

“Dari penelitian yang kami lakukan, kami tidak mendeteksi (non-detected/ND) BPA di semua sampel AMDK yang diuji,” ungkap Akhmad Zainal.

Studi yang dilakukan oleh ITB berfokus pada pengujian migrasi BPA dari kemasan galon polikarbonat ke air minum. Pengujian dilakukan terhadap empat sampel dari merek AMDK terpopuler di Indonesia, dan hasilnya menunjukkan bahwa air galon polikarbonat masih sangat aman untuk dikonsumsi.

Dengan temuan ini, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap paparan BPA dari galon isi ulang yang digunakan di Indonesia. Selain aman, penggunaan galon polikarbonat juga dinilai lebih ramah lingkungan dibandingkan galon sekali pakai.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Berapa Honor Shakira di Piala Dunia 2026? Jawabannya Mengejutkan

12 Juni 2026 - 18:58 WIB

Nonton Piala Dunia 2026 Bisakah Pakai STB TV Tabung?

10 Juni 2026 - 14:47 WIB

Dijuluki Gadis Tercantik di Dunia, Penny Lane Balas Komentar Negatif Soal Tubuhnya

8 Juni 2026 - 19:36 WIB

Sarwendah Jadi sorotan Publik, Lontarkan Kata Cong, Terkait Perseteruannya dengan Ruben Onsu

4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Trending di Life Style