Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

13 Siswa SMPN 7 Mojokerto Terseret Ombak Pantai Drini Gunung Kidul, Tiga Meninggal Dunia 9 Berhasil Diselamatkan

badge-check


					Suasana saat siswa SMPN 7 Mojokerto yang berhasil dievakuasi dari ombak pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa, 28 Januari 2025. Tangkap layar video instagram@pantaujogjakarta Perbesar

Suasana saat siswa SMPN 7 Mojokerto yang berhasil dievakuasi dari ombak pantai Drini, Gunungkidul, Yogyakarta, Selasa, 28 Januari 2025. Tangkap layar video instagram@pantaujogjakarta

Penulis: Adi Wardhono | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, YOGYAKARTA– Sebanyak 13 siswa dari SMP N 7 Mojokerto, Jawa Timur, mengalami kecelakaan tragis saat berswisata di Pantai Drini, Gunungkidul. Dalam insiden ini, tiga pelajar ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu orang masih dalam pencarian.

Mereka adalah sebagian dari 261 siwa SMPN 7 Mojokerto yang ikut dalam wisata liburan di Pantai Drini. Mereka berangkat bersama 16 pendamping untuk melaksanakan kegiatan outing class pada Selasa, 28 Januari 2025. 

Kepala Sekolah SMPN 7 Mojokerto, Evi Poespitarini, juga ikut dalam rombongan wisata ke Pantai Drini. Rombongan tersebut terdiri dari 261 siswa dan 16 pendamping, termasuk Evi sebagai pemimpin rombongan.

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa para pelajar diduga masuk ke jalur kapal nelayan yang berbahaya, sehingga  tersert ombak pantai.

Sebanyak 13 siswa dilaporkan tenggelam setelah terseret ombak. Dari jumlah tersebut, 9 orang berhasil dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit46.

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk mencari empat siswa yang masih hilang. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di pantai, terutama bagi anak-anak yang mungkin tidak sepenuhnya menyadari bahaya ombak.

Tiga siswa dari SMPN 7 Kota Mojokerto adalah: R.Y.P (13 tahun), M.Y.A.D (13 tahun) dan B.F (13 tahun), satu siswa masih dalam pencarian. Sementara itu sembilan lainnya berhasil diselamatkan.

Kronologi kejadian tragis di Pantai Drini, Gunungkidul, pada Selasa, 28 Januari 2025, adalah sebagai berikut:
Kedatangan Rombongan: Sekitar pukul 06.30 WIB, rombongan yang terdiri dari 261 pelajar SMPN 7 Mojokerto dan 16 pendamping tiba di Pantai Drini untuk melaksanakan kegiatan outing class.

Setelah tiba, para siswa langsung bermain air dan berenang di bibir pantai meskipun kondisi laut sedang pasang.

Dalam waktu singkat, ombak besar datang tiba-tiba dan menyeret 13 siswa ke tengah laut. Mereka diduga masuk ke jalur kapal nelayan yang memiliki kedalaman lebih.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan setelah menerima laporan dari saksi mata. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat menggunakan perahu nelayan dan teknik penyelamatan lainnya.

Dari 13 siswa yang terseret ombak, tiga ditemukan meninggal dunia, sementara sembilan lainnya berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

Hingga saat ini, satu siswa masih dalam pencarian oleh tim SAR yang terus berupaya menyisir area sekitar lokasi kejadian.
Insiden ini menyoroti bahaya berenang di pantai dengan kondisi ombak yang tidak aman dan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di laut.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak penyelamat pantai mengenai insiden yang terjadi di Pantai Drini. Namun, laporan dari SAR-Linmas Pantai Drini menyebutkan bahwa sembilan siswa berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat dan masyarakat setempat setelah terseret ombak.

Pihak penyelamat terus melakukan pencarian terhadap satu siswa yang masih hilang, tetapi informasi lebih lanjut atau pernyataan resmi dari mereka belum dipublikasikan dalam sumber yang tersedia.

Pantai Drini, pernyataan dari pihak kepolisian yang memberikan peringatan kepada siswa belum disebutkan secara spesifik dalam sumber yang tersedia. Namun, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Marjono, menjelaskan bahwa para pelajar diduga masuk ke jalur kapal nelayan yang berbahaya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Gubernur Khofifah Buka 4.807 Lowongan Kerja di Job Fair Inklusif 2026

29 Oktober 2026 - 19:25 WIB

Pemerintah Siapkan Hadiah Rp1 Triliun bagi Pemprov dan Pemkab/ Pemkot Pendukung MBG Terbaik

29 Oktober 2026 - 14:58 WIB

Polres Jombang Ringkus 17 Pelaku Kriminal

29 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Wasev Sterad Mabes TNI Turun ke Klitih Plandaan Meninjau dan Evaluasi TMMD 130

29 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Yogya Mencekam, Sri Sultan Turun Tangan Temui Demonstran di Depan Polda Kamis Dinihari

29 Oktober 2026 - 07:35 WIB

Menkomdigi: Jika Internet Dipotong, 80 Persen Konektivitas Singapura Lumpuh

28 Oktober 2026 - 19:45 WIB

Rupiah Rp18.183/US$ Rekor Terlemah Sepanjang Sejarah, Ini Kata BI

28 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Minyak Sawit RI Mengalir Sampai ke Israel Lewat Singapura Sejak 2023

28 Oktober 2026 - 18:52 WIB

Kunjungan Pasca Kebakaran, Bupati Warsubi Janjikan Pasar Cukir Bisa Dioperasikan sebelum Idul Fitri 2027

28 Oktober 2026 - 17:59 WIB

Trending di News