Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Dampak Negatif AI Bagi Mahasiswa, Begini Penjelasan Guru Besar UNESA

badge-check


					Dampak Negatif AI Bagi Mahasiswa, Begini Penjelasan Guru Besar UNESA Perbesar

KREDONEWS, SURABAYA – Pada masa sekarang, kecerdasan buatan atau yang biasa disebut artificial intelligence (AI) sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari berbagai aktivitas, pekerjaan serta tugas di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Bisa disebut, AI semakin ‘diandalkan’ dosen dan mahasiswa dalam belajar maupun mengerjakan tugas-tugas tertentu.

Guru besar bidang pembelajaran menulis Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Syamsul Sodiq, melakukan penelitian seputar AI dan penulisan esai atau artikel ilmiah. Dilansir dalam unesa.ac.id, beliau mengatakan bahwa maraknya penggunaan AI tidak lepas dari sejumlah manfaat yang ditawarkan.

Pertama, AI lebih efisien atau lebih hemat waktu dengan jawaban yang to the point. AI juga dapat membantu brainstorming dan mempercepat proses menulis. Kedua, memberikan dukungan akademik berupa bantuan penyusunan ide, argumen, dan hipotesis. Juga dapat meningkatkan keterlibatan dan memotivasi mahasiswa. Ketiga, AI menawarkan fitur yang lebih sederhana dan mudah digunakan. Pun dapat membantu meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa.

Beragam manfaat itulah menjadi salah satu alasan mahasiswa menggunakan AI dalam mengerjakan tugas. Dalam konteks penulisan artikel atau karya tulis ilmiah misalnya, dalam penelitian yang dilakukan guru besar kelahiran Kediri itu menemukan bahwa mahasiswa memiliki sikap atau persepsi positif terhadap AI. Penelitian itu dilakukan kepada 330 mahasiswa semester 2 Unesa, pembelajar materi penulisan artikel ilmiah. Hasilnya, mahasiswa banyak merasa lebih percaya diri menggunakan AI.

Selain itu, mahasiswa merasa banyak mendapatkan umpan balik yang berguna dalam hal penulisan artikel ilmiah atau menulis esai bahasa Indonesia. Mereka juga menganggap AI dapat memperbaiki kesalahan tata bahasa dan struktur kalimat. Mahasiswa merasa AI membantu meningkatkan kreativitas, mengembangkan ide dan argumen tulisan. Mahasiswa juga merasa lebih efisien dalam menyelesaikan tugas esai penulisan esai bahasa Indonesia. Mahasiswa menganggap AI sebagai alat untuk meningkatkan keaslian tulisan mereka dalam menulis esai bahasa Indonesia.

Kendati memiliki segudang manfaat yang dirasakan mahasiswa sebagai pengguna, berdasarkan sejumlah penelitian, dosen Fakultas Bahasa dan Seni UNESA yang dikukuhkan sebagai Guru Besar pada 22 Desember 2024 lalu menyampaikan bahwa AI juga memiliki kelemahan yang perlu disadari bersama.

Pertama, menjadikan kredibilitas dan relevansi luaran yang kurang meyakinkan. Kedua, karena bahannya dari dan oleh mesin, maka ada kecenderungan plagiasi. Ketiga, keterbatasan referensi. Karena hasil kerja mesin, sehingga pekerjaan yang dihasilkan terbatas, tidak sama dengan pekerjaan manusia. Keterbatasan mesin berbeda dengan keterbatasan manusia.

Keempat, risiko keamanan data, dan bias algoritma. Kelima, kebijakan perguruan tinggi yang belum ketat. Keenam, cenderung ketergantungan dan berkurangnya kompetensi. “Kalau belajar itu berpikir dan penanda kemanusiaan itu adalah berpikir, maka AI melakukan dehumanisasi,” ucapnya.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News