Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (71): Klan Wajah Baru Serang Israel dan Katolik

badge-check


					Ikustrasi. Foto: ist Perbesar

Ikustrasi. Foto: ist

Penulis: Jacobus E. Lato  | Editor: Hadi S. Purwanto

KREDONEWS.COM—  Di Indiana, David C. Stephenson, yang sangat memuja Napoleon dan ingin menjadi ketua organisasi, menjadi Grand Dragon Negara Bagian.

Dia mengambil alih seluruh pemerintahan lokal, menunjuk orang-orang kepercayaannya pada setiap jabatan. Setelah konklaf agung di Kokomo, 4 Juli 1923, Klan praktis benar-benar memerintah Indiana.  Dengan pesawat bersepuh emas, Stephenson tiba di tempat acara.

Dalam balutan jubah merah ungu dia memberi sambutan kepada pengikut setianya. Organisasi itu mungkin menyebut diri rahasia, tapi tidak pernah eksklusif.

Dia menginginkan bisa mendapatkan uang dan suara dari semua anggota organisasi yang yang diperolehnya.

‘Mereka cukup membiarkan pintu terbuka,’ seorang anggota Klan dari Texas yang kecewa mengatakan, ‘dan setiap orang yang punya uang mereka rekrut agar bisa mendapatkan suaranya… dan jika dia tidak punya uang, mereka mengambil uangnya yang dapat dibayarkan pada masa sulit.’

Simmons sendiri mengubah Klan lama yang suka gombal menjadi omong kosong bodoh baru. Dia seakan basah kuyup dihipnos oleh kekuatan magis huruf K. Pertemuan Klan pun disebut Klonvokation dan diujicobakan di Kloncilium.

Di bawah Exalter Cyclop setiap Den lokal, yang kini disebut Klavern, duduk seorang Klaliff, Klokard, Kludd, Kligrapp, Klabee, dan akhirnya Kladd dengan berbagai Klagerous dan Klexters serta Klokann.

Buku upacara Klan berwajah baru itu pun diberi nama Kloran, sebuah judul aneh untuk Alkitab organisasi Kristiani.

Ritualnya sendiri merupakan tiruan campur aduk dari ritus Masonik dengan retorika kekanak-kanakan yang dikumpulkan oleh Simmons.

Salah satu inspirasi Simmons adalah membakar salib-salib berwajah ganas dalam setiap Konklaf guna menyebarkan teror dan membuktikan iman mereka dalam agama Kristen.

Meski demikian, pembakaran salib dengan cara aneh oleh Klan merupakan perbuatan yang sama-sama terkutuknya.

Aksi itu seolah meludahi Salib seperti yang pernah dilakukan oleh kaum Templar. Sifat penuh kasih sayang Kristus disangkal orang dengan tindakan-tindakan semacam ini.

Klan pada tahun 1920-an memang sangat berbeda dari Klan pertama. Jika kelompok orisinal dulu bergerak melawan warga kulit hitam dan pendukung Partai Republik di wilayah Selatan, maka kelompok penirunya justru menyerang orang Yahudi, Katolik, kelompok radikal, dan orang-orang yang dianggap tidak bermoral, sama gencarnya seperti mereka menyerang warga kulit hitam.

Setelah Perang Saudara, warga kulit hitam sempat dianggap sebagai ancaman politik dan sosial utama; namun pada tahun 1920-an, posisi mereka telah terpinggirkan secara sosial, kecuali di kawasan kumuh kota-kota besar.

“Lawan kita adalah para pelanggar hukum dan kaum Protestan yang tersesat,” ujar seorang rohaniwan Klan dengan penuh keyakinan, seraya meminta jemaatnya di Ohio untuk menyatakan pihak mana yang mereka dukung.

Bagaimanapun, meski perniak-pernik hiasannya agak aneh, Klan tampil sebagai gerakan reformasi murni yang mendorong orang menuju kehidupan Kristen yang lebih baik, yang sebelumnya tidak pernah berhasil dilakukannya di Kawasan Penyebaran Alkitab Amerika (Bible Belt of the United States.

‘Ku Klux Klan menyapu negeri agung ini bagai hutan yang terbakar,’ sebuah suratkabar Klan memaklumkan. ‘Tidak ada organisasi sejenisnya yang pernah melakukan sweeping atas Amerika seperti gerakan yang menakjubkan bagi agama Kristen ini…

Salib berwajah buas digerakkan, menyebarkan sinarnya yang indah ke mana-mana demi kebaikan manusia dan kemuliaan prinsip-prinsip yang membuat bangsa ini menjadi agung…’ (Bersambung).

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ibu PKK Lantunkan 5 Tembang, Meriahkan Gebyar Wayang Kulit Ki Bayu Aji Bersama Jo Klithik/ Kluthuk

23 Oktober 2026 - 21:08 WIB

Fraksi Day PKB, Kartiyono Incar Pondok Pesantren sebagai Sektor Unggulan Pariwisata Jombang

23 Oktober 2026 - 20:21 WIB

Polres Jombang Tanam Pohon Mangga, Alpukat dan Jambu di Taman Kebonrojo

23 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kadisnaker Jombang Isawan: Tempatkan 6.718 Naker Lewat Talenta dan Jemput Kerja 2026

23 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Damkar Butuh 10 Jam untuk Padamkan Kebakaran Besar Pengolah Ban Bekas Trowulan

23 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Mahasiswa Unjuk Rasa di Kantor DPRD Jombang, Doni Angun: Kami Siap Tampung Seluruh Aspirasi

22 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Protes Anggota Parlemen Malaysia kepada Presiden Prabowo: Kobongan Hutan Enggal Dipetni, Ojo Digawe Guyonan

22 Oktober 2026 - 17:14 WIB

Bupati Warsubi dan Jajaran Pemkab Jombang Nyekar ke Makam R. Ario Setyonegoro, Pendiri Jombang

22 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Selain Membangun, Prajurit TMMD 130 Plandaan Juga Tingkatkan Strategi Komsos

22 Oktober 2026 - 09:41 WIB

Trending di News