Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) memperingatkan potensi kerugian besar yang mengintai masyarakat menyusul rencana pemerintah memperketat penyaluran BBM jenis Pertalite berdasarkan indikator jenis kendaraan.
Ketua Pengurus Harian YLKI, Niti Emiliana, menegaskan bahwa penggunaan jenis kendaraan sebagai acuan tingkat kesejahteraan sangat berisiko merugikan finansial konsumen. Hal ini disebabkan karena indikator fisik kendaraan tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi ekonomi riil seseorang, sehingga kesalahan pendataan berpotensi mencabut hak subsidi masyarakat yang sebenarnya membutuhkan.
Kerugian konsumen kian diperparah oleh ketiadaan informasi yang jelas dan terperinci dari pemerintah mengenai kriteria serta mekanisme pembatasan tersebut di lapangan. Ketidakpastian aturan ini merampas hak konsumen untuk mendapatkan kejelasan baku mengenai tata cara pembatasan yang akan langsung memengaruhi pengeluaran harian mereka.
Tanpa adanya kejelasan dan sosialisasi yang matang, penerapan kebijakan ini dipastikan memicu gejolak dan merugikan masyarakat luas secara mendadak.
Guna mencegah kerugian yang berkelanjutan akibat kesalahan klasifikasi data, YLKI mendesak pemerintah untuk tidak terburu-buru dan segera menyiapkan skema transisi melalui uji coba terbatas.
Pemerintah juga diwajibkan menyediakan layanan sanggahan atau koreksi data yang cepat, gratis, dan mudah diakses. Kepastian batas waktu penyelesaian aduan menjadi krusial agar konsumen yang menjadi korban salah sasaran data tidak dirugikan secara finansial sewaktu kebijakan tersebut diterapkan secara penuh. ***


























