Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

KAIST Korsel Temukan ‘Sakelar Genetik’ Pengubah Sel Kanker Jadi Sel Normal

badge-check


					Tim ahli dari KAIST Korea berhasil menemukan 'Sel Genetik' pengubah sel kanker menjadi sel normal sesuai fungsi awal. Foto: ist Perbesar

Tim ahli dari KAIST Korea berhasil menemukan 'Sel Genetik' pengubah sel kanker menjadi sel normal sesuai fungsi awal. Foto: ist

Penulis: Jacobus R. Lato  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – Selama berpuluh-puluh tahun, pengobatan kanker senantiasa berpusat pada satu tujuan utama: memusnahkan sel yang tumbuh tak terkendali itu, baik melalui pembedahan, kemoterapi, maupun penyinaran.

Kini sebuah terobosan luar biasa datang dari tim peneliti Universitas Teknologi Lanjutan Korea (KAIST) Korea Selatan yang mengubah sepenuhnya cara pandang tersebut: bukan lagi dibunuh, melainkan sel kanker dipulihkan kembali menjadi sel sehat dan berfungsi wajar.

Penelitian yang dipimpin oleh tim Profesor Park Ji-hyun ini telah dipublikasikan secara resmi di jurnal ilmiah terakreditasi Nature Cell Biology.

Inti penemuannya adalah berhasil memetakan “sakelar genetik” yang berfungsi mengubah sifat sel sehat menjadi ganas.

Setelah lokasi sakelar itu ditemukan, tim kemudian merancang cara untuk membalikkan posisinya kembali, sehingga sel kanker usus besar yang menjadi objek penelitian perlahan-lahan kembali berperilaku seperti sel yang seharusnya.

Metode ini kemudian diberi nama Terapi Pemulihan atau Reversion Therapy.

Berbeda dengan kemoterapi yang seringkali turut merusak sel sehat di sekitarnya dan menimbulkan efek samping berat, terapi ini bekerja dengan cara memperbaiki kesalahan pengaturan dalam sel itu sendiri.

“Kita tidak lagi memandang sel kanker sebagai musuh yang harus dimusnahkan sepenuhnya, melainkan sebagai sel yang mengalami gangguan pengaturan dan perlu dikembalikan pada jalur yang benar,” jelas tim peneliti dalam laporannya.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa setelah proses pemulihan dilakukan, sifat pertumbuhan yang liar dan kemampuan menyerang jaringan sekitar pada sel tersebut perlahan menghilang.

Sel kembali menjalankan tugasnya sesuai fungsi asalnya. Hal ini membuka harapan besar agar kelak pengobatan kanker jauh lebih nyaman bagi pasien, minim efek samping, dan kemungkinan keberhasilannya jauh lebih tinggi.

Perlu dipahami, tahap ini baru saja selesai dilakukan secara mendalam di laboratorium dan pengujian hewan.

Sebelum dapat digunakan secara luas bagi masyarakat umum, masih harus ditempuh serangkaian uji klinis pada manusia bertahap untuk memastikan keamanan, dosis yang tepat, serta efektivitasnya terhadap berbagai jenis kanker yang beragam sifatnya.

Diperkirakan masih memerlukan waktu beberapa tahun lagi sebelum metode ini tersedia di rumah sakit.

Meskipun demikian, penemuan ini dianggap sebagai tonggak sejarah baru dalam pertempuran melawan penyakit yang selama ini menakutkan dunia.

Bukti nyata bahwa jalan penyelesaian tidak melulu soal menghancurkan, melainkan juga memahami, memperbaiki, dan mengembalikan pada kodratnya yang baik.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Polisi OTT 28 Kepala Sekolah Banyuasin Berdalih Bimtek di Hotel Palembang, Barang Bukti Rp30 Juta Lebih

18 September 2026 - 18:21 WIB

Kemenhaj Bekukan Izin PT Annisa Ahmada Travelindo, Telantarkan 200 Jamaah Jombang

18 September 2026 - 06:38 WIB

Trending di News