Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Taubat Bersama di Ponpes Sidhiqqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

badge-check


					Selama 2,5 jam Kiai Al‑Mukarrom Mursyid Thariqah Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muhammad Mukhtar Wahab Mujtaba Mukti berjuluk Kiai Tar memberi tausyiah di Ponpes Tharikat Sidhiqqiyyah, Kamis malam, 25 Juni 2026. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno Perbesar

Selama 2,5 jam Kiai Al‑Mukarrom Mursyid Thariqah Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muhammad Mukhtar Wahab Mujtaba Mukti berjuluk Kiai Tar memberi tausyiah di Ponpes Tharikat Sidhiqqiyyah, Kamis malam, 25 Juni 2026. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno

Penulis: Arief H. Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG— Maraknya praktik korupsi, penyimpangan nilai, dan memudarnya kesadaran kebangsaan menjadi tema:  Taubat Bersama, di Ponpes Tharikah Sidhiqqiyyah pusat di desa Losari, Ploso Jombang, Kamis malam, 25 Juni 2026.

Ribuan jamaah memadati tiga lapangan besar, untuk mendengarkan tausiyah sari Al‑Mukarrom Mursyid Thariqah Shiddiqiyyah Indonesia, Syekh Muhammad Mukhtar Wahab Mujtaba Mukti, yang akrab disebut Kiai Tar.

Dihadiri ribuan jamaah Tharikoh Shidiqqiyyah, dari berbagai wilayah  pada Kamis malam, pukul 19.30 hingga 23.00 WIB.

Suasana malam hari di lingkungan sudut bangunan ponpes Sidhiqqiyyah, desa Losari, Ploso, Jombang. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno

Kiar Tar menegaskan bahwa kembali kepada fitrah dan memegang teguh ajaran agama sebagai solusi utama untuk memulihkan kondisi bangsa.

Tokoh kharismatik berusia 98 tahun itu  tegas mengatakan: “Koruptor itu adalah orang yang hidup dari mayat atau korban saudara‑saudaranya sendiri.”

Maksudnya, setiap harta dari hasil korupsi adalah harta yang diambil secara tidak halal, merampas hak orang lain, melucuti kesejahteraan rakyat, dan mematikan kesempatan hidup orang banyak.

Seolah‑olah ia makan dan hidup dari penderitaan serta kerugian sesama anak bangsa. Inilah penyakit hati yang paling berbahaya, yang merusak sendi‑sendi kehidupan bernegara dan meruntuhkan kepercayaan antarwarga.

Dalam penjelasannya, Kiai pemilik pondok seluas lebih 50 ha itu mengaitkan nilai luhur dengan dasar negara.

Pancasila disebut sebagai Pancawarna, Pancapintu, sekaligus tiang kokoh bagi Indonesia — gerbang menuju kehidupan yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

Tujuan negara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 diuraikan sebagai landasan nyata:

  • Pertama, melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari Sabang sampai Merauke;
  • Kedua, memajukan kesejahteraan umum
  • Ketiga, mencerdaskan kehidupan bangsa agar tidak hanya cerdas secara otak, tetapi juga cerdas dalam bersikap dan bertindak;
  • Keempat, mewujudkan keadilan sosial;
  • Kelima, turut menjaga ketertiban dunia.

Semua ini, menurut Kiai Tar, bersumber dari keyakinan kepada Allah Yang Maha Esa — bukan sekadar sebutan, melainkan wujud pengakuan atas keagungan‑Nya.

Teks Proklamasi di area ponpes Tharikah Sidhiqqiyyah Pusat, di desa Losari, Ploso, Jombang. Foto: kredonews.com/ priyo suwarno

Terjebak Teks

Kiai Tar menyoroti bahwa banyak generasi muda kini kurang memahami makna sejarah dan jati diri bangsa, karena penyampaiannya seringkali hanya terbatas pada teks tanpa makna mendalam.

Di sinilah peran pesantren menjadi sangat sentral, bukan sekadar lembaga mengajar syariat, melainkan benteng penjaga akhlak dan budi pekerti.

Inti acara malam ini adalah taubat bersama dalam kerangka ajaran tasawuf, bukan sekadar lantunan syair. Taubat diartikan sebagai kembali ke asal — mengingat bahwa setiap manusia lahir dalam keadaan suci dan tanpa dosa.

Penyimpangan terjadi karena tergoda hawa nafsu, termasuk godaan harta yang membuat orang berani mengambil hak orang lain.

Untuk itu, beliau mengajarkan rangkaian bacaan yang teratur, di mana angka delapan dimaknai sebagai pintu keberuntungan dan penghapus dosa, diakhiri dengan janji setia kepada Allah.

Beliau menegaskan bahwa rahmat Allah jauh lebih luas daripada segala dosa. Tidak ada kesalahan yang tidak bisa diperbaiki, asalkan hamba‑Nya sungguh‑sungguh bertobat dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang merugikan orang lain.

Sebagai penutup, beliau berpesan agar taubat ini bukan hanya ritual semalam, melainkan menjadi perubahan sikap nyata.

Dengan hati yang bersih, maka korupsi dan penyimpangan akan perlahan menghilang, dan Indonesia dapat tumbuh menjadi bangsa yang beradab, sejahtera, serta diridai Allah SWT.

Meski pada usia memasuki usia seabad kurang dua tahun, dengan suara tegar mampu 2,5 jam betausyiah mendapat perhatian dari jamaah yang berdatangan dari Jawa Timur, Jateng, Jabar dan Madura.

Mereka memenuhi tiga lapangan besar di kawan desa Losari, kecamatan Ploso yang sangat megah itu.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Dua Peserta Latsarmil KDMP Meninggal Dunia, Akibat Heat Stroke dan Cardiac Arrest

24 Juni 2026 - 19:21 WIB

Trending di News