Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Menelisik Akar Terorisme (24): Kata Sandi ‘Saya Mengenalmu!’

badge-check


					Menelisik Akar Terorisme (24): Kata Sandi ‘Saya Mengenalmu!’ Perbesar

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Hadi. S. Purwanto

KREDONEWS.COM— Pada 1793, Inggris terjebak perang melawan kaum revolusioner Perancis dengan dukungan parlemen Irlandia sehingga para pemimpin Dublin dari Irlandia Bersatu pun dipenjara.

Masyarakat itu kemudian melepaskan pemikirannya tentang reformasi konstitusional yang mendukung tindakan revolusioner penuh pengkhianatan: Mereka belakangan membangun gerakan perlawanan yang mampu membantu serangan Perancis.

Dalam waktu dua tahun, para pemimpin kerusuhan tingkat desa, kota dan propinsi menjadi perwira lapangan dalam berbagai gerakan gerilya.

Seperti dituliskan sejarahwan Philip Harwood, di sana ada; ‘semacam hirarki piramidal upaya penghasutan, dengan sejumlah kecil masyarakat lokal yang tidak terbatas jumlahnya berada di dasarnya, kemudian bertahap ditingkatkan, dengan tingkat komite pada tingkat baron, kabupaten dan propinsial yang disesuaikan secara menyenangkan hingga puncak direktur eksekutif nasional.’

Dengan menerapkan metode subversi, masyarakat itu menjadi kelompok rahasia. Ada ritual kecil yang buang-buang waktu; yaitu ketika inisiasi, anggota baru hanya perlu mengucapkan sumpah tentang kerahasiaan di atas Kitab Perjanjian Baru.

Kata sandinya, ‘Saya mengenalmu’ yang jawabannya adalah, ‘Saya mengenali N,’ dan seterusnya bersambung dengan kata-kata ‘Irlandia Bersatu’
Wolfe Tone mengajarkan katekismus politis yang paling penting kepada para kadet rekrutannya, berlandaskan sumpah yang diucapkan dalam Masonic Lodges yang memberontak, yang menjadi kekuatan dalam Revolusi Amerika maupun Prancis.

Pertanyaan: Apakah anda jujur?
Jawaban : Ya, saya jujur.
Pertanyaan: Seberapa jujur?
Jawaban : Sama jujurnya seperti gelombang.
Pertanyaan: Lanjutkan sekarang.
Jawaban : Demi Kebenaran, Kepercayaan, dalam Persatuan dan Kemerdekaan
Pertanyaan: Apakah yang kau pegang dalam tanganmu?
Jawaban : Cabang pohon hijau
Pertanyaan: Di manakah cabang itu pertama kali tumbuh?
Jawaban : Di Amerika
Pertanyaan: Di manakah cabang itu bersemi?
Jawaban : Di Perancis
Pertanyaan: Di manakah kau hendak menanamnya?
Jawaban : Dalam Mahkota Irlandia

Para anggota Irlandia Bersatu dipersenjatai dan dilatih berperang. Menjelang 1796, masyarakat itu pun siap melakukan revolusi. Tetapi karena para pendukungnya hanya dipersenjatai dengan tombak maka diperlukan pasukan Perancis untuk bergabung dalam pasukan Inggris dengan meriam dan senapan.

Wolfe Tone serta pemimpin revolusioner Anglo-Irlandia, Lord Edward Filzgerald melakukan banyak perjalanan ke Prancis, berupaya membujuk pemerintah pengganti di Perancis untuk menyerang Irlandia. Dan memang, angkatan laut Perancis melancarkan tiga upaya serangan.

Serangan pertama berhasil dikalahkan berkat angin badai, yang kedua dicegat, dan serangan ketiga berakhir dalam malapetaka yang terjadi begitu singkat karena tentara Perancis dibantai habis-habisan segera setelah pendaratan oleh pasukan pimpinan Lord Conwallis yang kala itu menjadi raja muda sekaligus panglima militer yang berhasil menjatuhkan Yorktown serta menjamin keberhasilan Revolusi Amerika.

Masyarakat Irlandia Bersatu tidak berhasil mengorganisasikan kebangkitan mereka lewat berbagai serangan ini. Mereka kemudian melakukan satu upaya lagi pada Mei 1798, namun sayangnya, pengorganisasi mereka termasuk Lord Edward Fitzgeral, ditangkap sebelum peristiwa itu terjadi dan pasukan pemberontak sebesar 20.000 dikalahkan oleh pasukan Inggeris.

Ulster tidak bangkit mendukung Irlandia Bersatu, yang kini menjadi organisasi yang sangat berbau Katolik. Kenyataannya, Ulsters memunculkan struktur tandingan, bernama Orangemen, untuk mempertahankan diri dari serangan gerilyawan Katolik. Para tuan tanah bersenjata, para Yeomanry serta Orangemen bergabung dengan pasukan Inggeris dalam upaya menumpas pemberontak Katolik.

Fitzgerald sendiri tewas akibat luka di penjara selama kerusuhan. Tone, yang ditangkap pada tahun yang sama, ketika menumpang kapal Perancis menerima hukuman mati yang dijatuhkan pada Bulan Nopember namun memilih bunuh diri. Irlandia Bersatu pun berhenti menjadi pasukan revolusioner yang aktif. (Bersambung)

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pengusaha Akui RI Masih Dibanjiri Produk Impor Ilegal

25 Agustus 2026 - 18:05 WIB

RSKKA Dirikan RS Kolaboratif di Manggarai Timur: Operasi 4 Warga Korban Gempa di Flores Utara

25 Agustus 2026 - 17:34 WIB

Muncul Rekaman ke Sopir dan PO Bus di Pati: Batalkan Berangkat ke Jakarta!

25 Agustus 2026 - 15:00 WIB

Presiden Puji Pangdam Riau: Siapkan Peterjun Terbaik untuk Padamkan Karhutla

25 Agustus 2026 - 12:37 WIB

Muncul Video Gerakan Aksi Potong Kartu ATM Mandiri Aktif

25 Agustus 2026 - 08:10 WIB

Polda Rancang Pemanggilan Botok dan OJK Sehari sebelum Aksi Demo 27 Agustus 2026

25 Agustus 2026 - 07:16 WIB

Rayakan Agustusan dan Sambut Muktamar NU, PNIB Baksos 81.000 L Air Bersih ke Gunung Kidul

24 Agustus 2026 - 15:15 WIB

Polisi Akui Ajukan Penundaan Transaksi Rekening Milik Supriyono Tokoh AMPB

24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Melabrak DPR RI, Botok Kaget Uang Pribadinya Rp80 Juta Diblokir Bank Mandiri

23 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Trending di News