Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Andri Mulyono Partner Lodewyk Pusung, Mark Up Rp0,5 Triliun Proyek Motor Listrik BGN

badge-check


					Pria ini bernama Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), merupakan partner Lodewyk Pusung, mantan wakil kepala BGN, yang melakukan mark up proyek 21.000 unit lebih motor listrik BGN. Ia ditahan sejak, Jumat 12 Juni 2026. Foto: instagram@20detik
Perbesar

Pria ini bernama Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), merupakan partner Lodewyk Pusung, mantan wakil kepala BGN, yang melakukan mark up proyek 21.000 unit lebih motor listrik BGN. Ia ditahan sejak, Jumat 12 Juni 2026. Foto: instagram@20detik

Penulis: Yusran Hakim   |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JAKARTA– Kejaksaan Agung Republik Indonesia menetapkan sekaligus menahan Andri Mulyono, Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT).

Pria muda ini sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi pengadaan motor listrik untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Penetapan dan penahanan dilakukan pada hari Jumat, 12 Juni 2026, dan tersangka saat ini ditahan di Rumah Tahanan Salemba Cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Korupsi (Jampidsus) Syarief Sulaeman Nahdi menyatakan, penetapan status tersangka didasarkan pada bukti yang cukup setelah Andri diperiksa lebih dulu sebagai saksi.

Kontrak Rp 1,035 Miliar

Nilai kontrak pengadaan yang dimenangkan PT YAT mencapai Rp1.035.515.297.908 atau lebih dari Rp1,035 triliun untuk pengadaan 21.801 unit motor listrik.

Dalam keterangan resminya, Syarief menjelaskan bahwa harga per unit yang disepakati dalam kontrak ditetapkan sebesar Rp47,5 juta.

Padahal berdasarkan hasil verifikasi tim penyidik, harga wajar di pasaran untuk spesifikasi yang sama hanya berkisar antara Rp22 juta hingga Rp28 juta per unit.

Akibat ada penggelembungan harga atau mark-up yang tidak wajar, selisihnya mencapai Rp19–25 juta per unit, sehingga total keuntungan tidak sah yang diduga diperoleh mencapai Rp436 miliar hingga Rp545 miliar.

“PT YAT bahkan sudah menerima seluruh pembayaran 100 persen dari kas negara, padahal barang yang diserahkan tidak sesuai dengan standar dan spesifikasi yang tercantum dalam perjanjian,” tegasnya.

Kejagung juga mengungkapkan jalur masuk dan jaringan yang memuluskan langkah Andri Mulyono mendapatkan proyek tersebut.

Lewat Lodewyk Pusung

Ia diketahui masuk dan mendapatkan kepercayaan melalui Lodewyk Pusung, mantan Wakil Kepala BGN yang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus yang sama.

“Lodewyk Pusung menjadi pintu masuk utama dan jembatan bagi tersangka. Ia yang mengatur agar persyaratan pengadaan disusun sedemikian rupa sehingga hanya PT YAT yang dianggap bisa memenuhi kriteria,” kata dia.

“Padahal perusahaan itu tidak memiliki pengalaman memegang proyek sebesar ini, tidak memiliki jaringan layanan purna jual, dan tidak memenuhi syarat kelayakan secara administrasi maupun teknis,” jelas Syarief.

Berdasarkan rekam jejak komunikasi dan bukti yang terkumpul, terungkap bahwa keduanya menjalin hubungan intensif sejak awal proses perencanaan pengadaan.

Andri Mulyono diduga mendekati dan menjanjikan bagian keuntungan dari selisih harga yang diperoleh sebagai imbalan agar proyek bisa dimenangkan dan pembayaran segera dicairkan.

Lodewyk Pusung kemudian memengaruhi tim penilai dan pejabat pengadaan agar mengabaikan segala kekurangan yang dimiliki PT YAT.

Syarief menambahkan, sejauh ini penyidikan belum menemukan bukti keterlibatan langsung pejabat di atas Lodewyk Pusung.

Namun tim penyidik masih terus menelusuri aliran dana secara rinci dan mengembangkan penyelidikan untuk memastikan seluruh jaringan serta pihak yang terlibat dapat diungkap sepenuhnya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Menelisik Akar Terorisme (45): Orang Mapan Eropa-Amerika Isap Darah Budak

5 Agustus 2026 - 19:25 WIB

Rp124 Miliar Macet di KPRI Jombang, Bupati Warsubi Copot Hartono sebagai Kepada Bapperinda

5 Agustus 2026 - 13:14 WIB

Ringkus Kopilot Malaysia Bawa Narkoba, Datul Husein Kagum Sekaligus Heran kepada BC dan BNN

5 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Wifi Rufio Teknologi Menembus Dinding, Realmrbert: Lonceng Matinya Privasi!

5 Agustus 2026 - 07:07 WIB

Sempat Kabur, Maling Motor Tak Berkutik Diringkus Polisi

4 Agustus 2026 - 14:06 WIB

RI Tangkap 10 Pilot Malaysia 2021-2026, Dimanfaatkan Kartel Jadi Kurir Narkoba

4 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Lolos dari Negara Asal, Kopilot Malaysia Tertangkap Bawa 12,7 Kg Narkoba di Bandara Soetta

4 Agustus 2026 - 07:17 WIB

Mantan Ketum HIPMI Akbar Himawan Penerima Rp3,5 M, Kasus Gratifikasi DJKA Sumut

3 Agustus 2026 - 21:38 WIB

Menelisik Akar Terorisme (44): Eropa Rancang Perbudakan Manusia

3 Agustus 2026 - 08:33 WIB

Trending di News