Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Nasional

IDAI Ingatkan Malaria Monyet Mengintai Indonesia

badge-check


					Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Inke Nadia Diniyanti Lubis, pada konferensi pers via zoom meeting di Jakarta (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting IDAI) Perbesar

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Inke Nadia Diniyanti Lubis, pada konferensi pers via zoom meeting di Jakarta (Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting IDAI)

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan ancaman malaria monyet khususnya di Aceh. Terutama di wilayah dekat hutan dan area alih fungsi lahan.

Ini menyusul laporan kematian pasien akibat penyakit tersebut di Malaysia. Penyakit zoonotik tersebut diketahui dapat berakibat fatal jika terlambat ditangani.

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Inke Nadia Diniyanti Lubis, menegaskan malaria monyet menular melalui gigitan nyamuk pembawa parasit. Karena itu dia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dekat hutan dan kawasan yang mengalami alih fungsi lahan.

“Penularannya harus melalui gigitan nyamuk yang membawa parasit, lalu digigit kembali masuk melalui darah,” ujarnya, Rabu 13 Mei 2026. Bukan melalui makanan, udara, maupun kontak antarmanusia.

Inke mengatakan malaria monyet merupakan penyakit zoonotik akibat parasit plasmodium knowlesi yang menginfeksi monyet ekor panjang dan beruk. Penularan penyakit tersebut kepada manusia terjadi melalui gigitan nyamuk anopheles tertentu yang membawa parasit berbahaya tersebut.

“Risiko penularan meningkat di wilayah dekat hutan dan kawasan alih fungsi lahan,” ujarnya. Hal ini karena di sana manusia berbagi ruang dengan habitat monyet dan nyamuk pembawa penyakit.

Inke juga meminta pemerintah memperkuat deteksi dini malaria knowlesi melalui pelatihan tenaga kesehatan di wilayah sekitar hutan. Dia juga mendorong penguatan sistem rujukan PCR serta menjaga zona penyangga hutan mengurangi konflik manusia dan monyet.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Ojol Minta Potongan Komisi 8% Diperluas ke Layanan Delivery

3 Juli 2026 - 18:44 WIB

Kadin Jatim: Perlu Pembahasan Komprehensif RPMK Tembakau

2 Juli 2026 - 19:55 WIB

Ditemukan Gudang Narkotika di Gresik Sindikat Internasional

2 Juli 2026 - 19:10 WIB

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Operasi Gabungan Satpol PP dan Bea Cukai Gresik Berhasil Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal

30 Juni 2026 - 22:33 WIB

Tarif Listrik Juli-Agustus-September Tak Naik

30 Juni 2026 - 21:23 WIB

Tumpeng Nasi Krawu KWG Berhasil Masuk Rekor Dunia

30 Juni 2026 - 06:05 WIB

Peternak Unjuk Rasa dan Bagi Telur Gratis di Gedung DPRD Jatim

29 Juni 2026 - 20:18 WIB

Trending di Nasional