Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

April 2026 Tiga Jasad Ditemukan di Jombang, Dua Diantaranya di Kecamatan Megaluh

badge-check


					Petugas 119 Jombang melakukan evakuasi jasad Sakip, 61, di sungai Gongseng, Megaluh, Jombang, Selasa 28 April 2026. Foto: Ist Perbesar

Petugas 119 Jombang melakukan evakuasi jasad Sakip, 61, di sungai Gongseng, Megaluh, Jombang, Selasa 28 April 2026. Foto: Ist

Penulis: Arief Soesatyo  |  Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG — Seorang pria lanjut usia bernama Sakip, 61, ditemukan tewas mengapung di aliran sungai wilayah  Desa Gongseng, Kecamatan Megaluh, Kabupaten Jombang, Selasa pagi, 28 April 2026.

Korban adalah Sakip bin Selar, warga Desa Gongseng, RT 01/RW 04, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Sementara itu, penyebab kematiannya masih dugaan sementara: keluarga menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung, dan pemeriksaan awal polisi juga tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban diketahui merupakan warga setempat yang selama ini tinggal seorang diri tidak jauh dari lokasi kejadian.

Korban pertama kali ditemukan warga yang melintas di tepi sungai sekitar pukul 05.30 WIB, saat ditemukan, posisi tubuh korban terlentang di aliran sungai, sehingga warga kemudian melaporkan temuan itu ke perangkat desa dan kepolisian.

Petugas kepolisian bersama tim medis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Dari hasil sementara, polisi menduga korban belum lama meninggal dunia, dan penyebab kematian masih akan dipastikan melalui pemeriksaan lanjutan.

Sejumlah laporan awal menyebut korban memiliki riwayat penyakit, sehingga polisi menduga kematian bisa terkait faktor kesehatan, meski penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan tidak ada unsur lain.

Tiga Temuan

Sepanjang April 2026, dari informasi yang sudah terkumpul ada setidaknya 3 temuan mayat/jenazah di wilayah Jombang yang sempat diberitakan:

  • 12 April 2026: mayat pria di Sungai Mrican / Megaluh. Kasus ini kemudian terungkap sebagai pembunuhan.
  • 20 April 2026: mayat tanpa identitas di hutan/ladang jagung Wonosalam. Identitasnya saat itu masih didalami polisi.
  • 27 April 2026: jasad lansia Sakip bin Selar ditemukan mengapung di Sungai Megaluh / Desa Gongseng. Dugaan sementara mengarah ke faktor penyakit.**

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Harga Rp 1,340 Triliun, Pesawat Pembom Legendaris Boeing B‑52 Stratofortress Jatuh

17 Juni 2026 - 00:01 WIB

Harga BBM Nonsubsidi Naik, Tarif Bus Trans Jatim Dipastikan Tetap

16 Juni 2026 - 20:50 WIB

Bukan Cuma Surat, Pencuri Datangi Korban Berdamai di Depan Polisi Polsek Pungging Mojokerto

16 Juni 2026 - 17:59 WIB

Kejadian menari, tersangka pelaku pencurian Pungging Mojokerto, mereka berdamai. Suwandi, memaafkan pelaku, dan ikhlas memaafkan plekai sekaligus mencabut laporan

Gempa Magnetudo 6.7 Guncang Sulawesi Tengah, Lokasi Darat 23 Km dari Palu

16 Juni 2026 - 16:21 WIB

Gempa berkekuatan magnetudo, guncang wilayah Sulawesi Tengah, tidak menimbulkan tsunami. Beberapa laporan rumah roboh, korban berjatuhan. Foto: ist

Menelisik Akar Terorisme (19): Betapa Kejam dan Kelam Perang Daud

15 Juni 2026 - 20:19 WIB

Nekad Maling Motor, Dua Remaja Diringkus Polisi

15 Juni 2026 - 12:52 WIB

Tim Kejaksaan Pekanbaru Tangkap Kembali 3 dari 6 Tahanan Kabur, Gegara Pintu Kendaraan Dibuka

14 Juni 2026 - 18:06 WIB

Tim pengaman Kejaksaan Pekanbaru

Johor Bahru Gempar, 4 Orang Sekeluarga Siksa Wanita Buruh Indonesia

14 Juni 2026 - 16:23 WIB

Perempuan buruh asal Indonesia menjadi korban penganiayaan dua pria dan wanita satu keluarga di Johor Bahru, Malaysia.

Menelisik Akar Terorisme (18): Binatang Jadi Senjata Biologis Masal

14 Juni 2026 - 15:21 WIB

Trending di News