Penulis: Jacobus E. Lato | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JEPANG- Gempa besar melanda lepas pantai timur Honshu, dekat Prefektur Iwate, dengan koordinat sekitar 39,92 LU dan 142,88 BT, atau sekitar 71 km dari Kota Miyako.
Tanggal kejadiannya adalah Senin, 20 April 2026. Gempa dilaporkan terjadi sekitar pukul 16:53 waktu setempat Jepang atau 14:52:57 WIB
Gempa ini memicu peringatan tsunami lokal di pesisir Pasifik Iwate, Aomori, dan Hokkaido. Terjafi Senin, 20 April 2026.
Sumber gempa, berikut gambaran lokasinya secara sederhana:
- Wilayah: Pantai timur laut Jepang, Samudera Pasifik.
Titik terdekat: Sekitar Miyako, Iwate. - Zona terdampak awal: Pesisir Iwate, Aomori, Hokkaido.
- Karakter sumber: Gempa dangkal akibat aktivitas subduksi di lepas pantai timur Honshu
Tsunami 3 Meter
Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan tsunami, bukan sekadar imbauan biasa, sehingga ancaman masih dianggap serius pada saat laporan itu dibuat.
Operasional kereta cepat antara Tokyo dan Aomori juga sempat ditangguhkan menyusul gempa tersebut.
Yang perlu dibedakan, angka 3 meter itu adalah potensi/tinggi gelombang yang diperingatkan, bukan berarti seluruh pantai langsung dihantam gelombang setinggi itu.
Laporan yang sama juga menyebut ada tsunami yang sudah tercatat lebih kecil, misalnya sekitar 80 cm di Kuji dan 30–40 cm di beberapa lokasi lain.
Jadi, kesimpulannya: ya, peringatan tsunami 3 meter itu memang ada, tetapi itu masih bersifat estimasi bahaya dari otoritas saat kejadian.
Bangunan dan korban
Laporan yang ada lebih banyak menyebut langkah pemeriksaan, bukan kerusakan masif.
Yang paling jelas terdampak adalah transportasi darat: Shinkansen Tohoku dihentikan total untuk pemeriksaan keamanan, dan sebagian layanan kereta lokal di Iwate serta Hokkaido juga sempat berhenti.
Untuk udara, laut, dan darat, laporan yang tersedia paling tegas menunjukkan gangguan pada jalur darat; saya belum melihat konfirmasi rinci soal gangguan besar pada penerbangan atau pelayaran dari sumber yang dibaca.
Ada indikasi warga memantau kabar lewat ponsel dan otoritas melakukan pengecekan infrastruktur, tetapi belum ada laporan luas tentang jaringan komunikasi yang lumpuh total.**







