Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Gempa Mag 7.4 di Jepang, Tsunami 3 Meter Suasana Tenang

badge-check


					Pantai Timur Jepan dihantam gempa magnetudo 7.4, Senin 20 April 2026. Nuncul tsunami 3 meter, tetapi kondisinya tenang. Foto: antara Perbesar

Pantai Timur Jepan dihantam gempa magnetudo 7.4, Senin 20 April 2026. Nuncul tsunami 3 meter, tetapi kondisinya tenang. Foto: antara

Penulis: Jacobus E. Lato  | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JEPANG- Gempa besar melanda lepas pantai timur Honshu, dekat Prefektur Iwate, dengan koordinat sekitar 39,92 LU dan 142,88 BT, atau sekitar 71 km dari Kota Miyako.

Tanggal kejadiannya adalah Senin, 20 April 2026. Gempa dilaporkan terjadi sekitar pukul 16:53 waktu setempat Jepang atau 14:52:57 WIB

Gempa ini memicu peringatan tsunami lokal di pesisir Pasifik Iwate, Aomori, dan Hokkaido. Terjafi Senin, 20 April 2026.

Sumber gempa, berikut gambaran lokasinya secara sederhana:

  • Wilayah: Pantai timur laut Jepang, Samudera Pasifik.
    Titik terdekat: Sekitar Miyako, Iwate.
  • Zona terdampak awal: Pesisir Iwate, Aomori, Hokkaido.
  • Karakter sumber: Gempa dangkal akibat aktivitas subduksi di lepas pantai timur Honshu

Tsunami 3 Meter

Pemerintah Jepang mengeluarkan peringatan tsunami, bukan sekadar imbauan biasa, sehingga ancaman masih dianggap serius pada saat laporan itu dibuat.

Operasional kereta cepat antara Tokyo dan Aomori juga sempat ditangguhkan menyusul gempa tersebut.

Yang perlu dibedakan, angka 3 meter itu adalah potensi/tinggi gelombang yang diperingatkan, bukan berarti seluruh pantai langsung dihantam gelombang setinggi itu.

Laporan yang sama juga menyebut ada tsunami yang sudah tercatat lebih kecil, misalnya sekitar 80 cm di Kuji dan 30–40 cm di beberapa lokasi lain.

Jadi, kesimpulannya: ya, peringatan tsunami 3 meter itu memang ada, tetapi itu masih bersifat estimasi bahaya dari otoritas saat kejadian.

Bangunan dan korban
Laporan yang ada lebih banyak menyebut langkah pemeriksaan, bukan kerusakan masif.

Yang paling jelas terdampak adalah transportasi darat: Shinkansen Tohoku dihentikan total untuk pemeriksaan keamanan, dan sebagian layanan kereta lokal di Iwate serta Hokkaido juga sempat berhenti.

Untuk udara, laut, dan darat, laporan yang tersedia paling tegas menunjukkan gangguan pada jalur darat; saya belum melihat konfirmasi rinci soal gangguan besar pada penerbangan atau pelayaran dari sumber yang dibaca.

Ada indikasi warga memantau kabar lewat ponsel dan otoritas melakukan pengecekan infrastruktur, tetapi belum ada laporan luas tentang jaringan komunikasi yang lumpuh total.**

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pejabat, Jenderal TNI dan Ulama Dalam Kasus TPPU Rp237 M, Gus Yazid Cabut BAP atas Letjen Widi Prasetijono

22 September 2026 - 14:50 WIB

Menelisik Akar Terorisme (59): Masyarakat Rahasia Tiongkok

21 September 2026 - 22:40 WIB

Jaksa Tuntut 8 Tahun 6 Bulan, Pendukung Sudewo Ngamuk di PN Tipikor Jakarta

21 September 2026 - 22:16 WIB

Valuta Asing Rp2,8 M Disimpan di Plafon Rumah Madyopura Malang, Jejak Gatot Heroe Pejabat Dirjen Bea Cukai

21 September 2026 - 20:46 WIB

5 Kepsek SDN Tebingtinggi Dicopot, Gegara Tolak Serahkan Revitalisasi Rp2,44 M yang Ditunjuk Diknas

21 September 2026 - 18:04 WIB

PT Annisa Ahmada Diduga Pakai Sistem Ponzi: Rekrut 4.000 Pendaftar Umrah, Taksir Kerugian Rp120 M

21 September 2026 - 10:24 WIB

Pidato KH Hasan Abdullah Sahal: Kami Tidak Cari Muka, Pak Presiden Kami Tetap Pilih Pendidikan

20 September 2026 - 23:36 WIB

Rudal Houthi Sasar Bandara Raja Khaled dan Mengenai Fasilitas Perminyakan Aramco

20 September 2026 - 08:57 WIB

Penelisik Akar Terorisme (58): Pemberontak Chang Hsien-chung Hingga Jejak Perang Salib di Tiongkok

20 September 2026 - 08:30 WIB

Trending di News