Penulis: Eko Wienarto | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, DENPASAR — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat dua peristiwa getaran gempa bumi di wilayah selatan Bali pada Senin, 10 April.
Kedua gempa masing‑masing berkekuatan magnitudo 5 dan magnitudo 5,2, yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng tektonik di bawah perairan selatan Bali.
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyampaikan keterangan ini kepada wartawan di Denpasar pada hari kejadian.
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik atau thrust fault,” ujar Daryono.
Mekanisme ini terjadi ketika lempeng laut menabrak dan meluncur ke bawah lempeng benua, sehingga menimbulkan dorongan ke atas yang memicu getaran kuat.
Kejadian:
- Gempa pertama: pukul 08.36.20 WITA, magnitudo 5, koordinat 9,69 Lintang Selatan dan 115,38 Bujur Timur
- Gempa kedua: terjadi beberapa jam setelahnya, dengan magnitudo 5,2, masih di zona subduksi selatan Bali.

Pihak BMKG menegaskan kedua peristiwa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Hingga siang hari, pemantauan selanjutnya tidak mencatat getaran susulan yang signifikan.
Saat dikonfirmasi oleh tim wartawan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali menyampaikan kondisi wilayah Bali secara umum aman pasca dua guncangan tersebut.
Belum Ada Laporan
Kepala BPBD Provinsi Bali I Wayan Sutrisna menjelaskan bahwa tim pemantau lapangan yang diturunkan belum menerima laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa.
Meskipun demikian, pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap risiko longsor di daerah perbukitan, mengingat getaran dapat melemahkan struktur tanah terutama jika digabungkan dengan curah hujan tinggi.
BMKG mengingatkan masyarakat Bali untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari lembaga tersebut, tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi.
Pantauan aktivitas tektonik di zona selatan Bali masih berlangsung terus‑menerus oleh tim pemantau BMKG Denpasar.**






