Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

BMKG: Solo Masih Hujan, Dua Hari Banjir Melanda 11 Kalurahan 715 KK

badge-check


					Kawasan keluarahan Jagalan Solo, terendam banjir, akibat hujan masih turun hingga pertengahan April 2026 ini. BMKG meningatkan Solo punya tabiat tersendiri, meski memasuki kemarauy tetapi hujan masih bis aturun. Foto: Dok/warga Perbesar

Kawasan keluarahan Jagalan Solo, terendam banjir, akibat hujan masih turun hingga pertengahan April 2026 ini. BMKG meningatkan Solo punya tabiat tersendiri, meski memasuki kemarauy tetapi hujan masih bis aturun. Foto: Dok/warga

Penulis: Sri Muryanto  |  Editor:  Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, SOLO- Hujan lebat sejak Selasa malam hingga Rabu 15 April 2026, menyebabkan luapan Kali Jenes dan sungai lain, terutama di wilayah barat Solo serta kiriman air dari Boyolali. Genangan air mencapai 80-120 cm di permukiman dan jalanan, dengan Sukoharjo paling parah seperti di Grogol dan Madegondo.

Sekitar 1.081 keluarga atau 715 KK terdampak di 11 kelurahan Kota Solo, terutama Kecamatan Laweyan, dengan 109-218 warga mengungsi. Belum ada laporan korban jiwa, tapi puluhan rumah terendam hingga dada orang dewasa.

Koordinator Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, menegaskan pemahaman keliru soal kemarau masih sering terjadi di masyarakat.

Kondisi ini berbeda dengan sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah yang sudah lebih dulu masuk kemarau sejak pertengahan April.

Menurut BMKG, karakter geografis Solo Raya membuat pola cuaca cenderung dinamis. Artinya, hujan masih mungkin turun meski kalender sudah memasuki kemarau. Situasi ini berpotensi mengecoh masyarakat yang menganggap kemarau identik dengan cuaca sepenuhnya kering.

Wali Kota Solo Respati Ardi turun langsung dini hari meninjau pengungsi dan memastikan bantuan serta dapur umum. BPBD, Basarnas, dan relawan evakuasi warga; debit air masih berpotensi naik sehingga imbauan waspada terus disampaikan.

“Dini hari ini berada di Laweyan di daerah terdampak banjir. Yang pertama saya memastikan kebutuhan warga yang terdampak terpenuhi dulu dan ini sudah mulai kita lakukan,” ujar Respati saat meninjau lokasi pukul 00.30 WIB.

Ia juga menambahkan, “Kami akan menyediakan bantuan berupa makanan untuk yang sedang kita evakuasi dan bantuan obat-obatan karena tadi ada masyarakat berkebutuhan khusus.”

Pagi ini, 16 April 2026, banjir di Solo Raya menunjukkan tanda-tanda perbaikan dengan sebagian besar wilayah mulai surut.

Beberapa kelurahan seperti Joyosuran (Pasar Kliwon), Kedung Lumbu, Tipes (Serengan), Jebres, dan Mojosudan (Jebres) dilaporkan airnya sudah mulai surut atau dalam pendataan akhir per Rabu malam. Di Sukoharjo, 258 rumah terendam mulai surut, sementara total 1.939 KK di Solo Raya terdampak secara keseluruhan. BPBD Solo dan Jateng berjanji terus update data hari ini.

Dapur umum didirikan di Joyotakan dan Tipes oleh Dinas Sosial serta PMI, dengan bantuan logistik seperti beras, paket sembako, dan makanan siap saji sudah disalurkan. Warga mulai membersihkan rumah, meski debit Bengawan Solo sempat siaga merah kemarin. Belum ada laporan korban jiwa baru; pengungsian turun dari 109-218 orang kemarin.

BPBD Solo melaporkan bahwa banjir di wilayah Solo Raya, terutama akibat luapan Kali Jenes, merendam rumah warga hingga 80 cm dan memaksa puluhan orang mengungsi.

Menurut data BPBD Jateng yang dikutip terkait situasi Solo, hujan deras sejak 14 April 2026 pukul 22.00 WIB menyebabkan genangan parah di barat kota akibat kiriman air dari Boyolali. Evakuasi warga menjadi prioritas utama, dengan pompa air dioperasikan meski belum optimal karena debit sungai utama masih tinggi.

BPBD berkoordinasi dengan PUPR, BBWS, dan relawan untuk percepatan penanganan, sambil memastikan bantuan logistik dan pengungsian. Pagi 16 April, situasi mulai surut di beberapa titik seperti Joyosuran dan Tipes, tapi waspada banjir susulan tetap ditingkatkan. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

DPRD Jombang Serap Aspirasi Aksi Demo Aliansi, GMNI dan dan BEM Undar

20 Juni 2026 - 16:09 WIB

Ditetapkan sebagai Tersangka, Roy Suryo Tenang Dokter Tifa Dirujuk ke RS Polri Kramat Jati

20 Juni 2026 - 08:46 WIB

PLN Akui Tidak Sedang Baik-baik Saja: Ini Wilayah Jawa yang Terkena Pemadaman Listrik

20 Juni 2026 - 07:03 WIB

Kondisi pelayanan listrik di Jawa sedang alami gangguan, ada dua pemasok mitra independen PLN yang keluar dari jaringan.

Kasus Korupsi di BGN, Pengacara Krisna Murti: Sony Sanjaya Prosedural, selalu Lapor dan Dibawah Pengawasan NSD

19 Juni 2026 - 17:05 WIB

Bantuan 9 Paket Senilai Rp1,48 M untuk Pengembangan Ayam Petelur Jombang

19 Juni 2026 - 13:29 WIB

Menelisik Akar Terorisme (21): Penjahat Jadi Simbol Perlawanan Rakyat

19 Juni 2026 - 12:43 WIB

Polisi Tahan Oknum Guru SMK di Pare, Pakai Akun Cewek untuk Berbuat Cabul kepada Siswanya

19 Juni 2026 - 05:40 WIB

Kiai Said dan Kiai Imjaz Serukan Pesantren Sudah Saatnya Menjadi Top of the Mind Masa Depan

19 Juni 2026 - 05:14 WIB

Tour de Mawil-4, 50 Aktivis Lingkungan Bersihkan Pesisir Taman Penyu Tatar Sepang Sumbawa Barat

18 Juni 2026 - 21:01 WIB

Trending di News