Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya
KREDONEWS.COM, JAKARTA-Puncak arus balik Lebaran 2026 telah terlewati, jutaan pemudik kini berusaha kembali ke kota masing-masing setelah libur panjang Idulfitri. Di tengah padatnya lalu lintas, sebagian pemudik merasa lebih tenang karena ada pihak yang turut menjaga kondisi mereka di perjalanan.
Dikutip dari 20detik, Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Agus Suryonugroho menyebut puncak arus balik terjadi pada 24 Maret dengan 256 ribu kendaraan yang kembali ke arah Jakarta dan sekitarnya. Hal ini menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah arus balik Lebaran.
Untuk mengurai kepadatan, sejumlah rekayasa lalu lintas diterapkan, mulai dari one way nasional hingga lokal, serta penggunaan tol fungsional.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan situasi arus balik mulai terkendali setelah melewati puncak tersebut. Seiring melandainya volume kendaraan, Polri mulai melakukan relaksasi rekayasa lalu lintas dari one way nasional menjadi one way sepenggal.
“Baru saja, untuk Gerbang Tol Kalikangkung saat ini kita sedang bergeser dari one way nasional akan kita ubah menjadi one way sepenggal. Artinya, dari prediksi yang ada di V/C ratio, kita sudah mulai melakukan perubahan rekayasa,” ujar Jenderal Sigit dikutip dari detikNews, Rabu (25/3/2026).
Hingga Rabu (25/3) siang pukul 12.00 WIB, total akumulasi kendaraan yang telah kembali ke Jakarta mencapai sekitar 2.040.000 unit. Polri memprediksi gelombang arus balik susulan pada 28-29 Maret, sehingga pengamanan tetap diperpanjang meski Operasi Ketupat 2026 resmi berakhir hari ini.***











