Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Tak Bisa Bedakan Lawan dan Kawan, Rudal Kuwait Rontokkan Tiga Pesawat F-15 E Milik Amerika

badge-check


					Tak sengaja rudal Kuwait menghantam dan menjatuhkan pesawat F-15E milik Amerika Serikat. Foto: Instgaram@terkinidodit Perbesar

Tak sengaja rudal Kuwait menghantam dan menjatuhkan pesawat F-15E milik Amerika Serikat. Foto: Instgaram@terkinidodit

Penulis: Jacobus E. Lato  |   Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, KUWAIT- Video viral yang beredar luas di media sosial menunjukkan pesawat tempur Amerika Serikat yang jatuh dan meledak di wilayah Kuwait, memicu spekulasi global tentang eskalasi konflik di Timur Tengah.

Militer AS mengonfirmasi bahwa tiga jet tempur F-15E Strike Eagle miliknya jatuh di atas Kuwait pada Minggu malam (1/3/2026), selama mendukung Operasi Epic Fury—sebuah operasi gabungan Israel-AS yang diluncurkan pekan lalu untuk menangkal serangan Iran terhadap aset regional.

Menurut pernyataan resmi Komando Pusat AS (CENTCOM) yang dilansir Al-Jazeera pada Senin (2/3/2026), insiden ini disebabkan oleh “tembakan salah sasaran” dari sistem pertahanan udara Kuwait.

“Tiga pesawat F-15E Strike Eagle AS yang terbang untuk mendukung Operasi Epic Fury jatuh di atas Kuwait karena insiden tembakan salah sasaran selama pertempuran aktif,” tulis CENTCOM.

Operasi Epic Fury sendiri merupakan respons terhadap gelombang serangan Iran yang dimulai 25 Februari 2026, melibatkan lebih dari 200 rudal balistik, drone kamikaze Shahed-136, dan jet tempur Iran seperti Su-35 yang disuplai Rusia.

F-15E Strike Eagle, pesawat multirole generasi 4.5 dengan kemampuan membawa bom presisi JDAM hingga 10 ton senjata, sedang melakukan misi pengawasan dan serangan darat ketika tertembak oleh rudal darat-ke-udara Kuwait jenis MIM-104 Patriot—sistem yang juga digunakan AS untuk melindungi pangkalan di kawasan.

“Keenam awak pesawat berhasil melontarkan diri dengan parasut, dievakuasi dengan selamat oleh helikopter Black Hawk AS, dan kini dalam kondisi stabil di fasilitas medis di pangkalan Ali Al Salem, Kuwait,” tambah CENTCOM. Tidak ada laporan korban jiwa dari pihak Kuwait atau warga sipil.

Kuwait secara resmi mengakui insiden tersebut melalui Kementerian Pertahanan setempat.

“Kami menyesal atas kesalahan identifikasi target di tengah kekacauan pertempuran yang melibatkan ancaman Iran. Koordinasi dengan sekutu AS tetap prioritas,” ujar Jenderal Khaled Al-Sabah, komandan Angkatan Udara Kuwait, dalam konferensi pers singkat Senin pagi.

CENTCOM menyatakan, “Kami berterima kasih atas upaya pasukan pertahanan Kuwait dan dukungan mereka dalam operasi yang sedang berlangsung ini.”

Investigasi bersama AS-Kuwait sedang dilakukan untuk menentukan penyebab pasti, termasuk kemungkinan gangguan sinyal GPS atau kesalahan komunikasi di tengah lalu lintas udara padat yang mencakup 150+ sorti harian.

Insiden ini menandai kerugian pertama bagi AS dalam operasi tersebut, dengan nilai material mencapai sekitar $250 juta (berdasarkan harga F-15E per unit $80-90 juta).

Analis militer seperti Peter Singer dari think tank New America memperingatkan bahwa “friendly fire” semacam ini bisa melemahkan koalisi anti-Iran, terutama setelah Iran mengklaim “kemenangan” atas jatuhnya jet AS melalui saluran Telegram resminya. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News