Menu

Mode Gelap

Nasional

OTT KPK: Jatah bulanan Rp7 Miliar untuk Oknum Bea Cukai agar Barang KW masuk Indonesia

badge-check


					Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ist

Perbesar

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. Ist

Penulis: Agung Sedayu| Editor: Gandung Kardiyono

KREDONEWS.COM, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan praktik suap besar-besaran di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Para pejabat disebut menerima jatah bulanan fantastis, mencapai Rp7 miliar, dari perusahaan ekspedisi PT Blueray Cargo.

Menurut Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, uang tersebut diberikan sebagai imbalan atas kelancaran masuknya barang impor berkualitas tiruan (KW) ke Indonesia.

“Saat operasi tangkap tangan, terendus jatah bulanan sekitar Rp7 miliar,” jelas Budi di Gedung Merah Putih KPK, Kamis (5/2/2026) malam.

Barang-barang KW yang diloloskan bukan hanya satu jenis, melainkan beragam, mulai dari sepatu hingga produk lain.

KPK kini menelusuri lebih jauh asal barang-barang tersebut dan negara pemasoknya.

Operasi tangkap tangan dilakukan pada 4 Februari, dengan salah satu pejabat yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan enam dari 17 orang yang ditangkap sebagai tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi.

Mereka terdiri dari pejabat Bea Cukai: Rizal (RZL), Sisprian Subiaksono (SIS), dan Orlando Hamonangan (ORL). Dari pihak Blueray Cargo, tersangka adalah John Field (JF), Andri (AND), dan Dedy Kurniawan (DK).**

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

WFH Satu Hari Sepekan Bisa Tekan Pendapatan Pengemudi Ojol Hingga 20%

24 Maret 2026 - 20:37 WIB

Ini Jadwal Operasional Bank Pasca-Lebaran

23 Maret 2026 - 20:14 WIB

Harga Pangan Kompak Naik Usai Lebaran, Harga Cabai Rp131 Ribu

23 Maret 2026 - 19:53 WIB

Jasa Marga Siapkan Diskon Tarif Tol untuk Kendalikan Arus Balik

23 Maret 2026 - 15:32 WIB

58 Bus Mudik Gratis Jatim Antar Perantau Pulang Kampung

18 Maret 2026 - 21:22 WIB

Macet Parah di Gilimanuk, Pemudik Asal Kebumen Meninggal Dunia

18 Maret 2026 - 17:18 WIB

Garuda Buka Suara Soal Tiket Palangkaraya-Jakarta Rp 200 Juta

17 Maret 2026 - 21:09 WIB

Distribusi Logistik Terganggu, Truk Ayam Tertahan di Gilimanuk

17 Maret 2026 - 20:54 WIB

Rupiah ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah

16 Maret 2026 - 21:48 WIB

Trending di Nasional