Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

BPBD Jatim Turun ke Jombang, Perbaiki EWS Tapen yang Rusak Diterjang Banjir Marmoyo

badge-check


					Tim BPBD Jawa Timur turun ke Jombang untuk memperbaiki perangkat EWS (Early Warning Systaem) banjir yang dipasang di Tapen. EWS itu rusak akibat dihantam material kayu saat Sungai Meluap. Foto: kredoneww.com/ elok apriyanto Perbesar

Tim BPBD Jawa Timur turun ke Jombang untuk memperbaiki perangkat EWS (Early Warning Systaem) banjir yang dipasang di Tapen. EWS itu rusak akibat dihantam material kayu saat Sungai Meluap. Foto: kredoneww.com/ elok apriyanto

Penulis: Elok Apriyanto | Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG – BPBD Jawa Timur langsung menggelar perbaikan darurat pada Early Warning System (EWS) banjir di Desa Tapen, Kabupaten Jombang, yang rusak parah akibat hantaman puing pohon dan bambu dari banjir Sungai Marmoyo, di tengah cuaca ekstrem yang melanda wilayah ini.

Tim BPBD Jatim bekerja sama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Jombang segera menuju lokasi untuk mengecek dan menangani kerusakan sensor deteksi banjir tersebut.

Kerusakan dipicu oleh derasnya arus sungai yang membawa serta tumpukan kayu dan bambu hingga menabrak perangkat EWS.

“Perangkat EWS tersapu material banjir seperti pohon-pohon, sementara sensornya terhantam bambu,” ungkap Ketua Tim Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Dadang Iqwandy, saat ditemui di lokasi, Kamis (15/1/2026).

Menurut Dadang, pasca-insiden tersebut, tim langsung melakukan penilaian lapangan dan penanganan sementara. Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi di Jawa Timur tidak hanya memicu banjir, tapi juga merusak berbagai peralatan mitigasi bencana milik BPBD.

“Curah hujan ekstrem ini berdampak luas, termasuk pada infrastruktur kebencanaan kami,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Jatim, Deni Kiki Melia Tamara, menyebut penanganan awal dilakukan dengan membersihkan puing kayu dan pohon di sekitar EWS menggunakan perahu karet.

“Perbaikan permanen akan segera kami laksanakan. Data dashboard kami tunjukkan EWS di Tapen sudah beri sinyal awas sejak akhir pekan lalu,” katanya.

BPBD Jatim kini dalam status siaga penuh akibat curah hujan yang masih tinggi di berbagai daerah Jawa Timur. Petugas terus mengawasi risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin puting beliung, dan longsor, khususnya di zona rawan sungai. **

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dr. Lee Woo Guan, Ahli Bedah Ortopedi Bertangan Dewa

29 Juni 2026 - 16:19 WIB

Wapres Gibran Buka Permata CAI di Wonosalam, Diikuti 2.000 Santri Gadingmangu Jombang

29 Juni 2026 - 15:26 WIB

Menelisik Akar Terorisme (28): Machiavelli Kagumi Casare Borgia

29 Juni 2026 - 14:03 WIB

Kubah Panas dari Sahara Landa Eropa, WHO: 1.300 Kematian Sejak 21 Juni 2026

29 Juni 2026 - 11:45 WIB

Pengacara: Saya Dapat Info Polisi Sudah Tangkap Pria yang Terakhir Bersama Ruly Yunis

29 Juni 2026 - 11:09 WIB

Pergelaran Ludruk Lahirnya Soekarno Putra Sang Fajar tidak Menyentuh Ploso, Tampil di Lapangan Pulo Lor Jombang

29 Juni 2026 - 10:07 WIB

Binhad dan Kuswartono Serahkan Buku kepada Eri Cahyadi: Ir Soekarno Lahir di Ploso Jombang 1 Juni 1902

28 Juni 2026 - 15:13 WIB

LEAF71+Noyron Hasilkan Mesin Jet AI Berkecepatan 28.000/ Jam

28 Juni 2026 - 13:31 WIB

Dr Lee Woo Guan: Robot dan Kecanggihan Teknologi Hanya Membantu, Peran Dokter Tetap Nomor Satu

28 Juni 2026 - 12:29 WIB

Trending di Headline