Penulis: Yusran Hakim | Editor: Priyo Suwarno
JAKARTA, SWARAJOMBANG.COM-– Akibat melelang dengan pagu Rp700.000 dengan anggaran Rp25,7 miliar, Menteri Sosial Saifulah Yusuf dimarahi netizen.
Harganya berlebihan dan membuka peluang korupsi. Angka Rp700.000, menurut netizen berlebihan. Pada umumnya paling mahal Rp 200.000 – 250.000/ pasabg untuk pelajar.
Merespon kritikan itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan anggaran pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang disebut mencapai Rp700 ribu per pasang.
“Kalau sekarang disebut Rp700 ribu, nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu. Karena ada proses lelang.” Kata dia saat diberondong pertanyaan wartawan di Kedungcowek, Surabaya, Minggu, 3 April 2026.
“Saya sudah pastikan tidak boleh ada lobi, tidak boleh ada titipan, tidak boleh ada rekayasa dalam proses pengadaan.”
“Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur, sesuai ketentuan yang ada. Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum.” Kata Gus Ipul.
Pernyataan itu disampaikan di Surabaya, saat Gus Ipul meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kedung Cowek, Minggu, 3 Mei 2026.
Ia menegaskan angka itu belum harga final, melainkan masih hitungan awal yang bisa turun setelah proses pengadaan dilakukan secara terbuka.
Gus Ipul mengatakan pemerintah tidak menetapkan harga sepatu secara sepihak, melainkan melalui mekanisme lelang terbuka atau e-purchasing.
Menurut dia, proses tersebut justru dibuat agar harga yang diperoleh lebih efisien dan transparan.
Sorotan terhadap anggaran ini muncul setelah dokumen Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) memuat alokasi sekitar Rp27,5 miliar untuk pengadaan 39.345 pasang sepatu siswa Sekolah Rakyat pada 2026. Jika dibagi rata, angka itu setara dengan sekitar Rp700 ribu per pasang.
Di tengah kritik publik, Kemensos menegaskan seluruh anggaran Sekolah Rakyat memang disiapkan untuk kebutuhan siswa, mulai dari makan-minum, seragam, hingga perlengkapan sekolah termasuk sepatu.
Gus Ipul juga memastikan tidak ada ruang untuk titipan, lobi, atau rekayasa dalam proses pengadaan barang.
Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa dari keluarga yang membutuhkan.
Karena itu, menurut Gus Ipul, angka Rp700 ribu yang ramai dibicarakan sebaiknya tidak langsung dianggap sebagai harga akhir, sebab nilainya masih bisa berubah setelah mekanisme pengadaan berjalan. **







