Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Life Style

Penyakit Crohn: Peradangan Saluran Cerna Seumur Hidup yang Bisa Dikendalikan

badge-check


					Penyakit Crohn: Peradangan Saluran Cerna Seumur Hidup yang Bisa Dikendalikan Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, SURABAYA- Penyakit Crohn merupakan salah satu jenis inflammatory bowel disease (IBD) yang bersifat kronis dan berlangsung seumur hidup. Penyakit ini ditandai dengan peradangan berkepanjangan pada saluran pencernaan, yang dapat terjadi di seluruh bagian saluran cerna, mulai dari mulut hingga anus.

Dalam praktik klinis, Crohn paling sering menyerang bagian akhir usus halus (ileum) dan awal usus besar (kolon). Berbeda dengan radang usus jenis lain, peradangan pada Crohn dapat menembus lapisan dinding usus yang lebih dalam.

Pola peradangannya juga tidak merata, melainkan muncul bercak-bercak, di mana bagian usus yang sehat bisa berada di antara area yang mengalami peradangan.

Penyakit ini berkaitan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, yang secara keliru menyerang jaringan usus sendiri. Hingga kini belum ada obat yang dapat menyembuhkan Crohn sepenuhnya, namun penyakit ini dapat dikendalikan sehingga penderitanya dapat menjalani masa remisi panjang dengan kualitas hidup yang baik.

Gejala Crohn sangat bervariasi, dari ringan hingga berat, dan cenderung muncul hilang timbul. Keluhan yang paling sering dirasakan antara lain nyeri dan kram perut, terutama di bagian kanan bawah, serta diare kronis yang bisa berair atau disertai darah.

Penderita juga kerap mengalami penurunan berat badan tanpa sebab jelas, nafsu makan menurun, kelelahan berkepanjangan, demam ringan, hingga perdarahan dari anus. Luka di mulut seperti sariawan juga dapat muncul.

Selain itu, Crohn dapat menimbulkan gejala di luar saluran cerna, seperti nyeri sendi, ruam kulit, peradangan mata, gangguan hati, batu ginjal, hingga osteoporosis. Pada anak-anak, penyakit ini berisiko menghambat pertumbuhan.

Penyebab pasti Penyakit Crohn belum diketahui. Para ahli menilai penyakit ini muncul akibat kombinasi faktor genetik, gangguan sistem imun, dan lingkungan.

Risiko lebih tinggi ditemukan pada individu dengan riwayat keluarga, sementara faktor lingkungan seperti kebiasaan merokok diketahui memperburuk kondisi dan menjadi faktor risiko terkuat yang dapat dikendalikan.

Pola makan tinggi lemak dan makanan olahan, infeksi di masa lalu, serta hidup di wilayah urban atau negara maju juga dikaitkan dengan peningkatan risiko. Crohn paling sering didiagnosis pada usia muda, terutama sebelum 30 tahun.

Jika tidak tertangani dengan baik, Crohn dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, mulai dari penyempitan dan sumbatan usus, luka dalam, fistula, hingga abses.

Penderita juga berisiko mengalami malnutrisi, anemia, pembekuan darah, serta peningkatan risiko kanker usus besar. Masalah pada sendi, kulit, mata, dan hati juga kerap menyertai perjalanan penyakit ini.

Penanganan Penyakit Crohn bertujuan menekan peradangan, meredakan gejala, mencegah komplikasi, dan mempertahankan remisi selama mungkin.

Terapi meliputi penggunaan obat-obatan seperti kortikosteroid untuk fase kambuh, obat antiinflamasi, imunomodulator, hingga terapi biologis. Dukungan nutrisi, termasuk suplemen vitamin dan pengaturan pola makan, menjadi bagian penting dari perawatan.

Pada kondisi tertentu, tindakan operasi diperlukan untuk menangani komplikasi, meski operasi tidak bersifat menyembuhkan.

Perubahan gaya hidup juga memegang peran penting, terutama dengan menghentikan kebiasaan merokok, mengelola stres, berolahraga teratur, dan menjalani pemantauan medis rutin, termasuk pemeriksaan usus secara berkala.

Dengan diagnosis dini dan penanganan yang tepat, banyak penderita Penyakit Crohn dapat menjalani kehidupan yang aktif dan produktif, dengan harapan hidup yang setara dengan populasi umum.

Masyarakat yang mengalami diare kronis, nyeri perut berkepanjangan, dan penurunan berat badan tanpa sebab jelas disarankan segera berkonsultasi ke dokter spesialis gastroenterologi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sumber utama: Mayo Clinic, Cleveland Clinic, Crohn’s & Colitis Foundation (diakses/update 2024–2025).***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Fans Sepakbola Ini Disangka Produk AI Saking Cantiknya

26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Ahli Gizi Ingatkan Risiko Makanan Rusak saat Listrik Padam

24 Juni 2026 - 18:44 WIB

Facebook Dipenuhi Video Porno, Cukup Satu Kta Kunci Pencarian

24 Juni 2026 - 18:21 WIB

Presenter Piala Dunia ASAL Italia Ini Sosmednya Dibanjiri Ribuan Like

18 Juni 2026 - 19:47 WIB

Izabel Kovacic akan Panaskan Tribun Piala Dunia

17 Juni 2026 - 18:52 WIB

Fans Terseksi Piala Dunia Menurut Survei, Argentina Nomor Satu

16 Juni 2026 - 20:16 WIB

Meski Neymar Tak Bermain, Pacarnya Pamer Tubuh Seksi di Piala Dunia 2026

15 Juni 2026 - 20:01 WIB

Kecantikan Brasil Ciptakan Sensasi di Piala Dunia 2026

14 Juni 2026 - 19:28 WIB

Cara Aman Nikmati Piala Dunia 2026 Tanpa Merusak Kesehatan

12 Juni 2026 - 19:41 WIB

Trending di Life Style