Menu ✖

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Nasional

Jadi Tulang Punggung Ekonomi, Industri Rokok Desak Konsistensi Kebijakan di 2026

badge-check


					Industri tembakau butuh konsistensi Perbesar

Industri tembakau butuh konsistensi

Penulis: Mulawarman | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Para pengusaha industri hasil tembakau meminta pemerintah pusat memberikan pembinaan dan dukungan kepada industri hasil tembakau (IHT), agar industri lokal tetap kondusif dan berdaya saing di 2026. Apalagi IHT merupakan tulang punggung perekonomian daerah, menyerap tenaga kerja, meningkatkan pendapatan petani tembakau, serta memberikan kontribusi signifikan terhadap penerimaan negara melalui cukai.

“Hanya minta pemerintah pusat tegak lurus, jangan menghentikan industri tembakau, tapi bina kami agar bisa maju bersama,” ujar salah satu pemilik pabrik rokok, H. Fathor Rosi, Rabu (7/1/2026).

Pertumbuhan industri hasil tembakau terus menunjukkan tren positif. Dampak berganda (multiplier effect) dari sektor ini juga dirasakan, mulai dari serapan bahan baku tembakau dari petani, penyerapan tenaga kerja, peningkatan pendapatan daerah, hingga kontribusi terhadap penerimaan negara dari sektor cukai.

Menurut Fathor Rosi, pengusaha IHT selama ini selalu tegak lurus terhadap regulasi. Karena itu, ia meminta pemerintah pusat tetap konsisten dalam kebijakan, sekaligus memberikan pembinaan yang diperlukan bagi keberlangsungan industri ini.

IHT merupakan salah satu tulang punggung penerimaan negara dan sangat penting bagi kelangsungan roda perekonomian daerah serta kesejahteraan pekerja sektor tembakau.

“Pemerintah pusat harus konsisten dan hadir membina industri tembakau. Tidak hanya Cahaya Pro yang ingin maju, tapi seluruh pelaku industri ini,” tegas Fathor Rosi.

Ia berharap pemerintah terus hadir untuk membina industri rokok lokal agar tetap kondusif dan berdaya saing. Menurutnya, peran pemerintah sangat penting untuk menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Pemerintah harus hadir membina, bukan menghentikan. Industri rokok memiliki potensi besar, baik untuk serapan tenaga kerja maupun kesejahtera.***

 

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Wapres Kunjungi Pabrik Sepeda di Sidoarjo, Dorong Penyelarasan Pendidikan dan Kebutuhan Industri

16 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Menteri Sosial Ungkap Warga RI yang Kebagian HP Gratis dari Pemerintah

15 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Pertalite Kosong di Sejumlah SPBU Surabaya

15 Oktober 2026 - 18:17 WIB

Bantuan Pangan Oktober-Desember Mulai Disalurkan Via Kopdes

14 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Akibat Modifikasi, KM Feronia Tak Tahan Digempur Hukum Fisika

14 Oktober 2026 - 20:06 WIB

Mentan Siapkan Rp3 T Bangun Pusat Pengembangan Bibit Ayam di Malang

13 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Pengusaha Buka Suara Soal Pembatasan Gas Industri

13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Restitusi Macet Jadi Ancaman UMKM

13 Oktober 2026 - 19:06 WIB

Meski Putusan MA Inkrah, Pengasuh Ponpes Mahdiy Sidoarjo Resmi Laporkan Dugaan Keterangan Palsu ke Polisi

10 Oktober 2026 - 21:42 WIB

Trending di Nasional