Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

News

Kisah Mistis di Balik Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Karya Mbah Suwari

badge-check


					Kisah Mistis di Balik Patung Macan Putih yang Viral di Kediri Karya Mbah Suwari Perbesar

Penulis: Jayadi | Editor: Aditya Prayoga

KREDONEWS.COM, KEDIRI– Patung macan yang berdiri di pertigaan Desa Baling Jeruk tiba-tiba menjadi sorotan publik. Bentuknya yang tak biasa, ekspresi wajah yang unik, serta kisah spiritual di balik proses penciptaannya membuat karya ini viral.

Bahkan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga sampai ke luar negeri. Sosok di balik patung tersebut adalah Mbah Suwari, seorang seniman sederhana yang tak pernah menyangka karyanya akan mendunia.

“Asal mulanya saya diutus Bapak Kepala Desa Balong Jeruk, disuruh membuat patung macan itu. Terus saya sanggup,” kenang Mbah Suwari. Ia kemudian diminta menentukan hari baik sebelum memulai pekerjaan.

Pembangunan patung dimulai pada Senin Pahing, hari yang dipilih berdasarkan perhitungan adat. “Saya mulai hari Senin Pahing, mulai duduk pondasi sampai selesai 18 hari,” ujarnya. Selama hampir tiga pekan, ia bekerja hingga patung berdiri kokoh di pertigaan desa.

Di tengah proses, Mbah Suwari mengalami pengalaman tak biasa. Ia bermimpi bertemu sosok yang sudah lama meninggal. “Saya mimpi didatangi Bapak Kasun Busan Ketandian, orangnya sudah meninggal,” tuturnya.

Dalam mimpi itu, ia diminta mementaskan ludruk dengan lakon siluman macan putih, sementara patung macan disebut belum selesai.

Keesokan harinya, Kepala Desa kembali menanyakan kesiapan pembuatan patung. Mbah Suwari pun memilih hari baik yang sama. “Saya mencari hari yang baik, Senin Pahing. Pasang pondasi dibancai tumpeng, panggang ayam, baru dimulai,” katanya.

Setelah patung rampung, kabar viral mulai menyebar. Mbah Suwari mengaku heran, sebab sebelumnya ia telah membuat banyak patung tanpa perhatian serupa. “Padahal saya buat patung di sana-sana baik-baik, tidak viral. Kok yang ini seperti badai, sampai seluruh Indonesia,” ujarnya.

Ia menduga ada unsur sejarah dan kepercayaan yang melekat pada lokasi patung. “Bukan sembarang macan, ada danyangnya macan itu,” katanya, meyakini hal itu turut mempercepat penyebaran cerita.

Soal bentuk patung yang ramai dibicarakan, Mbah Suwari menjelaskan bahwa ekspresi macan awalnya dibuat menganga. Namun, pemerintah desa meminta perubahan demi keselamatan. “Ini kan dipertigaan, rawan kecelakaan. Jadi permintaan dari pemerintah desa tidak boleh mangap, harus diingkepkan,” jelasnya.

Perubahan itu justru membawa dampak positif. “Anak kecil tidak takut, malah senang,” katanya. Ia juga menepis isu bahwa patung akan dibongkar. “Tidak, paten. Kalau dibongkar kan sayang,” tegasnya.

Mbah Suwari telah lama berkarya, dari patung tokoh pewayangan hingga harimau di berbagai desa. Namun, ia sendiri tak bisa menjawab mengapa patung macan ini yang akhirnya mendunia. “Berarti bagus itu belum tentu viral,” ujarnya polos.

Baginya, viralnya patung macan bukan sekadar soal bentuk, melainkan perpaduan antara tempat, waktu, dan cerita yang menyertainya. Ia berharap karyanya tetap membawa kebaikan bagi warga, sekaligus menjaga makna budaya dan sejarah yang melekat.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Pria Berkaca Mata dan Bermasker Abu-abu Pegang Setir Terekam CCTV Juanda, Tewasnya Wanita ASN Bangkalan

26 Juni 2026 - 14:58 WIB

Kasatreskrim dan Delapan Kapolsek Jajaran Polres Jombang Resmi Berganti

26 Juni 2026 - 13:46 WIB

Menelisik Akar Terorisme (26): Rahasia Kaum Freemanson

26 Juni 2026 - 12:26 WIB

Taubat Bersama di Ponpes Shiddiqiyyah, Kiai Tar: Koruptor Itu Hidup dari Mayat dan Darah Saudaranya

26 Juni 2026 - 11:25 WIB

10 Menit Standing Applause untuk Papermoon Puppet Theatre dari Yogya yang Mengguncang Jerman

25 Juni 2026 - 15:02 WIB

Temuan Jasad Wanita di Parkiran Juanda, Risang: Korban Janji Pulang Sabtu 20 Juni 2026

25 Juni 2026 - 09:10 WIB

Sudah Tiga Orang Meninggal Saat Mengikuti Larsarmil Calon Manajer KDMP di Tiga Lokasi Berbeda

25 Juni 2026 - 08:35 WIB

Menelisik Akar Terorisme (25): Sepak Terjang Templar dan Freemanson

24 Juni 2026 - 20:48 WIB

Sopir Mengantuk, Truk Muatan Pakan Ayam Tabrak Pembatas Jembatan

24 Juni 2026 - 19:55 WIB

Trending di News