Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

FGD Harkodia, Pemkab Jombang Punya 12 Patariot Muda Penyuluh Antikorupsi

badge-check


					Pemkab Jombang mewnyelenggarakan Fokus Griup Discussion (FGD) membahaya korupsi pada Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakodia), dna mengukuhkan 12 genarasi muda penyluh anti korupsi, Senin, 8 Desember 2025. Foto: jombangkab.go.id Perbesar

Pemkab Jombang mewnyelenggarakan Fokus Griup Discussion (FGD) membahaya korupsi pada Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakodia), dna mengukuhkan 12 genarasi muda penyluh anti korupsi, Senin, 8 Desember 2025. Foto: jombangkab.go.id

Penulis: Arief Hendro Soesatyo   |    Editor: Priyo Suwarno

KREDONEWS.COM, JOMBANG– Pemerintah Kabupaten Jombang bersama Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Jombang menggelar Focus Group Discussion (FGD) inspiratif di Ruang Bung Tomo, Kantor Sekretariat Daerah, Senin 8 Desember 2025.

Kegiatan yang diadakan secara hybrid ini memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) 2025 dengan tema “Berantas Korupsi untuk Kemakmuran Rakyat.” Acara ini menjadi momen penguatan komitmen seluruh elemen Pemerintah Kabupaten Jombang dalam melawan korupsi.

Tema ini selaras dengan tema nasional HAKORDIA 2025, “Satu Aksi Berantas Korupsi,” yang menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen bangsa memberantas korupsi.

FGD dihadiri oleh Forkopimda Kabupaten Jombang, Kepala Perangkat Daerah, instansi vertikal, Kepala Desa, dan akademisi.

Wakil Bupati Jombang, Salmanudin, S.Ag., M.Pd., mewakili Bupati Warsubi, membuka acara dengan menyatakan bahwa korupsi adalah musuh bersama yang tidak boleh ditoleransi.

Ia menegaskan pentingnya aksi kolektif yang solid dan berkelanjutan dalam pemberantasan korupsi demi masa depan daerah dan kesejahteraan generasi mendatang.

Kepala Kejaksaan Negeri Jombang, Diah Ambarwati, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Kejaksaan tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga mitra strategis yang memberikan pendampingan hukum agar aparatur pemerintah dapat bekerja tertib dan transparan.

Ia memaparkan program unggulan Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang membantu pengelolaan administrasi dan keuangan desa secara digital, mencegah penyalahgunaan dana desa sejak dini.

Pemerintah Kabupaten Jombang memperkuat strategi pemberantasan korupsi melalui delapan kebijakan:

  • termasuk reformasi birokrasi
  • pelaporan harta kekayaan ASN
  • pembentukan Unit Pengendalian Gratifikasi
  • penguatan area MCSP KPK
  • Survey Penilaian Integritas,
  • serta koordinasi dengan aparat penegak hukum dan lembaga pengawas.

Dalam momen ini juga dikukuhkan 10 Penyuluh Anti Korupsi sebagai bagian dari Forum Penyuluh Anti Korupsi Jombang (2024–2027), serta pencanangan Patriot Integritas Muda yang beranggotakan 12 pemuda-pemudi sebagai garda terdepan penyebar semangat anti-korupsi.

Diskusi menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan akademisi hukum, yang membahas strategi pencegahan dan penindakan korupsi.

Dr. Windhu Sugiarto menegaskan fungsi preventif Kejaksaan dan pendampingan agar perangkat pemerintah bekerja sesuai aturan, sembari tetap menindak tegas korupsi.

Dr. Prija Djatmika menyoroti korupsi sebagai kejahatan luar biasa yang didorong oleh keserakahan dan kesempatan, menekankan pentingnya pemiskinan koruptor melalui perampasan aset sebagai solusi efektif.

Mereka sepakat bahwa kolaborasi penegakan hukum tegas, kebijakan pencegahan cerdas, dan penguatan moral melalui pendidikan adalah kunci membangun pemerintahan Jombang yang bersih dan makmur.

Acara ini disiarkan langsung oleh Dinas Kominfo Jombang melalui kanal YouTube Jombangkab dan Radio Suara Jombang 104.1 FM.**

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

BPOM Temukan 12 Obat Bahan Alam Ilegal Mengandung Bahan Kimia Obat

1 Juli 2026 - 20:04 WIB

Pertamax Turbo Turun Harga Per 1 Juli 2026, Simak Daftar Harga

1 Juli 2026 - 19:41 WIB

Menelisik Akar Terorisme (30): Pasukan Celana Pendek dalam Kerusuhan Suci

1 Juli 2026 - 18:59 WIB

Pencairan Jaminan Hari Tua Kena Pajak, Eddy Triono: APBN Defisit Rp600 T Harus Ditutup dengan Utang

1 Juli 2026 - 18:35 WIB

Hibahkan Tanah Senilai Rp1,2 Triliun, Mochtar Riyadi Ajak 100 Konglomerat RI Bantu Negara

1 Juli 2026 - 14:23 WIB

Dr. Wong Chung Chek, The Most Wanted Doctor, Ahli Bedah Tulang Belakang Terkemuka di Asia-Pasifik

1 Juli 2026 - 13:55 WIB

Kasus Mistis ‘Uang Balen’ Korban Rugi Rp22 Juta, Polisi Mojokerto Amankan 2 Pelaku

1 Juli 2026 - 13:54 WIB

KPK Geledah Rumah Yapto Suryo, Sita Uang Tunai Rp56 Miliar dan 11 Unit Mobil Mewah

1 Juli 2026 - 12:41 WIB

Raffi Achmad Bangun Dinasti Keluarga Masuk Lembaga Negara, Ini Daftarnya

1 Juli 2026 - 11:29 WIB

Trending di News