Penulis: Arief Hendro Soesatyo | Editor: Priyo Suwarno
KREDONEWS.COM, JOMBANG– Banjir di wilayah Jombang memang terjadi pada tanggal 20 November 2025. Salah satu titik yang terdampak adalah SMPN 2 Ploso di Kecamatan Ploso, di mana sebagian ruang kelas terendam banjir sehingga pembelajaran dialihkan ke sistem daring.
Genangan air mulai masuk ke area sekolah sejak sore hari tanggal 19 November dan terus naik hingga malam, menyebabkan lima ruang kelas tergenang pada tanggal 20 November 2025.
Selain itu, banjir juga melanda sejumlah desa di Kecamatan Ploso dan daerah sekitar yang dipicu oleh meluapnya Sungai Marmoyo dan Sungai Kulak pada tanggal tersebut. Banjir juga menggenangi lahan pertanian dan permukiman di beberapa lokasi di Jombang pada hari Rabu-Kamis, 19-20 November 2025.
Kepala Sekolah SMPN 2 Ploso, Winarko, menyampaikan bahwa banjir yang terjadi kali ini adalah yang paling parah dalam beberapa tahun terakhir.
Air mulai memasuki area sekolah pada sore hari tanggal 19 November dan terus naik hingga malam serta pagi hari tanggal 20 November 2025. Akses menuju sekolah pun ikut tergenang, sehingga siswa tidak bisa datang ke sekolah secara langsung.
Banjir di SMPN 2 Ploso, Jombang, terjadi sejak Rabu sore, 19 November 2025, dan merupakan banjir paling parah dalam beberapa tahun terakhir untuk kawasan tersebut.
Air banjir mulai masuk ke halaman sekolah dan terus naik hingga malam hari, merendam sebagian ruang kelas hingga sekitar 5 kelas dengan total 478 siswa terdampak.
Karena banjir yang merendam ruang kelas dan akses jalan yang tergenang, pihak sekolah memutuskan mengalihkan pembelajaran secara daring sementara sejak Kamis, 20 November 2025, untuk menjaga keselamatan para siswa.
Saat ini, wilayah Jombang mengalami banjir di beberapa tempati adalah:
-
Kecamatan Ploso, khususnya Dusun Pagerongkal, Desa Pagertanjung, yang terdampak luapan Sungai Marmayo. Banjir merendam ratusan rumah dengan ketinggian air hampir 1 meter.
-
Lima desa terdampak akibat meluapnya Sungai Kulak dengan ketinggian air sampai 60 cm.
-
Desa Jombok (Kecamatan Kesamben), Dusun Wonokerto Desa Peterongan (Kecamatan Peterongan), Desa Pulo (Kecamatan Jombang), serta Kecamatan Jogoroto juga mengalami banjir yang cukup signifikan dengan ketinggian air mencapai sekitar 1 meter dan menyebabkan evakuasi warga.
-
Desa Kademangan (Mojoagung) dan beberapa desa lainnya juga terdampak dengan ketinggian air sekitar 1 meter.
Banjir ini disebabkan oleh hujan deras yang membuat beberapa sungai di Jombang meluap, seperti Sungai Marmayo, Sungai Kulak, Sungai Catak Banteng, dan Pacir Gunting. Pemerintah daerah dan BPBD Jombang sudah bergerak cepat melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir. **






