Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

News

Nelayan Swedia Temukan Harta Karun 20.000 Koin Perak dari Abad Pertengahan

badge-check


					Koin perak kuno Perbesar

Koin perak kuno

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Seorang nelayan di Stockholm County, Swedia, tanpa sengaja menemukan kuali berisi harta karun berupa ribuan koin dan perhiasan perak dari masa Abad Pertengahan.

Peristiwa itu terjadi saat ia tengah menggali tanah untuk mencari cacing umpan.

Temuan langka ini segera disebut otoritas setempat sebagai salah satu harta karun perak terbesar dan paling terawat yang pernah ditemukan di wilayah Skandinavia.

Menurut Dewan Administratif Daerah Stockholm, berat total benda-benda bersejarah itu mencapai sekitar enam kilogram, berisi ribuan koin, perhiasan, manik-manik, dan liontin yang sebagian besar masih dalam kondisi sangat baik.

Arkeolog memperkirakan jumlah total harta karun itu mencapai sekitar 20.000 koin perak, menjadikannya salah satu penemuan perak Abad Pertengahan terbesar di Swedia dalam beberapa dekade terakhir.

Penemuan ini bermula saat sang nelayan menggali tanah di sekitar pondok musim panasnya.

Ia menemukan benda logam besar berbentuk kuali dan segera melaporkannya ke pihak berwenang —tindakan yang dianggap tepat dan sesuai Undang-Undang Lingkungan Budaya Swedia.

“Sang penemu melakukan hal yang benar dengan langsung menghubungi kami,” ujar Sofia Andersson, ahli barang antik dari Dewan Administratif Stockholm.

Menurutnya, di dalam kuali tersebut tersimpan perhiasan, manik, dan ribuan koin yang mencerminkan sistem ekonomi dan simbol keagamaan pada masa itu.

Beberapa koin diketahui berasal dari masa pemerintahan Raja Knut Eriksson (1173–1195), seorang penguasa penting yang memperkenalkan reformasi sistem mata uang di Swedia dan memperkuat pondasi awal kota Stockholm.

Selain itu, ditemukan pula koin langka dari Pulau Gotland yang bergambar gereja, serta koin bergambar uskup memegang tongkat, yang menandakan kuatnya pengaruh gereja dalam urusan politik dan ekonomi pada masa itu.

Kombinasi simbol kerajaan dan keagamaan dalam temuan ini memberikan gambaran unik tentang kehidupan di Eropa Utara pada abad ke-12, masa ketika kekuasaan sekuler dan spiritual sering kali saling bertaut.

Arkeolog dari Dewan Warisan Nasional Swedia menilai bahwa harta karun ini dapat menjadi sumber penting untuk mempelajari jalur perdagangan perak dan pengaruh Kristen di Skandinavia.

Menurut catatan sejarah, Pulau Gotland dan wilayah Stockholm memang dikenal sebagai pusat perdagangan aktif selama Abad Pertengahan.

Banyak koin dari wilayah Inggris, Jerman, dan Denmark beredar di kawasan ini, menandakan hubungan ekonomi lintas benua yang cukup maju.

Selain nilai historisnya, penemuan ini juga memiliki implikasi ekonomi modern.

Berdasarkan regulasi Swedia, penemu benda bersejarah seperti ini berhak menerima kompensasi dari negara setelah dilakukan penilaian resmi.

Nilai kompensasinya bisa mencapai ratusan ribu krona, tergantung pada kelangkaan dan kondisi artefak.

Penemuan kuali perak ini menambah daftar panjang harta karun besar yang ditemukan di Eropa Utara dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2023, seorang tukang ledeng di Inggris menemukan puluhan koin emas Anglo-Saxon di ladang pedesaan, sementara pada 2024 arkeolog Denmark menggali koleksi perhiasan Viking senilai jutaan dolar di Jutland.

Dengan jumlah dan kondisi yang luar biasa, harta karun dari Stockholm County ini kini tengah diamankan oleh Dewan Warisan Nasional Swedia untuk diteliti lebih lanjut.

Temuan tersebut tidak hanya mengungkap kekayaan masa lalu, tetapi juga menjadi bukti betapa lapisan tanah Skandinavia masih menyimpan kisah berharga dari peradaban Eropa kuno yang belum sepenuhnya terungkap.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

100 Tahun Pondok Darussalam Gontor, Presiden Tiga Kali Pekikan Free Palestine! Mau Heboh, Terserah

19 September 2026 - 16:06 WIB

Ratusan Orang Tuntut PT Annisa Ahmada Kembalikan Ongkos Umrah: Total Rp57 Miliar

19 September 2026 - 15:13 WIB

Sidang Gratifikasi Rp 1,08 M Dirjen BC Jaka Budi Utama, Faisyal Assegap Ancam Datangkan Massa di PN Tipikor

19 September 2026 - 14:30 WIB

Hilang Saat Liputan Erupsi G. Anak Krakatau: SAR Hentikan Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Kru

19 September 2026 - 12:30 WIB

Empat Bulan Jalani Hukuman Kasus Rp22 Juta, Hellyana Duduk Kembali ke Singgasana Wagub Babel

19 September 2026 - 11:06 WIB

Harga Emas Antam Jumat Naik Rp25.000 Jadi Rp2,623 Juta per Gram

18 September 2026 - 20:26 WIB

Dudung Abdurrahman: Jargas Sudah Siap 100 %, Gresik Bangun 7.363 Sambungan Rumah

18 September 2026 - 19:42 WIB

Polisi OTT 28 Kepala Sekolah Banyuasin Berdalih Bimtek di Hotel Palembang, Barang Bukti Rp30 Juta Lebih

18 September 2026 - 18:21 WIB

Kemenhaj Bekukan Izin PT Annisa Ahmada Travelindo, Telantarkan 200 Jamaah Jombang

18 September 2026 - 06:38 WIB

Trending di News