Menu

Mode Gelap
BPS Catat Harga Daging Sapi Nasional Sudah di Atas HAP Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028

Life Style

Ilmuwan: Jenis Tawa Dapat Mengungkapkan Depresi

badge-check


					Ilustrasi tertawa Perbesar

Ilustrasi tertawa

Penulis: Jacobus E Lato | Editor: Yobie Hadiwijaya

KREDONEWS.COM, JAKARTA-Tidak semua tawa berarti kebahagiaan. Faktanya, jenis tawa tertentu dapat menyembunyikan emosi yang mendalam dan belum terselesaikan , sebagaimana diperingatkan oleh para profesional di Universitas Complutense Madrid.
Menurut penelitian mereka, tawa gugup—jenis tawa yang muncul di saat-saat tidak nyaman, tegang, atau tanpa alasan yang jelas—bisa jadi merupakan cerminan dari kecemasan yang terpendam atau mekanisme pertahanan emosi yang tidak disadari.

Reaksi semacam ini, jauh dari sekadar cara untuk mencairkan suasana, dapat mengindikasikan bahwa seseorang sedang menghadapi stres internal yang belum dikelola dengan baik. Mengenali tanda-tanda ini adalah kunci untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi pada tingkat emosional.

Diagnosis melalui tawa
Sebuah tim multidisiplin dari Universitas Complutense Madrid, bersama dengan Institut Penelitian Kesehatan Aragon dan Institut Ilmu Kesehatan Aragon, telah menunjukkan bahwa tawa dapat menjadi alat diagnostik pelengkap untuk kesehatan mental.

Setelah menganalisis 934 episode tawa dari 50 orang (30 orang dengan depresi dan 20 orang tanpa depresi), para ilmuwan mencapai akurasi 82,1% dalam mendeteksi gejala depresi melalui studi akustik plosif, semburan kecil udara saat kita mengucapkan “ha.” Analisis ini didasarkan pada sepuluh variabel kunci, termasuk durasi, frekuensi, dan resonansi dari lima plosif pertama dari setiap tawa.

Menurut Rafael Lahoz-Beltra, seorang peneliti di Departemen Matematika Terapan (Biomathematics) di UCM, tawa adalah “sidik jari pribadi yang berubah-ubah” yang mencerminkan kondisi mental seseorang, dan entropi (urutan sinyal akustik) akan menjadi penanda kunci untuk membedakan antara orang sehat dan pasien depresi.

Setelah menganalisis 934 episode tawa dari 50 orang (30 orang dengan depresi dan 20 orang tanpa depresi), para ilmuwan mencapai akurasi 82,1% dalam mendeteksi gejala depresi melalui studi akustik plosif, semburan kecil udara saat kita mengucapkan “ha.”

Analisis ini didasarkan pada sepuluh variabel kunci, termasuk durasi, frekuensi, dan resonansi dari lima plosif pertama dari setiap tawa. Menurut Rafael Lahoz-Beltra, seorang peneliti di Departemen Matematika Terapan (Biomathematics) di UCM, tawa adalah “sidik jari pribadi yang berubah-ubah” yang mencerminkan kondisi mental seseorang, dan entropi (urutan sinyal akustik) akan menjadi penanda kunci untuk membedakan antara orang sehat dan pasien depresi.

Salah satu temuan paling mencolok dari studi yang dipublikasikan di jurnal Entropy adalah peran yang dimainkan oleh episode tawa kelima. Pada subjek sehat, terdapat korespondensi yang jelas antara entropi momen “ha” pertama dan kelima; kedua nilai tersebut cenderung tinggi atau rendah. Namun, pada pasien depresi, pola ini tidak berulang. Menurut para peneliti, ketidakkonsistenan ini dapat mengungkapkan perubahan mekanisme emosional yang terkait dengan ekspresi humor.

Penelitian ini menggunakan algoritma pohon keputusan yang dikembangkan oleh layanan TI UCM, yang memungkinkan klasifikasi sampel tawa secara efisien. Ke depannya, tim peneliti sedang berupaya menerapkan jaringan saraf tiruan untuk mengotomatiskan analisis , dengan tujuan menciptakan perangkat klinis yang membantu mendeteksi depresi sejak dini tanpa hanya bergantung pada penilaian subjektif.***

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Cara Buat WhatsApp Offline Padahal Online

20 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lagu Ikonik Kebyar Kebyar Diciptakan saat Gombloh Kerokan

19 Agustus 2026 - 21:19 WIB

Wajah Anak Tak Diekspos Mahalini Tuai Pro Kontra

18 Agustus 2026 - 21:08 WIB

KPJ Damansara Specialist Hospital 2, Rumah Sakit Layaknya Hotel

18 Agustus 2026 - 07:39 WIB

Siti Si Vampir Tayang Oktober 2026, Satine Zaneta Jadi Pemeran Utama

6 Agustus 2026 - 19:19 WIB

Lagu Terbaru No Na ‘honk!’ Buktikan Musik Indonesia Bisa Mendunia

3 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Nabila Gardena Mendadak Viral, Benarkah Terseret Isu Korupsi BUMN?

28 Juli 2026 - 20:09 WIB

Putri Kamboja Menciptakan Sensasi di Piala ASEAN 2026

26 Juli 2026 - 19:34 WIB

Drama di Balik Gol Juara Ferran Torres, Putus Cinta Jelang Final Piala Dunia

22 Juli 2026 - 18:31 WIB

Trending di Life Style