Menu

Mode Gelap
Wamentan Sudaryono: 2,3 Juta Hewan Kurban Dipotong, Stok Aman & Bebas Penyakit Idul Adha Dorong Lonjakan Harga Pangan Nasional Sertipikat Jombang Menuju Kabupaten Bersih, Masuk 16 Terbaik Nasional IPP Mencapai 4,69, Jombang Raih Predikat Terbaik Jawa Timur dan Peringkat III Nasional Bongkar dan Bersihkan Ratoon, Areal Tebu 10.787 Ha Jombang Menuju Swasembada Gula 2028 Lewat Agrosolution 2025, Petrokimia Gresik Bersama 61.112 Petani Siap Wujudkan Swasembada Pangan

Headline

Zohran Mamdani Ancam Tangkap Netanyahu Jika Terpilih Jadi Walikota New York, Sontak Politik Amerika Panas

badge-check


					Zohran Mamdani (Foto: legalinsurrection.com) Perbesar

Zohran Mamdani (Foto: legalinsurrection.com)

Penulis: Tanasyafira Libas Tirani | Editor: Hadi S Purwanto

KREDONEWS.COM, NEW YORK – Zohran Mamdani, calon Wali Kota New York dari Partai Demokrat, menjadi sorotan internasional setelah secara terbuka berjanji akan menangkap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, jika ia terpilih menjadi Walikota New York dan Netanyahu berkunjung ke New York.

Pernyataan ini ia sampaikan dalam wawancara dengan jurnalis Mehdi Hasan pada Desember 2024, dan kembali ramai diberitakan setelah Mamdani memenangkan pemilihan pendahuluan Demokrat, mengalahkan Andrew Cuomo, mantan Gubernur New York.

“Sebagai wali kota, saya akan menangkap Netanyahu jika datang ke New York. Ini adalah nilai kota yang selaras dengan hukum internasional,” tegas Mamdani, merujuk pada surat perintah penangkapan yang telah dikeluarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) terhadap Netanyahu atas dugaan kejahatan perang terkait agresi Israel di Gaza sejak Oktober 2023.

Ia menilai bahwa New York harus menunjukkan kepemimpinan dalam penegakan hukum internasional, sesuatu yang menurutnya kurang dilakukan oleh pemerintah federal AS.

Mamdani dikenal sebagai politikus progresif yang menentang agresi Israel ke Palestina, menyebut tindakan Israel sebagai genosida, serta mendukung gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS) terhadap entitas yang berafiliasi dengan Israel.

Janji Mamdani ini menuai kontroversi dan perhatian luas, baik di Amerika Serikat maupun dunia internasional.

Presiden Donald Trump secara terbuka mengecam Mamdani, menyebutnya sebagai “komunis gila” dan menolak gagasan bahwa New York dipimpin oleh wali kota Muslim pertama yang progresif.

Miliarder Bill Ackman bahkan mengajak masyarakat mencari kandidat penantang Mamdani yang lebih sentris.

Sikap Mamdani juga memperkuat citranya sebagai simbol perubahan ideologi di kota multikultural seperti New York, terutama di kalangan pemuda dan komunitas minoritas.

Meskipun Mahkamah Pidana Internasional telah mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Netanyahu, Amerika Serikat bukan negara anggota ICC, sehingga pelaksanaan penangkapan di wilayah AS sangat kecil kemungkinannya terjadi secara legal.

Namun, pernyataan Mamdani lebih dimaknai sebagai sikap politik dan moral untuk menegakkan nilai-nilai keadilan internasional.

Pernyataan Zohran Mamdani untuk menangkap Netanyahu jika berkunjung ke New York merupakan janji politik yang didasarkan pada surat perintah penangkapan ICC, sekaligus bentuk kritik terhadap kebijakan luar negeri dan penegakan hukum pemerintah AS.

Sikap ini menegaskan posisi Mamdani sebagai politikus progresif pro-Palestina dan menambah polarisasi dalam politik Amerika, khususnya di New York.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika kampanye, melainkan janji yang berulang kali ia sampaikan dalam berbagai wawancara dan forum publik sejak Desember 2024.

Mamdani juga menyampaikan bahwa jika terpilih, ia akan mendorong kerja sama dengan Jaksa Agung untuk menyusun kerangka hukum yang memungkinkan penangkapan atau penolakan kedatangan tokoh yang menyampaikan hukum internasional.

Ia menilai New York tidak boleh menjadi tempat aman bagi pelaku kejahatan perang, terlepas dari jabatan atau pengaruh mereka.

Namun, perlu dicatat bahwa secara hukum, implementasi janji ini sangat sulit karena Amerika Serikat bukan anggota ICC, sehingga tidak berkewajiban secara hukum untuk mengeksekusi surat perintah penangkapan ICC.

Meski demikian, Mamdani tetap berkomitmen pada sikapnya sebagai bentuk tekanan moral dan politik, serta sebagai simbol penegakan nilai-nilai keadilan internasional di tingkat kota.

Singkatnya, Mamdani benar-benar berencana menangkap Netanyahu jika terpilih sebagai wali kota, meskipun realisasi janji tersebut akan menghadapi tantangan hukum dan politik yang sangat besar di Amerika Serikat.

Facebook Comments Box

Baca Lainnya

Dewan Bahas Ranperda Miras, Kartiyono: Oplosan Sudah Sangat Berbahaya!

5 Juni 2026 - 20:14 WIB

Perkara Dihentikan, Nama Baik Dr Yudi Utomo Imarjoko Dipulihkan

5 Juni 2026 - 16:05 WIB

Pangdam Mayjen Rudi Saladin ke Mojowarno, Tinjau Lahan 86 Ha untuk Markas Batalyon TP

5 Juni 2026 - 08:30 WIB

Kandang Ayam Seharga Rp 2 Miliar Ludes Terbakar di Peterongan Jombang

4 Juni 2026 - 22:04 WIB

Curanmor di Jombang Kembali Marak, Sekali Beraksi Pelaku Gondol 2 Motor

4 Juni 2026 - 18:49 WIB

Titik Nol Peringati Hari Lahir ke-124 Bung Karno, Masfiin: Sajikan Jenang Pelok dan Sego Ploso

4 Juni 2026 - 18:19 WIB

Bocah 7 Tahun Korban Penculikan Tewas, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

4 Juni 2026 - 15:38 WIB

Pancasila Mengejawantahkan Bumi Nurani Manusia

4 Juni 2026 - 13:06 WIB

Presiden Prabowo: Jangan Ada yang Ganggu Proses Hukum terhadap Pimpinan BGN

4 Juni 2026 - 11:43 WIB

Trending di News